
"Selamat datang di rumah kembali Ma".Seru Cinta sambil tersenyum. Sejak tadi Cinta pun tidak pernah melepaskan belitan tangannya pada lengan Mama mertuanya itu.
Anton yang melihat sikap istrinya hanya bisa mengulum senyumnya saja. Sikap Cinta benar benar menunjukkan betapa ia sangat menyayangi Mama nya. Layaknya orang tuanya sendiri.
Bahkan tadi saat Siska bersihkeras menolak untuk tinggal di rumahnya. Cinta sang istrinya yang tak pernah lelah membujuk Mamanya. Hingga akhirnya Siska pun menyerah. Dan mau memutuskan ikut tinggal kembali bersama sang putranya.
"Apa Mama tidak akan merepotkan kalian? Jika Mama ikut tinggal disini??? ".Tanya Siska yang tetap merasa belum nyaman. Karena ia ingat bagaimana buruknya kelakuannya di masa lalu.
Cinta pun tersenyum sambil melirik kearah suaminya. Membuat Anton menganggukkan kepala nya pelan. Memberi kode pada sang istri. Jika apapun yang nantinya dikatan oleh Cinta. Maka Anton yakin itu mampu membuat Mamanya paham.
"Mama ini juga rumah Mama. Sekarang saja rumah ini mulai sepi, karena para cucu Mama kan sudah ada yang menikah. Tinggal Nikki saja, dia pun sekarang lagi sibuk mengikuti tes di kepolisian. Jadi, Nikki memilih tinggal di Apartemen saja, yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempatnya tes Ma".
Cinta berusaha terus memberikan bujukan nya pada sang Mama mertuanya. Cinta sangat tahu apa yang membuat Mama mertuanya itu sedikit tidak nyaman.
"Tapi nak. Apa Raka akan bersedia memaafkan Mama dan membiarkan Mama untuk tinggal dirumah ini??? ".Lirih Siska yang masih sangat merasa bersalah pada Raka karena dirinya adalah dalang kematian kedua orang tua Raka.
__ADS_1
" Raka tidak keberatan sama sekali Ma".
Deg...
Siska langsung terkejut ketika mendengar suara tegas milik seorang pria yang suaranya begitu sangat mirip dengan mantan suaminya. Ayah dari Anton dan pria itu.
Raka yang memang sudah mendapatkan kabar dari Anton. Tentang dimana selama ini Siska tinggal. Dan Anton juga sudah memberitahu Raka kalau Mama Siska sekarang sudah tiba dirumahnya. Membuat Raka langsung bergegas menuju kediaman sang kakak.
"Raka... ".Lirih Siska pelan. Ia sedikit gugup saat Raka kini mulai menghampiri nya.
Hal yang tak terduga oleh Siska. Karena Raka langsung menundukkan kepalanya. Menarik pelan tangan Mama Siska. Dan mencium punggung tangan itu dengan takzim.
"Apa Mama tidak keberatan jika Raka ikut memanggil dengan sebutan yang sama dengan kak Anton??? ".Tanya Raka dengan seutas senyum di bibir nya.
Siska kembali nampak berkaca kaca. Ketika Raka ternyata sudah begitu legowo. Untuk melupakan semua hal buruk dimasa lalu. Dan kini malah ikut menganggap nya seorang ibu.
__ADS_1
Siska begitu sangat malu akan sikap anak dari saudara tirinya itu. Bahkan saat ini Siska tidak mampu berkata kata lagi. Ia begitu terharu dan sekaligus tertampar akan ulahnya dulu.
"Maafkan Mama Raka!! . Mama bukan seorang ibu yang baik. Apa Mama masih pantas kalian anggap ibu??? ".
Siska pun kembali menitik kan air matanya. Ia sungguh tidak kuasa untuk menahan tangisnya lagi. Tapi disaat yang bersamaan baik Anton maupun Raka. Kini malah memeluk erat tubuh rentan nya yang sudah termakan usia itu.
Tangis Siska semakin pecah. Ia begitu terharu akan sikap Raka dan Anton. Bahkan Cinta pun ikut menitik kan air matanya. Kala melihat pemandangan yang sangat mengharukan itu.
Harapan Cinta juga sama dengan harapan suaminya. Agar kedepannya mereka semua bisa saling menyayangi tanpa adanya dendam dan rasa bersalah lagi.
Sudah cukup selama bertahun-tahun lamanya. Saling menjauhi dan saling menyimpan amarah masing masing. Kini bukan lagi saatnya untuk saling membenci. Tapi hanya ada kasih sayang dan juga rasa bahagia yang menyelimuti.
Hidup berjauhan dengan ibu kandung sendiri. Memang tak membuat Anton nyaman. Apalagi Ibu kandung nya selama lebih kurang 25 tahun. Hidup di balik jeruji besi. Untuk menjalani hukumannya karena terjerat kasus pembunuhan berencana dan juga terkenal pasal berlapis.
Tangis haru yang begitu menyentuh hati. Membuat siapa saja ikut terharu. Itulah yang kini di rasakan oleh para penghuni rumah. Setelah puas saling berpelukan dan juga mengeluarkan isi hati masing masing.
__ADS_1
Cinta pun mulai angkat bicara kembali. Ia membawa Mama mertuanya kembali masuk kedalam rumah. Karena Cinta tahu jika Siska memang mesti harus istirahat total. Ia juga dapat melihat jika Mama mertuanya itu kesulitan tidur selama ini.
Ia dapat melihat itu semua dari lingkaran hitam dibawah mata Siska. Mungkin Siska juga selama ini sering di hantui rasa bersalah nya. Makanya ia juga selalu susah untuk memejamkan matanya dengan tenang dan nyaman.