
"Sha, masih pagi loh. Kok sarapannya begituan? ".Naufal bergidik ngeri melihat warna kuah seblak di mangkok Shasa. Yang warnanya sudah seperti cabe di seblakin. Bukan lagi seblak di cabein.
" Enak loh bang, mau cobain gak??? ".Shasa malah terlihat senang menggoda sepupunya itu.
" Ogah, itu namanya racunin perut ".Tolak Naufal cepat sambil menggeleng kan kepala nya melihat aksi sarapan Shasa yang baginya sangat mengerikan.
Naufal sampai membayangkan bagaimana rasa makanan itu. Lihatnya saja ia sudah bergidik ngeri sendiri. Lebih ngeri lagi daripada pacar nya yang sedang emosi.
Cinta hanya terkekeh melihat perubahan wajah Naufal. Sedangakan Anton pun sama hal nya dengan Naufal yang sudah ketar ketir sendiri. Namun, bedanya Anton hanya memasang wajah datarnya saja. Tidak memperlihatkan reaksi wajah yang mudah di tebak oleh orang.
Dan pagi menjelang siang ini. Di kediaman Anton dan Cinta. Mereka semua sarapan bersama dengan Naufal. Karena kedua putrinya sudah pergi menjalankan rutinitas nya masing masing. Hanya Shasa saja yang hari ini terpaksa libur sekolah. Karena kondisinya yang masih belum memungkinkan untuk masuk sekolah.
"Oh ya, Apa kalian berdua sudah mencari bodyguard untuk Shasa ???? ".Yuna bertanya pada anak dan menantu nya.
" Sudah Grandma, Niko sudah mengurus semuanya dan mungkin sebentar lagi orangnya akan datang kerumah".Jawab Anton sambil menatap wajah putrinya.
"Bodyguard??? ".Naufal nampak sedikit bingung. Kenapa tiba tiba Anton menyediakan bodyguard untuk Shasa.
Shasa hanya diam tak mau protes. Karena ini juga demi kebaikan nya sendiri. Dan andai saja kemarin ia mau di antar oleh Nikki. Mungkin kejadian ini tidak akan seburuk itu.
__ADS_1
"Iya Fal. Daddy dan Mommy terpaksa harus menyewa bodyguard untuk Shasa adik kamu. Karena kami tidak mau lagi hal seperti semalam terulang kembali".Jawab Cinta menjelaskan.
Naufal yang paham pun langsung menganggukkan kepalanya saja. Ia tahu betul bagaimana perasaan Anton dan Cinta. Apalagi Shasa adalah putri dan cucu satu satunya di keluarga Erlangga.
🌿🌿🌿🌿🌿
Sedangkan di perusahaan saat ini Niko sedang sibuk berkutat dengan file file yang ada di meja kerjanya. Fokusnya sampai sampai tidak mendengar lagi suara pintu yang di ketuk dari arah luar.
"Maaf permisi tuan muda".Miki yang langsung membuka pintu ruangan kerja Niko. Karena hampir satu menit ia berdiri di depan pintu. Tapi sang pemilik ruangan tidak merespon nya sama sekali.
" Aj, iya. Ada apa bang??? ".Niko langsung menghentikan gerakan tangannya. Dan kini menatap pada sang asisten nya.
"Apa semua nya sudah siap??? ".Niko menutup laptopnya. Dan merapikan semua berkas yang ada di meja kerjanya.
" Sudah tuan muda. Semuanya sudah menunggu di ruang rapat".Miki pun ikut membantu Niko merapikan berkas berkas penting yang sedang Niko pelajari tadi.
Setelah itu Niko pun meraih jas nya yang ia sampaikan pada badan kursi kerjanya. Lalu ia melangkah keluar ruangan dengan di ikuti oleh Miki dari belakang.
Keduanya sama sama melangkah menuju arah lift. Karena meeting dengan kepala devisi berada di lantai 15 . Sedangkan ruang kerja Niko ada di lantai 17.
__ADS_1
Saat berada di dalam lift, ponsel milik Miki terus saja berdering. Membuat pria itu sedikit enggan untuk mengangkat telpon nya. Karena ia sudah tahu siapa yang saat ini sibuk menghubungi nya.
"Kenapa tidak di angkat bang?. Siapa tahu pacar abang sudah kangen dengan abang".Seru Niko bertanya sambil meledek Miki.
" Bukan pacar tuan muda, hanya orang iseng saja ".Jawab Miki masih setia dengan memasang wajah datarnya.
Niko hanya terkekeh sambil menggeleng kan kepala nya. Karena tadi ia sempat melirik kearah layar ponsel milik Miki. Jadi Niko sudah tahu, siapa yang menelpon asistennya itu. Dan Niko yakin jika dia pasti dekat dengan Miki.
Ting...
Suara pintu lift terbuka, Niko dan Miki pun langsung keluar secara beriring iringan.
"Jangan terlalu sungkan bang!!!.Angkat saja dulu!!!. Siapa tahu penting".Niko masih saja membahas masalah ponsel Miki yang terus berdering. Dan tak kunjung juga di gubris oleh pemilik ponselnya.
" Nanti saja tuan. Meeting lebih penting daripada orang yang menelpon saya ini".Jawab Miki datar.
Niko bisa melihat dengan jelas sosok Miki saat ini. Jika sekaku kakunya dia, sedatar datarnya wajahnya, Masih ada yang lebih parah lagi ternyata dibadningmany dirinya.
"Semoga saja abang isa mendapatkan seorang istri yang cerewet, Agar rumah tangga abang selalu bewarna dan tidak menonton saja".Batin Niko berdoa dengan sangat tulus nya.
__ADS_1