
Dua Minggu sudah berlalu, kini baik Shasa, Daren maupun si kembar L serta Daren. Saat ini mereka sedang disbukkan dengan ujian akhir sekolah. Dimana mereka sebentar lagi akan segera lulus SMA. Dan akan melanjutkan kembali ke Perguruan tinggi.
Dan sudah satu Minggu ini juga, Candra sama sekali tidak mengganggu Shasa sama sekali. Sejak hari dimana ia di undang oleh kedua orang tua Shasa. Dan sejak itu juga terkahir kalinya Candra menampakkan wajahnya dihadapan Shasa. Mungkin Candra juga tidak mau menganggu konsentrasi Shasa dalam menghadapi ujian.
Hari ini adalah hari terakhir mereka ujian. Dan mereka tentunya sangat merasa lega. Hal itu membuat kelima remaja itu yang kini terlihat semakin akrab. Memutuskan untuk pergi jalan jalan bersama.
Dengan niat akan pergi camping ke puncak. Tapi sebelumnya, mereka juga akan meminta izin pada kedua orang tua mereka terlebih dahulu. Karena walau bagaimana pun juga. Orang tua mereka harus tahu.
Shasa yang pulang lebih awal kerumah karena ia di antar oleh sang bodyguard nya. Kini selalu menampilkan senyumnya. Bahkan ia langsung mencari keberadaan Mommy nya. Sedangkan Nikki masih mengantarkan Luna terlebih dahulu dengan motor kesayangan nya.
"Mommy sayang".Teriak Shasa dengan senyum yang merekah membuat Cinta mengerutkan keningnya. Karena sudah paham akan sikap putrinya jika ada maunya.
" Mommy tidak akan menaikkan uang jajan lagi Sha".Ucap Cinta langsung membuka suaranya, sebelum putrinya kembali berbicara.
"Siapa juga yang minta uang jajan Shasa di naikkan Mom?. Meskipun minta di naikkan Shasa juga tidak akan minta dengan Mommy lagi".Sahut Shasa dengan santainya.
Bahkan Shasa saat ini sudah mendaratkan bokongnya di kursi taman belakang di samping sang Mommy. Ia juga sudah mengambil satu tangkai buah anggur hijau dari dalam baki.
__ADS_1
"Minta sama siapa, Daddy, Bang Niko atau Grandpa dan Grandma??? ".Cibir Cinta meremehkan. Tapi Shasa hanya menggeleng kan kepalanya saja sambil tersenyum.
Membuat Cinta kembali menautkan alisnya. " Lalu??? ".
" Tentu saja Shasa akan minta dengan bang Candra lah alias mikimouse. Bukankah dia sama tajirnya dengan Daddy bukan?. Jadi, Shasa rasa tidak akan rugi baginya jika Shasa hanya minta jatah uang jajan sebesar 500 juta satu bulan".Seloroh Shasa santai sambil mengulum senyumnya.
Pug...
Shasa langsung menerima pukulan dibahunya. Siapa lagi kalau bukan Cinta yang melakukan nya. Cinta memukul bahu putrinya dengan buku majalah yang tadi ia pegang.
"Ajaran siapa minta uang dengan pria?. Hm? ".Tanya Cinta sambil menatap Shasa dengan tatapan tajamnya.
"Kurangajar, Mommy tidak pernah mengajar kan hal itu sayang".Jawab Cinta sambil melotot tajam. " Tapi kalau kamu dijatah segitu, boleh dong bagi bagi Mommy, sekali kali traktir Mommy shoping gak papa kali ya".Sambung Cinta sambil mengedipkan matanya.
"What....??? . Ogah banget. Mending Mommy pikirin aja gimana caranya habisin hartanya Daddy dan Grandpa Hendra tuh!!! ".Cibir Shasa sambil terkekeh.
" Hahahha... Mommy udah kenyang sayang shoping sama uangnya Daddy kalian. Makanya Mommy juga mau icip icip uangnya calon mantu".Seloroh Cinta malah menjadi bumbu untuk putrinya.
__ADS_1
Shasa hanya menggeleng kan kepalanya saja. Sambil berpikir kenapa sudah hampir dua minggu ini Candra sama sekali tidak menghubungi nya sama sekali. Baru satu kali Candra menelpon nya saat beberapa hari yang lalu sebelum ia menghadapi ujian akhir.
Dan sampai sekarang ia belum menghubungi nya lagi. Bahkan nomor ponselnya juga tidak bisa dihubungi. Hal itu membuat Shasa kadang berpikir ingin sekali pergi mengunjungi pria itu ke mensionnya. Tapi Shasa berpikir kembali pasti ia tidak di izinkan oleh kedua orang tua nya. Apalagi ia masih ujian.
"Mom,Beneran Shasa dijodohin sama bang Candra??? ".Tanya Shasa lirih.
Cinta pun langsung menatap wajah putri nya. Lalu Cinta pun tersenyum".Kenapa kamu udah gak sabar ya untuk segera menjadi istrinya??? ".Cinta malah menggoda putrinya membuat Shasa mencebikkan bibirnya.
" Apa menurut Mommy bang Candra itu mencintai Shasa atau hanya terpaksa saja??? ".Tanya Shasa lagi. Ia juga sebenarnya tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang ini. Dan Shasa pun belum tahu bagaimana persaan Candra terhadap nya.
" Sayang kalau Candra tidak menyukai mu atau tidak memiliki perasaan apapun sama putri Mommy yang cantik ini. Tidak mungkin kan dia menerima perjodohan ini sayang".Jawab Cinta sambil tersenyum.
Shasa juga tanpa sadar ikut tersenyum saat mendengar jawaban dari Mommy nya. Ia juga tidak menolak saat Daddy nya mengatakan jika mereka sudah sepakat menjodohkan nya dengan Candra.
Sebenarnya juga kalau boleh jujur Shasa sudah nyaman didekat pria itu. Meskipun bibirnya sedikit ketus dan kasar jika berbicara dengan Candra. Tapi sebenarnya gadis itu menyimpan kebahagiaan tersendiri ketika ada Candra. Tidak seperti sekarang ini, ia merasakan ada yang kurang jika tidak mendengar suaranya saja.
Shasa juga terkadang bingung akan sikapnya itu. Ia tidak tahu apa yang ia rasakan saat ini. Tapi ia juga begitu kesal ketika Candra tidak menelpon nya. Meskipun hanya sekedar untuk mengundang emosi jiwanya saja.
__ADS_1
TBC