
Saat Shasa dan Candra selalu saja terlihat mesum ketika bertemu. Sedangkan di dalam mall, dua pasang manusia yang tadi asyik berpacaran. Kini malah di pusingkan atas hilangnya Shasa dengan tiba tiba. Mereka pun sempat panik dan mencari Shasa kesana kemari. Karena ponsel Shasa tidak bisa di hubungi sama sekali.
Apalagi Nikki yang sudah takut duluan. Karena jika sampai terjadi sesuatu pada Shasa kembali. Maka ia adalah orang pertama yang akan di salahkan oleh keluarganya. Karena Shasa adalah kesayangan baik anak maupun cucu. Sebab, hanya dia anak dan cucu perempuan satu satunya di keluarga Erlangga dan juga Hendrawan.
Tapi rasa panik Nikki langsung berubah lega ketika Shasa sang bodyguard Shasa datang menghampiri mereka berempat. Mengatakan jika Shasa sudah pulang duluan.
"Beneran kan Shasa udah pulang? ". Bodyguard itu hanya menganggukkan kepalanya. " Tapi kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi?? ".Sambung Nikki sedikit khawatir.
" Oh itu, nona Shasa mungkin lupa charger ponselnya tuan muda. Soalnya nona Shasa tadi pulang bersama asisten tuan Niko".Jawab sang bodyguard berusaha tetap tenang.
"Lalu kenapa anda masih disini???. Kok tidak ikut pulang saja mengawal Shasa??? ".Tanya Nikki penuh selidik.
" Saya hanya mengambil belanjaan nona Shasa yang ketinggalan tuan muda".Bodyguard itu pun menunjukkan paperbag berisi semua buku yang tadi sempat Shasa beli.
Barulah Nikki percaya, dan membiarkan bodyguard Shasa untuk pulang lebih dulu. Karena mereka berempat pun masih ingin berkeliling dan nongkrong terlebih dahulu.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di tempat yang berbeda juga saat ini Icha nampak terkulai lemas. Berbaring di sofa yang ada di dalam kamarnya. Sejak tadi apapun yang ia makan terus saja ia muntahkan kembali.
__ADS_1
Sedangkan suaminya masih berada di kantor. Hanya ada pelayan di rumahnya. Karena Niko dan Icha memutuskan untuk pisah rumah dengan Anton dan Cinta. Sebab, Niko pun sudah menyiapkan rumah untuk tempat tinggal keluarga kecilnya nanti.
Rumah yang ia beli sebelum ia menikah dengan Icha. Dan meskipun rumah itu adalah kado dari Grandpanya tapi sangat luas dan tak kalah mewah dari rumah kedua orang tuanya.
"Nyonya anda baik baik saja???? ".Pelayan yang sejak tadi tidak melihat Icha keluar dari kamarnya pun memutuskan untuk melihat keadaan Nyonya nya.
" Bik, boleh minta tolong ambilkan saya air hangat!!! ".Ucap Icha sambil membenarkan posisinya. Yang tadinya berbaring kini beralih untuk duduk.
" Baik Nyonya. Apa ada lagi yang Nyonya inginkan?. Karena Nyonya juga belum makan siang".Wanita paruh baya yang sudah bekerja dirumah ini sejak pertama kali nya Niko membelinya dan merehapnya dan hingga saat ini ia masih tetap setia mengabdikan dirinya pada majikannya itu.
"Nanti saja bik, saya belum pengen makan nasi".Jawab Icha jujur karena bau nasi hangat saja ia sudah ingin muntah.
Pelayan itu hanya menganggukkan kepalanya seraya pamit untuk mengambilkan air hangat untuk majikannya. Ketika pelayan itu sudah keluar dering ponsel milik Icha pun berbunyi.
Icha langsung bangkit dari tempat duduknya. Karena ponselnya ia taruh di atas nakas samping ranjang tempat tidurnya. Senyum Icha mengembang sempurna kala ia melihat siapa yang menelponnya saat ini.
"Halo, Assalamu'alaikum bang".Sapa Icha setelah ia menggeser tombol hijau di layar ponselnya.
" Waalaikumsalam sayang. Apa kau sudah makan??? ".Tanya Niko langsung sambil memperhatikan wajah istrinya. Karena saat ini ia sedang melakukan panggilan video dengan sang istrinya.
__ADS_1
Icha pun menggelengkan kepalanya jujur. Karena memang ia belum makan siang sejak tadi. Sempat ngemil tapi tak berselang lama makanan itu ia keluarkan lagi. Karena perutnya mual.
"Dedeknya kan harus makan juga sayang. Kenapa belum makan siang?. Hm?? ".Tanya Niko pelan sambil membereskan semua berkas di meja kerjanya.
" Mau makan apa??? ".Tanya Niko lagi sambil menatap wajah istrinya yang terlihat sedikit lesu.
" Yang pedes pedes kayaknya enak bang".Jawab Icha antusias.
"Contohnya???. Asal jangan seblak lagi".Niko berucap seolah tak mengizinkan nya untuk memakan makanan yang baginya itu adalah racun untuk perut.
Icha pun nampak berpikir seolah sedang membayangkan apa yang ingin ia makan siang ini. " Mau bakmi yang ada di depan kampus, terus pake bakso juga, sama es cendol yang ada di jalan xxx!!! ".Jawab Icha mulai menyebutkan semua makanan yang ia inginkan.
Niko pun hanya terkekeh mendengar semua pesanan istrinya. Tapi bagi Niko itu tidak ada apa apanya. Karena ia bisa melihat bagaimana tersiksanya Icha saat ia dinyatakan hamil. Sebab, setiap hari selalu mual dan muntah muntah.
Tapi anehnya ketika dekat dengannya. Istrinya itu terlihat jauh lebih baik. Dan bisa makan dengan lahap.
"Ada lagi sayang??? ".Niko bertanya seraya bangkit dari tempat duduknya dan mulai memakai jas nya kembali.
" Sate padang".Lirih Icha pelan sambil mengerucutkan bibirnya.
__ADS_1
"Siap, Nyonya Niko. Tunggu saja dirumah!!!. Sebentar lagi suamimu ini akan pulang".Niko pun tersenyum manis pada istrinya.
Tentu saja Icha langsung menganggukkan kepalanya senang. Karena mendengar suaminya akan pulang cepat. Padahal jam kantor belum usai.