Posesif Husband

Posesif Husband
Pinangan Yang Belum Resmi


__ADS_3

Di lain tempat juga saat ini Tia yang sedang mengecek laporan keuangan hasil penjualan di cafe nya. Di kagetkan dengan kedatangan seorang pria yang memang sudah sering berkunjung ke cafe miliknya.


Siapa lagi kalau bukan Edo, rekan kerja Anton di polres waktu itu. Ketika Anton memilih untuk pensiun dini. Edo sampai saat ini masih setia pada pekerjaan nya. Yaitu menjadi abdi Negara sampai memang sudah waktunya untuk istirahat.


Tapi jabatan Edo saat ini sudah lumayan tinggi di polres tempatnya dinas .Meskipun sempat di mutasi kan ke luar kota sama dengan Anton. Tapi Edo kini sudah kembali lagi ke kantor awal dia dinas. Hanya saja dengan susana yang berbeda tentunya. Karena Edo sekarang sudah menjadi seorang perwira dan menjabat sebagai kanit Shabara.


"Apa aku menganggu pekerjaan mu??? ".Edo yang sudah masuk ke ruang kerja Tia pun bertanya dengan senyum dibibirnya.


" Oh, tentu saja tidak mas".Bahkan sekarang panggilan Tia ke Edo sudah dengan embel embel kata mas segala.


Tia pun mempersilahkan Edo untuk duduk di kursi sofa nya yang ada di dalam ruangan itu. Lalu ia juga ikutan beranjak dari kursi kerjanya. Setelah ia menelpon pada kasir nya. Untuk membawakan minum dan cemilan untuknya dan juga Edo keruangannya.


Keduanya memang sudah sangat akrab sejak hari dimana mereka bertemu tidak sengaja di supermarket beberapa minggu yang lalu. Bahkan Daren pun sudah tak kalah akrab nya dengan Edo. Sepertinya Daren juga mendukung jika Mommy nya akan menjalin hubungan yang lebih serius lagi dengan Edo.

__ADS_1


Selain akrab Daren juga sudah memanggil Edo dengan panggilan Daddy. Kadang membuat Tia ingin sekali mengunci mulut putranya yang sangat senang sekali meledek nya akhir akhir ini.


"Kok kesini gak nelpon dulu sih mas??? ".Tia bertanya sambil ikutan duduk di sofa yang sama dengan Edo.


" Apa aku harus izin dulu untuk menemui calon istriku??? ".Edo malah menggoda Tia. Dan wanita itu hanya bisa tersenyum malu dibuatnya.


Edo memang sudah blak blakan untuk menjadikannya istri. Tapi sampai saat ini, Tia belum memberikan jawaban apapun untuk Edo. Tia memang merasa nyaman saat bersama pria itu. Tapi rasa trauma nya di masa lalu. Membuat Tia berpikir berulang kali untuk membukan hatinya dan kembali menerima pria di hidupnya.


Dahulu saat ia di campakkan begitu saja oleh kekasihnya. Bahkan Papa nya saja tidak perduli dengannya. Padahal Tia adalah anak kandungnya. Ibunya meninggal pun Papa nya tidak hadir di pemakaman nya. Mungkin hati dan pikiran Papanya sudah di cuci dan tertutup oleh pengaruh buruk istri mudanya.


"Berhenti bercanda mas!!!. Nanti kalau di dengar orang lain, bisa jadi fitnah! ".Jawab Tia sambil menundukkan kepalanya. Ia bahkan tidak berani menatap Walah tampan Edo. Pria yang tanpa sadar sudah berhasil membuatnya berdebar untuk yang ketiga kalinya.


Bahkan debaran itu lebih terasa dan begitu menggoyahkan hatinya. Dibandingkan kisah masa lalunya bersama Lana dan juga pria yang sudah mengambil masa depannya dan malah meninggal kan benih di rahimnya.

__ADS_1


"Biarkan saja ada dengar!!!. Lagian itu sudah fakta dan akan jadi kenyataan".Edo sepertinya sudah benar benar yakin untuk menjadikan Tia istrinya. Dan tak dapat dipungkiri jika Edo telah jatuh Cinta pada pandangan pertama setelah mereka tidak berjumpa selama ini. Bahkan baru di pertemukan kembali setelah Tia memiliki seorang putra dengan pria lain. Bahkan kisah keduanya tidak jauh berbeda.


Jika Edo memang bercerai secara hukum dan agama. Sedangkan Tia memang belum sempat menikah tapi sudah ditinggal begitu saja.


Hati Tia ragu bukan karena kisah masa lalunya saja. Tapi ia juga memikirkan perasaan Edo dan juga keluarga nya. Jika mereka menikah pasti akan ada saja berita yang menyebar jika dulu dirinya bukanlah wanita yang baik.


Maka dari itu Tia memilih untuk memendam semuanya sendiri. Daripada ada masalah di kemudian hari. Yang membuat keluarga besar Edo malah malu akan kisah masa lalunya.


Edo menyentuh dan mengusap punggung tangan Tia. Membuat wanita itu tersentak kaget. Tapi senyum Edo selalu mampu membuatnya langsung tenang.


"Jangan khawatir kan apapun lagi!!!. Aku tidak akan membahas apapun tentang kisah masa lalumu Tia. Jadi, aku mohon menikahlah denganku!!. Aku juga akan menyayangi Daren seperti putraku sendiri!. Aku tahu kamu takut jika keluarga tidak setuju bukan??? ".


Deg...

__ADS_1


Tia langsung menatap wajah Edo dengan tatapan terkejut nya. Karena ia tidak menyangka jika Edo akan tahu apa yang selama ini ia takutkan.


" Keluarga ku bukan orang yang memandang buruk seseorang Tia. Mereka semua sudah setuju dan mereka juga ingin bertemu denganmu".Edo berbicara panjang lebar dan mulai menjelaskan semuanya. Berusaha memberikan pengertian agar Tia mau berubah pikiran dan menerima lamaran nya yang belum resmi ini.


__ADS_2