
"Udah selesai meeting sama sabun mandi nya??? ".Ledek Shasa ketika Candra baru saja membuka pintu kamar mandi di ruang kerjanya setelah hampir 20 menit ia berada di dalam sana.
Candra pun langsung memasang wajah datarnya kembali. Dan mulai berdehem, untuk menetralkan kembali situasi pikirannya sendiri. Karena ia juga baru saja memumpahkan olinya di dalam kamar mandi. Dan penyebab nya adalah Shasa gadis remaja yang memang sangat menggoda iman nya itu.
"Sejak kapan sabun bisa di ajak meeting? ".Candra malah bertanya karena ia mulai menetralkan dirinya. Mengelak apa yang dituduhkan oleh Shasa barusan , meskipun itu adalah kebenarannya.
Shasa malah mengulum senyum meledeknya. Lalu ia mendekati Candra kembali. Menelisik wajah pria itu dengan seksama.
" Apa bisa tuntas kalau begitu??? ".Tanya Shasa sambil menaik turunkan alisnya.
Tuk...
Candra menoyor jidad Shasa. Membuat gadis itu langsung mengaduh. Sambil memegangi jidadnya.
" Sakit tahu".Gerutu Shasa Memanyunkan bibirnya seraya menatap Candra kesal.
__ADS_1
"Makanya kalau masih bocah itu, pikirannya jangan aneh aneh!. Tahu darimana pria suka main sabun?. Hm? ".Tanya Candra balik
" Yee, itu bukankah itu sudah menjadi rahasia umum. Kalau cowok itu suka main sabun di dalam kamar mandi".Sahut Shasa dengan gamblang nya. "Tapi kenapa harus sabun mandi, kenapa tidak deterjen saja?. Bukankah busanya lebih banyak? ".Ledek Shasa sambil terkekeh.
" Kau pikir barang itu banyak kuman nya apa, mesti pakai deterjen segala".Candra sangat geram sebenarnya. Tapi gadis itu juga membuatnya serba salah. Andai saja Shasa sama dengan para wanita bayarannya. Mungkin sudah daritadi Candra membuat gadis itu membantunya mengeluarkan olinya. Tapi Shasa bukanlah tipe gadis seperti mereka. Dan satu lagi jika ia berani memaksa nya maka ia akan berhadapan dengan keluarga Erlangga dan juga Hendrawan.
Candra ingin Shasa sendiri yang memintanya dengan sendirinya. Tanpa harus ia yang memaksanya. Jadi, tidak akan jadi masalah besar baginya dikemudian hari. Jika gadis itu sendiri yang menyerahkannya.
"Ayo antarkan aku pulang!!!. Nanti Daddy dan Mommy pasti mencariku".Ucap Shasa karena ia melihat jam yang sudah menunjukkan pukul tiga empat sore.
" Hm".Sahut Candra seraya melangkah dan menggandeng tangan Shasa keluar dari ruang kerja nya.
"Kenapa??? ".Candra pun ikut menatap kearah Shasa ketika mereka sudah berada di luar ruangan dan berdiri di depan pintu.
Shasa pun melirik kembali genggaman tangan Candra. Membuat pria itu ikut menatap kearah pandangan Shasa.
__ADS_1
" Ciyee... takut banget ya kehilangan aku?. Ampe di gandeng melulu".Ledek Shasa kembali sambil tersenyum mengejek.
Candra hanya diam tanpa ingin menjawab ledekan gadis konyol itu. Karena bagi Candra hanya membuang tenaga nya saja. Dan ujung ujungnya dia sendiri yang repot dan juga pusing. Lebih baik ia kembali melangkah menuju arah luar mension.
"Ah, ciyee ciyee... Om om lagi jatuh cinta sama Abg".Ledek Shasa yang tak mau diam. Ia terus saja melontarkan kata kata yang membuat Candra kesal.
" Diam atau aku suruh kau untuk menggantikan sabun tadi".Ancam Candra kesal. Membuat Shasa pun langsung bungkam seraya mengerucutkan bibirnya yang mungil itu.
"Mobil anda sudah siap tuan".Ucap Seorang wanita yang berpakaian rapi dengan setelan blazer hitamnya.
" Hm".Candra pun hanya menjawab dengan deheman nya saja.
Tapi lagi lagi Shasa kembali memperhatikan wajah wanita yang ada dihadapan nya saat ini. Hingga suara Candra membuatnya kembali sadar jika ia sedang bersama pria gila dan berotak mesum itu.
Wanita itu pun hanya menatap datar pada Shasa. Ia jiga terlihat menahan emosinya. Ketika mobil Candra mulai melaju meninggalkan perkarangan mension nya. Wanita itu mengepalkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Sial".Upat wanita itu menatap kearah mobil Candra.
Dan entah apa yang membuat si wanita itu bisa seperti itu. Yang jelas jika dilihat dari caranya menatap Shasa. Ia sepertinya tidak menyukai Shasa.