Posesif Husband

Posesif Husband
Sarapan yang Terlambat


__ADS_3

Dan sekarang malah suaminya mulai meminta replay kembali seperti kegiatan mereka semalam. Walaupun Icha tidak munafik jika ia memang ingin juga. Tapi apa jadinya nanti jika lukanya semakin melebar karena kembali di tusuk oleh benda pusaka tumpul tapi membuat nagih lawannya.


"Bang, yang benar saja. Ini masih...


" Aku akan pelan pelan sayang ".potong Niko cepat karena hasratnya sudah kembali naik setelah ia menyentuh milik istrinya tadi.


Bahkan saat ini Miliknya juga sudah bangun dengan sendirinya. Membuat Niko semakin tidak tahan saja. Belum lagi ditambah goa candu itu kini juga sudah ikut ikutan basah dan lembab. Yang tandanya jika sang istri sudah merespon dan juga menginginkan nya lagi.


"Udah basah sayang, jadi nimmatilah saja dulu!!! ".Ucap Niko sedikit merengek.


" Tapi pelan pelan!!! ".Manja Icha sambil menundukkan kepalanya karena malu saat di tatap penuh hasrat oleh suaminya itu.


" Aku janji sayang".Jawab Niko pelan. Dan benar saja tanpa melakukan pemanasan kembali. Karena dua duanya sudah terbakar api gairah. Niko langsung menyibak selimut nya dan mengungkung tubuh istrinya.


Niko mulai memposisikan dirinya dan memulai kembali penyatuan nya lagi. Suara ******* Icha langsung kembali terdengar bersamaan dengan masuknya benda tumpul itu.


Bahkan kali ini Icha sampai meremas ujung sprai. Dan bibirnya langsung ikut di bungkam dengan ciuaman panas oleh Niko.


"Akhh... ".

__ADS_1


Icha kembali melenguh nikmat ketika Niko mulai menancapkan pusakanya lebih dalam lagi. Sampai membuat Icha berkedut dan berdenyut denyut nikmat. Bahkan tak ada kata yang bisa melukiskan rasanya saat ini.


Membawa Icha naik kepuncak nirwana. Terbang melayang ke lembah kenikmatan hakiki. Surganya dunia percumbuan.Membuat siapapun bisa lupa diri, lupa waktu dan lupa segalanya. Bahkan rasa sakit tadi kini sudah berubah jadi rasa nikmat.


Niko memandu istrinya untuk berubah gaya, dengan polosnya Icha pun menurut. Dan akhirnya kini mereka memulai nya dari posisi samping.


Lagi lagi Icha hanya melenguh dan mendesah saja. Karena tubuhnya di hujami oleh suaminya. Dan setelah hampir empat puluh lima menit. Akhirnya lenguhan dan erangan panjang Niko menandakan permainan itu sudah berakhir.


Deru nafas yang tersengal sengal terus bersahut sahutan. Belum lagi keringat yang sudah saling bercucuran. Membuat AC di kamar itu seperti tak berfungsi sama sekali.


Olaraga pagi ini membuat keduanya sama sama terpuaskan meskipun tadi malam keduanya juga sama sama puas. Indahnya saling berbagi peluh membiat setiap pasangan mendamba satu sama lain. Belum lagi kegiatan itu adalah kegiatan yang paling disukai oleh pasutri. Bawaannya jadi kangen melulu. Pengen di elus, pengen di manja dan dibuat ngos ngosan. Setiap orang pasti ketagihan sendiri jika lawan mainnya ataupun pasangan mampu membuat kita puas.


Tapi apapun bentuknya bagaimana pun cara mainnya jika kita bersyukur maka akan jauh lebih indah lagi.


Icha dan Niko turun ke lantai dasar setelah keduanya selesai mandi dan nampak rapi. Beruntungnya hari ini Icha sedang free kuliahnya. Sedangkan Niko memang sudah menunda meeting sejak tadi pagi.


"Selamat siang Tuan dan Nyonya muda".Sapa salah satu art senior di rumah ini.


" Siang bik".Jawab Icha sambil tersenyum sedangkan Niko hanya menganggukkan kepala nya saja dan kembali memasang wajah datarnya itu.

__ADS_1


"Bang, Mommy mana kok gak kelihatan???? ".Tanya Icha dengan polosnya. Membuat art yang masih ada di sana ikut mengulum senyumnya.


" Mommy kan ikut Daddy ke Korea sayang".Jawab Niko dengan santainya. Ia malah menarik kursi yang ada di meja makan karena saat ini mereka berdua akan sarapan yang bisa dibilang sarapan yang sudah sangat terlambat.


"Hah, ya Ampun aku sampai lupa jika Mommy hari ini akan terbang ke Korea. Kenapa abang tidak membangunkan ku tadi???. Oh ya Allah, aku merasa tidak enak dengan Mommy".Cerocos Icha merasa bersalah karena tidak ikut mengantar mertuanya ke Bandara.


" Sayang, jangan cemaskan itu!!!. Tadi Mommy dan Daddy sudah berpamitan denganku sewaktu kamu masih tidur".Jawab Niko lagi. Membuat Icha menatap wajah suaminya dengan tatapan curiga.


"Ayo sarapan dulu!!!. Kau pasti sangat lapar".Ajak Niko sebelum istrinya mulai menginterogasi nya.


" Sayang aku harus kekantor loh, ada meeting yang tadi sempat aku tunda".Sambung Niko kembali saat ia melihat istrinya belum juga mulai menikmati sarapan nya.


"Salah sendiri".Jawab Icha sambil memanyunkan bibirnya.


Niko hanya mengulum senyuman nya saja. Dan mengusuk rambut panjang istrinya. Setelah itu mereka berdua sarapan bersama. Tanpa ada pembicaraan lainnya lagi.


Selesai sarapan Icha pun mengantar suaminya sampai kedepan teras. Karena Niko harus pergi ke perusahaan. Dan mengurus semua pekerjaan di kantor selama Daddy nya berada di Korea.


Sedangkan Anton pun sudah pensiun dini dari kepolisian sejak satu tahun yang lalu. Dan Anton sekarang hanya fokus pada bisnis keluarga nya saja. Karena sungguh sulit mengatur waktu jika bekerja di dua tempat yang berbeda. Sedangkan perusahaan lebih membutuhkan nya.

__ADS_1


Tadi pagi sebelum Daddy nya berangkat ke bandara. Niko sempat berbicara empat mata dengan Anton. Dan Daddy nya bilang jika mulai hari ini Niko akan dibantu oleh salah satu orang kepercayaan Daddy nya. Orang itu juga yang akan menjadi asisten pribadi Niko serta menyiapkan semua yang di perlukan dan menghendle semua pekerjaan Niko nantinya. Oleh sebab itulah Niko buru buru ke kantor saat ia ingat ucapkan Daddy nya tadi pagi.


TBC


__ADS_2