Posesif Husband

Posesif Husband
Ulah Sean


__ADS_3

Sedangkan di kediaman Niko saat ini seluruh penghuni rumah sedang dibuat kerepotan oleh Sean. Bagaimana tidak anak itu pagi pagi sudah buat heboh seisi rumah. Dimana saat Mama nya sedang sibuk berkutat di dapur untuk membuat sarapan. Sean yang tadinya di temani oleh pengasuhnya untuk main di taman belakang.


Saat ini malah sudah memasukkan semua anak kelinci kedalam kolam renang. Bahkan sampai ke induk induknya juga. Padahal ia baru saja di tinggal sebentar oleh babysitter untuk mengangkat telpon.


Dan sekarang tak hanya kelinci saja isi kolam renangnya. Melainkan sudah bertaburan kelopak bunga mawar yang ia petik sendiri di taman.


"Astaghfirullah Sean". Icha menarik nafasnya kasar bahkan ia pun hanya bisa menepuk jidadnya saja akan ulah putranya itu.


Namun, sang putra malah dengan santainya sedang memainkan air dari kran yang ada di pinggiran kolam renang.


" Sayang kemarilah!!!. Kita mandi dulu!. Itu udah basah semua ". Seru Icha yang kini mulai menghampiri putranya.


" Maaf nyonya tadi tuan muda hanya saya tinggal angkat telpon sebentar ". Ucap Sang babysitter merasa bersalah dan teledor menjaga Sean yang sedang aktif aktifnya.


" Tidak papa mba. Lain kali harus lebih hati hati lagi ya!!. Takutnya Sean malah ikut kecebur ke kolam ".

__ADS_1


" Baik Nyonya. Sekali lagi saya minta maaf!!". Icha pun hanya mengangguk kan kepalanya sambil tersenyum. Sedikit pun Icha tidak marah pada babysitter Sean.


Hanya saja ia sedikit memberikan nasehat agar lebih hati hati lagi menjaga putranya yang memang super aktif itu.


Sementara tukang kebun dan juga pelayan sibuk mendaratkan semua kelinci yang Sean ceburkan ke kolam renang. Dan kini tugas mereka jadi bertambah lagi. Karena harus membersihkan kolam renangnya. Dari bunga bunga satu taman yang Sean taburkan. Entah segesit apa anak itu memetik bunga nya. Sampai sampai sekarang Taman milik Mamanya sudah pada gundul.


"Ayo sayang ikut mama!!. Kita mandi". Seru Icha lagi membujuk putranya yang masih asyik main air tanpa perduli dingin.


" Astaga Sean... " . Pekik Icha saat kran air nya malah ikut cebol karena ditarik oleh putranya.


" Sean, no!!!. Jangan masuk lewat sana sayang!!! ". Teriak Icha yang mulai ikut mengejar putranya.


Sedangkan para pelayan hanya bisa menghela nafasnya saja. Sudah dapat dipastikan keadaan rumah sekarang sudah ikutan basah. Mau marah pun tidak bisa. Belum juga selesai urusan kolam renang. Sekarang malah di tambah lagi dengan harus mengepel ulang lantai.


🌿🌿🌿🌿🌿

__ADS_1


Icha memijit pelipisnya sarapan yang seharusnya sudah selesai sejak satu jam yang lalu. Kini malah baru saja kelar. Sedangkan jam di dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Icha mulai merasa kerepotan kalau tidak ada suaminya dirumah seperti sekarang ini. Karena Niko masih di Singapura urusan bisnisnya. Dan baru sore nanti ia pulang.


Biasanya setiap pagi Sean memang selalu mandi bersama Papanya. Dan sudah rapi dan segar saat mau sarapan. Tapi, karena Papanya sedang tidak ada dirumah Sean malah membuat ulah.


" Sean, ingat ya!. Jangan aneh aneh lagi!!. Nanti kelincinya Mama jual kalau hanya untuk di ceburin ke kolam ". Icha mulai memberikan ancamam pada putranya.


" Yes Mam". Jawab Sean datar. Entah ia paham atau tidak.


"Ayo cepat habisin sarapan nya!!. Udah itu Sean main di temani mba suster ya!!! ". Sean pun hanya menganggukkan kepalanya saja sambil mengunyah Sandwich nya.


Jika begini mungkin Icha akan kembali membicarakan masalah adik untuk Sean. Ia tidak mau sampai Sean merasa kekurangan kasih sayangnya. Kalau seandainya Sean harus mempunyai adik sekarang. Karena akhir akhir ini Sean semakin aktif dan selalu membuat ulah.


Icha akan berpikir ulang kembali dengan rencana nya dan juga suaminya. Apalagi mereka juga sama sama sibuk dengan pekerjaan masing masing. Icha takut jika babysitter nya akan kecolongan lagi. seperti tadi pagi. Sedangkan Sean memang perlu pengawasan ektra. Tidak cukup hanya mengandalkan babysitter saja.

__ADS_1


TBC


__ADS_2