
Setelah tadi sore tiga saudara itu saling tatap bingung akan sikap dan tingkah Icha. Malam ini pun juga mereka bertiga kembali dibuat bingung oleh wanita cantik itu. Apalagi ternyata kedua orang tuanya masih harus tinggal di Bandung dalam beberapa hari ini. Membuat Niko hanya menepuk jidatnya bingung. Saat Icha tiba tiba meminta telur ceplok buatan Mommy nya. Dan tidak mau makan jika tidak ada telur ceplok nya itu.
"Mbak gimana kalau Shasa aja yang buatin telur ceplok nya?. Telur ceplok bikinan Shasa enak loh mbak".Nikki malah menawarkan saudara kembarnya untuk menjadi pelampiasan kakak iparnya itu. Seolah Nikki memang sangat senang sekali jika Shasa kesusahan sendiri.
"Benarkah???".Icha malah langsung terlihat antusias ketika mendengar usulan Nikki. Membuat Shasa langsung melotot tak percaya.
" Tidak mbak. Bang Ikki bohong. Shasa tidak bisa dadar telur. Sumpah".Jawab Shasa dengan sangat jujur. Jangan kan untuk dadar telur, membedakan gula dengan garam saja ia suka lupa. Saking rajinnya Shasa pergi kedapur itu.
Gadis itu memang tidak menyukai aroma dapur. Karena ia sangat jijikan sekali. Kamar mandi licin saja ia sudah teriak teriak. Sampai satu RW dengar semua. Apalagi jika disuruh masuk ke dapur. Bisa bisa ia menangis tujuh tanjakan.
Icha pun terlihat kecewa mendengar jawaban Shasa. Tak diduga Icha malah menangis. Terang saja tiga saudara itu langsung panik.
Niko pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Dan mendekati sang istri yang makin kesini malah semakin aneh saja pikirnya. "Sayang, kamu kenapa?. Hm?? ".Tanya Niko lembut sambil menangkup kedua pipi istrinya. Menghapus lelehan bening di sudut mata sang istri.
__ADS_1
" Hiks... Hiks... Shasa tidak mau membuatkan aku telur ceplok. Padahal aku ingin sekali makan lauk itu malam ini".Tutur Icha pelan. Ia juga bingung pada dirinya sendiri. Sebenarnya ia juga tidak mau merepotkan keluarga suaminya. Tapi entah kenapa ia tiba tiba menjadi melow sendiri.
Apalagi ketika Shasa menolak dengan halus. Padahal tadi ia sudah membayangkan rasanya makan dengan telur ceplok buatan Shasa sebagai ganti Mommy mertuanya.
"Bibik kan bisa sayang bikin telur ceplok. Jangan Shasa ya!!!. Rumah Mommy dan Daddy bisa kebakaran jika dia masuk dapur sayang".Bujuk Niko membongkar aib adik bungsunya yang sampai sekarang sama sekali tidak berani menghidupkan kompor.
Shasa hanya menatap kesal pada abangnya. Sedangkan Nikki menahan tawanya yang membuat perutnya sakit. Ketika Niko membeberkan kebodohan saudara kembarnya itu.
"Yaudah deh, biar Shasa coba ya mbak. Tapi jangan nangis lagi dong!!! ".Akhirnya Shasa mengalah karena ia tidak tega melihat Icha kakak iparnya sampai sesegukan begitu hanya gara gara ingin makan telur ceplok saja.
" Benarkah???. Kamu beneran mau Sha buatin telur ceplok buat Mbak???? ".Cerocos Icha sambil menghapus air matanya. Anggukan kepala Shasa membuat Icha langsung berbinar ria. Bahkan kini senyumnya pun langsung mengembang.
Niko malah semakin heran saja. Melihat sikap istrinya yang tidak seperti biasanya. Icha mulai terlihat manja dan juga sering sedih sendiri. Sedangkan Nikki ia pun nampak terkejut saat Shasa menyanggupi permintaan Icha. Meskipun itu semua atas ide konyolnya juga.
__ADS_1
Padahal tadi Nikki hanya ingin mengerjai Shasa. Tapi malah Icha menanggapi nya dengan serius. "Dek, loe yakin bisa??? ".Lirih Nikki sedikit merasa bersalah.
Karena walaup bagaimana juga. Shasa itu adik kandungnya. Ia juga tidak akan tega dan sampai hati jika adik bungsunya kenapa napa.
" Kalau rumah ini sampai kebakaran gara gara telur ceplok. Maka abang harus tanggung jawab!!! ".Ucap Shasa lirih sambil menatap wajah kedua abangnya.
" Bang... "Nikki malah melirik kearah Niko. Untuk membantu membujuk kakak iparnya lagi. Karena Nikki sudah harap harap cemas apa yang akan terjadi jika Shasa sampai di dapur nanti.
" Ayo sayang!. Kita lihat Shasa bikin telur ceplok nya!! ".Icha malah langsung menarik tangan suaminya ketika Shasa sudah melangkah pergi meninggalkan meja makan.
Padahal mereka baru akan mulai makan malam. Tapi harus terjeda gara gara Icha yang ingin makan dengan lauk telur ceplok.
TBC
__ADS_1