
Sedangkan kedua manusia yang ada di dalam kamar. Saat ini nampak terlihat canggung. Baik Tomy maupun Tiara. Dua duanya terdiam dengan ekspresi malunya.
Terutama Tiara yang baru sadar jika apa yang ia lakukan tadi adalah kesalahan dan kebodohan terhakiki dalam hidupnya.
"Untuk yang tadi, aku akan bertanggung jawab jika menurutmu itu sebagai pelecehan".Ucap Tomy tiba tiba.
"Ah, tidak... tidak... Aku juga salah".Jawab Tiara gugup.
Bahkan ia merasa sangat canggung saat ini berhadapan dengan Tomy. Hanya karena kebodohannya tadi. Tiara merutuki dirinya sendiri. Dan ingin rasanya saat ini ia lari dan menghilang saja ke lubang cacing. Hanya demi menghindari pria yang ada di hadapan nya saat ini.
"Tetap saja aku yang salah. Dan aku tidak akan lari dari tanggung jawab . Setelah makan siang nanti, aku akan datang menemui orang tuamu".Seru Tomy tanpa basa basi lagi. Membuat Tiara melongo tak percaya. Ia juga bingung harus menjawab apa. Saking syok nya akan ucapan Tomy barusan.
" Tunggu... Tunggu... Jadi maksudnya kita berdua".Tiara menunjuk dirinya dan juga Tomy secara bergantian. "Kita akan menikah begitu??? ".Sambungnya menebak.
" Tidak ada pilihan lain. Lagian kau bisa menolak kalau tidak mau. Tapi, setidaknya aku sudah melihat dan menyentuh nya dan sudah....
"Stop... Tidak usah di lanjutkan lagi!!. Aku sudah tahu".Tiara mencebikkan bibirnya kesal.
" Hais... Kenapa jadi begini sih??? ".Guman Tiara menggaruk tekuknya yang tidak gatal.
Tanpa di ketahui oleh Tiara, jika saat ini Tomy sedang tersenyum licik. Dari ketidaksengajaan nya, akhirnya bisa membawa keberuntungan baginya. Dan ia lebih berterimakasih lagi pada bosnya. Karena bisa datang tepat waktu.
Dengan begini Tomy tidak perlu lagi membuang buang waktunya untuk mendapatkan gadis yang sempat di jodohkan oleh Shasa. Istri dari bosnya itu.
__ADS_1
Ketika Tomy sedang bersorak riang.Sedangakn Tiara bingung akan mengatakan apa pada Ayahnya nanti. Sampai sekarang saja ia belum sempat mengabari sang Ayah. Bahkan sejak tadi mencari ponsel nya. Hanya untuk menelpon Ayahnya.
Tiara yakin Ayahnya pasti sudah kebingungan mencari nya. Karena sejak semalam ia tidak pulang kerumah nya.
"Ponselmu ada di dalam tasmu sendiri. Masalah Ayahmu kau tidak usah khawatir. Semalam Nyonya Shasa sudah menelpon nya dan mengabari jika kau tidak bisa pulang ".Ucap Tomy dengan santainya. Sambil merapikan kemabli penampilan nya.
" Hah... ".Tiara nampak terkejut kembali akan penuturan Tomy barusan.
" Aku tidak akan mengulangi kata kataku lagi".Sahut Tomy yang mulai kembali datar. "Rapikan penampilan mu!!. Jangan sampai Nyonya dan Tuan menunggu kita terlalu lama!!! ".Sambung Tomy Lagi sambil mulai menyambar jasnya.
🌿🌿🌿🌿🌿
Mata Shasa sedikitpun tak berkedip saat melihat Tomy dan Tiara mulai menuruni anak tangga. Bahkan sampai saat ini, Wajah Tiara masih bersemu merah.
" Jangan sembarangan deh Sha".Sahut Tiara sedikit kesal akan sahabat nya itu. Tapi Shasa malah terkekeh .
"Habisnya tadi aku lihat sendiri kok kalian berdua lagi... " Shasa sengaja menjeda ucapannya. Sambil memperhatikan wajah Tiara yang sedang menahan malunya.
"Tuan, Nyonya sarapan nya sudah siap".Potong bik Tuti.
" Ayo kita sarapan dulu!!! ".Candra pun langsung menggandeng tangan istrinya. Berjalan lebih dulu kearah meja makan. Meninggalkan asisten dan juga Tiara yang merupakan tuan rumah ini.
" Tuan, apa anda datang kemari pagi pagi hanya untuk sarapan saja??? ".Tanya Tomy sedikit berteriak.
__ADS_1
" Kami kesini juga untuk menonton adegan mesum kalian berdua Tom".Yang menjawab malah Shasa. Membuat Candra mengulum senyumnya. Karena istrinya telah mewakili nya untuk menjawab pertanyaan konyol Tomy.
"Dia yang meminta bantuan. Dia juga yang protes".Batin Candra mengulum senyumnya.
Tomy pun ikut melangkah menuju ruang makan. Bersama Tiara yang hanya bisa ikut. Tapi saat ini gadis itu terlihat lebih kalem. Mungkin ia masih saja canggung atas apa yang sudah terjadi di kamar beberapa menit yang lalu.
Sedangkan di dapur sri nampak terlihat sangat kesal. Melihat wajah cantik gadis yang dibawa pulang oleh tuan nya. Dan ia makin bertambah kesal saat namanya malah di panggil oleh Shasa.
"Sri... Oh Sri... ".
" Iya Nyonya".
"Tolong buatin omlet dong!!! ".Perintah Shasa dengan santainya.
" Tapi itu sudah ada telur ceplok Nyonya ".Jawab Sri dengan santainya.
" Kamu tuli ya Sri???. Saya kan mintanya omlet bukan telur ceplok sriiii... "Shasa menatap tajam pada gadis pelayan bernama Sri itu. Membuat Candra menarik sudut bibirnya akan sikap jahil istrinya itu.
Tomy hanya memasang wajah datarnya saja. Sedangakan Tiara memilih diam tanpa ikut protes. Baginya makanan di atas meja saat ini sudah lebih dari cukup.
"Maaf Nyonya. Akan saya buatkan dulu".Jawab Sri yang mulai sedikit takut akan tatapan bumil itu. Apalagi disana ada Candra dan juga Tomy.
Shasa menatap kepergian Sri dengan seringai licik di wajahnya. " Tom, sepertinya akan lebih baik kau ganti saja pelayan yang baru. Dan buang saja orang seperti itu".Lirih Shasa pelan.
__ADS_1
TBC