Posesif Husband

Posesif Husband
Mewujudkan Keinginan


__ADS_3

Suasana ruangan nampak sunyi, hanya tatapan tajam seorang wanita cantik yang lebih mendominasi. Membuat seorang Candra yang notabene nya memang terkenal berwajah datar tanpa ekspresi. Bahkan sudah banyak yang tahu jika ia adalah seorang pengusaha yang terkenal kejam.


Tapi saat ini ia bagaikan seorang suami yang takut istri. Sejak tadi ia bahkan tak bisa berkutik. Apalagi ketika di tatap tajam oleh istrinya. Asisten Tomy pun perlahan mundur. Dan mencari cela untuk bisa lari dari situasi ini.


"Maafkan saya tuan!. Kali ini saya tidak bisa membantu Anda".Guman Tomy yang saat ini sudah menarik nafasnya dengan lega karena ia sudah berada di luar ruangan kerja tuan nya.


" Sayang, dengarkan aku dulu!!!. Semua ini tidak seperti yang kamu lihat ".Bujuk Candra terus berusaha menjelaskan pada istrinya. Jika tadi adalah kesalahpahaman saja.


Tapi sayangnya Shasa masih tetap bungkam. Ia malah terus memberikan tatapan tajamnya pada suaminya itu. Candra pun tak bisa berkata kata lagi. Ia bagaikan tanama putri malu yang tertiup angin. Mengkerut bak sulit untuk mengeluarkan taringnya didepan sang istri.


"Wajar saja setiap hari pulang malam beberapa hari ini. Ternyata di kantor ada simpenan wanita ondel ondel kayak model begitu".Sindir Shasa sambil mencelos dan tidak menatap wajah suaminya.


Candra menarik nafasnya kasar. Ia bagaikan suami yang kepergok selingkuh saja. Padahal ia sama sekali tidak pernah melakukan kesalahan. Andai saja tadi Tomy tidak ia suruh untuk memesan makan siang terlebih dahulu. Mungkin hal ini tidak akan terjadi.


Shasa melirik kearah suaminya yang saat ini nampak begitu prustasi karena tak kunjung bisa membujuknya. Padahal sebenarnya saat ini Shasa sedang susah payah untuk menahan tawanya. Melihat wajah kusut suaminya.


Flashback on...


"Ayolah Tomy, tunjukkan dimana ruang kerja suamiku!!! ".

__ADS_1


Shasa terus saja membujuk Tomy dan merengek seperti seorang anak kecil yang meminta dibelikan es cream pada ayahnya.


Dengan sedikit ragu akhirnya Tomy pun menyerah. Meskipun sebenarnya Tomy tahu saat ini Tuan nya sedang menerima tamu. Yaitu sekretaris perwakilan perusahaan klien barunya.


Tapi saat ingat betapa centil nya sang sekretaris tersebut. Membuat Tomy sedikit ragu untuk mengajak Nyonya nya masuk ke dalam ruangan kerja tuannya. Apalagi situasinya sedang tidak memungkinkan.


Tadi saja wanita itu masih sempat sempat nya mencuri perhatian tuannya. Meskipun Candra tidak pernah menggubris wanita lain lagi. Semenjak ia jatuh hati pada istrinya.


"Ini Nyonya silahkan masuk!!! ".Dengan sedikit ragu Tomy pun menunjukkan ruangan kerja tuannya. Setelah mereka keluar dari lift menuju lantai dimana. Tempat ruangan kerja tuannya berada.


Sedangkan Shasa yang memang sangat antusias untuk menemui suaminya. Dengan tak ada kata ragu sedikitpun ia pun mulai membuka handle pintu. Dan tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


Bagaimana tidak, ketika istrinya membuka pintu ruangan kerjanya. Posisi Candra sedang terlihat sangat intim dengan wanita yang tadi adalah sekretaris perusahaan klien nya tersebut.


Bukan hanya Candra yang terkejut Bahkan Tomy pun nampak terkejut. Karena situasi ini tidak akan baik untuk tuannya.


Shasa pun masuk tanpa ragu. Menghampiri suaminya. Dan menarik tangan suaminya untuk menjauh dari wanita ondel ondel yang memang terlihat seolah berniat menggoda suaminya itu.


"Maaf Nona, sepertinya anda harus menjaga sikap didepan suami orang!!! ".Seru Shasa dengan penuh penekanan.

__ADS_1


Tapi bukannya meminta maaf si wanita itu malah dengan beraninya. Malah ikut mendekati Candra. Tapi Candra pun langsung memasang wajah seramnya. Dan memberi kode pada asisten Tomy untuk membawa wanita itu keluar dari ruangan kerjanya.


Merasa tidak terima di perlakuan seperti itu. Si wanita malah bersih keras untuk tetap tinggal. Dan terus berontak dalam tarikan tangan Tomy. Hal itu terang saja membuat Candra naik pitam.


Ia juga tidak mau kalau sampai istrinya salah paham. Dan malah berakibat buruk untuk rumah tangganya.


Bukan hanya mengusir wanita itu. Candra pun membatalkan kerja samanya yang memang baru saja mereka sepakati bersama.


Flashback Off...


"Maafkan aku sayang!!!. Aku janji tidak akan pernah mengulangi. Ini juga salah paham".Bujuk Candra lagi. Karena istrinya terus saja bersikap dingin padanya.


" Apapun aku lakukan agar kau mau memaafkan ku!!! ".Ucap Candra lirih.


Shasa pun langsung menatap wajah suaminya. " Benarkah???."Shasa meminta penjelasan pada suaminya. Meyakinkan jika ucapan Candra bisa di percaya.


"Iya sayang, apapun itu".Jawab Candra yang juga terlihat antusias.


Dan senyum Shasa pun mulai memperlihatkan senyum liciknya. " Baiklah, kalau begitu aku ingin pergi ke suatu tempat hari ini ".Tutur Shasa sambil menatap wajah suaminya.

__ADS_1


" Jangankan kesuatu tempat. Berbagai tempat pun akan aku kabulkan sayang".Candra pun mulai berbinar karena mendapatkan angin segar. Dan ia juga tidak keberatan untuk mewujudkan keinginan istrinya asalkan istrinya mau memaafkan nya.


__ADS_2