Posesif Husband

Posesif Husband
Sisi Lain istri Candra


__ADS_3

Dan disinilah Candra sekarang. Menemani sang istri dan mewujudkan keinginan nya. Membuat Candra sedikit menyesal. Karena istrinya itu malah mengajaknya masuk ke daerah terpencil.


"Sayang, kita mau ngapain kesini??? ".Sejak tadi Candra pun selalu bertanya. Karena ia pikir istrinya itu akan mengajaknya pergi ke Mall. Shoping seharian dan menginginkan barang barang mewah. Seperti wanita pada umumnya.


Tapi kini malah mengajaknya ke tempat terpencil begini. Dan lebih tepatnya di daerah pedesaan. Karena tempatnya masih sangat asri. Dan masih banyak sawah sawah.


" Kenapa abang malah mengeluh sih. Sejak tadi bertanya seperti tidak ikhlas saja".Shasa malah berbanding terbalik dengan suaminya.


Ia nampak begitu senang dan terlihat antusias sekali. Bahkan senyumnya tidak pernah pudar sejak tadi.


"Bukan begitu sayang. Tapi disini kita mau ngapain?. Kan daripada kesini lebih baik tadi kita ke hotel ataupun kembali ke mension saja. Disana kita bisa merengkuh kenikmatan ".Seru Candra dengan senyum mesumnya.


"Aku sudah bisa membaca otak mesum mu itu sayang".Candra pun hanya terkekeh mendengar ucapan istrinya.


" Ayo sayang buruan!!!. Tolong bawakan semua barang barang yang tadi ya!!! ".Pinta Shasa dengan nada manjanya.


" What?. Apa kita mesti jalan kaki??? ".Candra menatap tak percaya pada istrinya. Ia kini berpikir jika tempat yang akan di kunjungi oleh Shasa masih jauh dari jalan raya yang sudah nampak tak layak lagi untuk dilewati.

__ADS_1


" Tidak jauh sayang. Ada di ujung jalan sana. Lagian mobil kita mana bisa masuk. Jalan nya kan sempit begitu".


Dengan helaan nafas kasarnya. Akhirnya Candra mengalah. Ia pun membawakan semua barang barang yang tadi sempat dibeli oleh istrinya, Sebelum mereka pergi ketempat ini.


Bahkan Shasa pun membeli banyak sembako. Dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Berbagai alat tulis serta perlengkapan sekolah juga.Entahlah apa yang akan dilakukan oleh istrinya itu. Candra tidak tahu, yang jelas hari ini Shasa hanya memintanya mengeluarkan uang hanya untuk beberapa barang saja.


"Bang... Cukup bawa alat alat tulis nya saja!!!. Yang lainnya biar nanti dibantu oleh mang irul!!! ".Seru Shasa sembari ikut mengambil parsel buah yang memang sudah ia siapkan.


Candra pun tak memberikan protes nya lagi. Ia hanya menganggukkan kepalanya saja. Sebenarnya ia bisa menginstruksikan pada anggotanya yang berada tidak jauh darinya untuk membantu nya membawakan semua barang yang tadi dibeli oleh sang istri. Namun, hal itu tidak dilakukan oleh Candra, Lantaran ia tidak mau membuat sang istri merasa tidak nyaman akan kehadiran banyak anak buahnya yang memang selalu mengikuti tuanya itu.


🌿🌿🌿🌿🌿


Belum juga Candra berpikir keras. Kedatangan mereka nampaknya seperti sudah di nantikan. Hal itu terlihat dari antusiasme nya para anak anak panti. Yang saat ini datang menghampiri Shasa istrinya. Mereka bahkan terlihat sudah sangat akrab pada istrinya.


"Assalamu'alaikum, ibu Aisyah".Sapa Shasa ramah seraya memberikan salam.


" Waalaikumsalam".Senyum yang tulus nampak terpancar indah di bibir wanita berhijab itu. Dan Shasa pun langsung mencium tangan wanita paruh baya itu.

__ADS_1


Kini tatapan wanita paruh baya itu beralih pada Candra. Pria yang sejak tadi hanya diam dengan ekspresi datarnya.


"Perkenalkan bu!. Ini suami saya".Ucap Shasa yang paham akan tatapan wanita berhijab itu ketika melihat seorang pria datang bersamanya.


" Oh ya???. Alhamdulillah nak, rupanya kamu udah menikah?. Lama tak kemari, tapi begitu datang sudah bawa suami. Ibu senang mendengar nya".Wanita itu pun selalu nampak begitu tulus dan itu terlihat dari senyuman nya.


Candra pun hanya mengulum senyum tipis. Menyapa wanita yang bernama Aisyah itu. Dan memberi salam tanpa menyentuh nya. Sebab, Candra tahu wanita itu pasti sangat menjaga dirinya dari pria yang bukan mahromnya.


Ketika mereka di izinkan masuk ke dalam. Dan mengikuti langkah bu Aisyah. Shasa pun nampak tersenyum pada suaminya. "Nanti aku jelasin sayang".Lirih Shasa pelan sambil menatap penuh cinta pada suaminya itu.


Candra seperti langsung terhipnotis akan senyuman tulus dari istrinya. Membuat nya hanya mengangguk saja. Dan hanya menurut ketika di ajak masuk kedalam bangunan rumah yang sangat sederhana itu.


Sampai di dalam rumah yang ternyata nampak sedikit luas itu. Mereka berdua disambut ramah oleh semua penghuni panti. Bahkan kini Bu Aisyah menceritakan semua nya pada Candra. Tentang siapa sebenarnya Shasa istrinya itu.


Bahkan Candra juga tidak tahu, jika sang istri selama ini menyisihkan uang jajan nya. Hanya untuk membangun sebuah panti asuhan di daerah ini. Saat ini Candra menatap penuh kagum akan ketulusan hati istrinya.


Ia tidak menyangka jika gadis semanja itu. Bisa berpikir realistis dan juga bisa mempunyai jiwa sosial yang tinggi seperti ini.

__ADS_1


Dan saat ini Candra sudah tidak menyesal lagi. Kalau ia di ajak masuk kampung dan rela menempuh perjalanan hingga hampir 2 jam lebih. Karena saat ini mereka sedang berada di Bandung Lebih tepatnya lagi di ciamis.


TBC


__ADS_2