
"Udah ketawanya, puas loe pada??? ".Shasa sangat kesal karena sejak tadi Lulu dan Luna tidak berhenti tertawa melihat penampilan nya pagi ini. Belum lagi mata panda nya yang masih saja terlihat jelas.
Shasa jadi merutuki kebodohannya semalam. Hanya demi mengetahui identitas seseorang. Sampai ia rela hampir tidak tidur semalaman. Bahkan ia sadar ketika suara adzan subuh sudah berkumandang.
" Hahaha... Habisnya loe itu hari ini udah kayak mbak kunti tau".Ledek Lulu prontal dan sambil terus tertawa.
Shasa kembali mencebikkan bibirnya semakin kesal. Karena Lulu selalu saja tidak bisa menyaring lagi ucapannya. Selalu blak blakan kalau bicara. Bisa dikatakan kalau Lulu itu apa adanya. Dia tidak pernah berkata manis jika memang kata itu tidak sesuai dengan yang dilihatnya sendiri.
Tapi kadang kejujuran nya itu juga sering membuat orang salah mengartikan. Apalagi jika orang itu mudah tersinggung. Sudah dapat dipastikan, maka akan terjadi perselisihan. Dan berujung salah paham.
"Lulu... Shasa kan sudah bilang kalau semalam dia tidak bisa tidur gara gara banyak nyamuk di kamarnya. Makanya mata Shasa begitu".Luna berusaha mendinginkan suasana. Karena Shasa benar benar terlihat kesal. Dan dapat Luna tebak jika apa yang dikatakan Shasa tadi adalah kebohongan.
Luna juga berpikir jika saat ini Shasa pasti sedang menyembunyikan sesuatu. Dan tak tahu apa itu. Yang jelas tebakan Luna adalah jika Shasa tidak mau orang lain tahu dengan apa yang ia pikirkan.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Gue duluan ya guys".Shasa melambaikan tangannya pada si kembar L ketika sopir nya sudah menjemput di depan gerbang sekolahnya.
" Oke... Hati hati Sha!!!. Tidur yang nyenyak biar kagak kayak mbak kun!!! ".Teriak Lulu sambil terkekeh.
__ADS_1
" Mending gue ke salon aja daripada tidur".Jawab Shasa sambil menaik turunkan alisnya.
"Wah, ide bagus tuh. Kak kita ikut Shasa juga yuk!!!. Kan udah lama kita gak manjain diri".Usul Lulu sambil melirik kearah Shasa yang sebentar lagi akan masuk kedalam mobilnya.
" Kakak lagi males Lu. Loe aja deh yang pergi!!!".Jawab Luna yang memang kurang menyukai hal itu. Sebab, Luna lebih suka membaca, belajar belajar dan belajar. Bagi Luna itu adalah hal yang tidak terlalu penting. Sebab, memanjakan diri dirumah juga bisa. Hanya butuh waktu longgar dan santai untuk hal itu. Tidak harus pergi ke salon dan menghabiskan banyak uang.
"Woy... Buruan masuk!!!. Gue laper nih".Teriak Nikki yang ternyata sudah berada di dalam mobil sejak tadi.
Shasa langsung memanyunkan bibirnya. " Gak sabaran banget sih bang jadi orang".Ketusnya kesal. Sejak tadi pagi Nikki selalu saja membuat mood nya buruk. Beruntung mereka tidak di tempatkan dalam satu kelas. Sebab kelas cewek dan cowok terpisah.
"Abang udah laper Sha, ntar kalo gue pingsan disini, gimana dong??? ".
Sedangkan pak sopir hanya bisa mengulum senyumnya saja. Karena tiap hari si kembar itu kerjaan nya cuma adu mulut saja. Tidak ada capeknya. Dari pergi sampai pulang. Jika keduanya berada di dalam mobil yang sama. Selalu saja ada pembahasan yang kadang tidak masuk akal untuk di perdebatkan.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Loe mau kemana Sha??? ".Nikki yang baru saja turun dari tangga, tapi sudah melihat adiknya nampak rapi dan membawa tas nya serta kunci mobil di tangan nya.
" Ke Salon bang".Jawab Shasa jujur.
__ADS_1
"Abang aja yang anterin ya!!! ".Usul Nikki dan langsung mendapatkan penolakan oleh Shasa.
" Ogah ah... Shasa bawa mobil sendiri aja bang, Habis ke salon Shasa juga mau shoping. Mending abang pergi aja ajak Luna tuh!!. Daripada ngikutin Shasa".
Shasa merasa tidak nyaman jika harus pergi ke salon bersama Nikki. Karena sudah pasti disana Nikki akan tebar pesona pada gadis gadis single. Seperti sebelum sebelum nya. Bahkan karena gaya berpakaian Nikki sudah terlihat seperti anak kuliahan. Jadi mana ada yang mengira jika ia itu adalah anak SMA.
"Bagus juga saran loe".Jawab Nikki membenarkan.
" Hm.. Udah sana telpon!!!. Shasa duluan bang bye".Shasa langsung melambaikan tangannya ketika ia sudah keluar pintu utama.
"Hati hati Sha, bawa mobilnya!!! ".Teriak Nikki yang hanya di acungin jempol saja oleh Shasa.
Gadis itu pun langsung masuk kedalam mobilnya. Setelah pintu mobil di bantu bukakan oleh sang sopir.
" Makasih mang aan".Ucap Icha sambil tersenyum sopan.
"Sama sama nona muda".Jawab pria paruh baya yang sudah bekerja lama sebagai seorang sopir pada keluarga Erlangga.
Shasa pun kembali menutup pintu mobilnya. Dan langsung tancap gas keluar dari perkarangan rumahnya.
__ADS_1
TBC