Posesif Husband

Posesif Husband
Sama Sama Gila


__ADS_3

Brakkkk...


"Awww... " Shasa sedikit meringis ketika bahunya tak sengaja berbenturan dengan seseorang. Bahkan kantong kresek yang tadi ia bawa sudah jatuh ke tanah , Membuat isinya juga ikut terjatuh.


Dengan gerakan cepat Shasa pun langsung memunguti apa yang barusan ia beli di Apotik itu. Ya Karena Shasa tadi pamit ke luar hanya ingin pergi ke Apotik. Untuk membeli benda pendeteksi sesuatu pada Icha.


"Untuk siapa benda itu??? ".Bariton suara tegas bertanya pada Shasa. Membuat Shasa langsung menghentikan gerakan tangannya. Dan mendongakkan kepalanya menatap siapa pria yang sudah menabrak bahunya tadi.


" What???. Oh no. Ini tidak mungkin. Kenapa tiba tiba dia ada disini sih? ".Shasa langsung melotot sempurna melihat sosok pria yang tadi siang sempat ia cari sampai ke Apartemen nya. Dan Shasa pun merutuki kebodohan dirinya itu.


Pria itu melambaikan tangannya tepat di depan wajah Shasa. Karena Shasa masih terbengong saja. Bukannya menjawab malah melongo.


" Are you Okey??? ".Tanya Candra sambil menaitkan kedua alisnya.


" Tadinya iya, sekarang tidak??? ".Sahut Shasa ketus. Dan ia pun kembali memupuni alat yang ia beli dari apotik itu.


Candra pun hanya memandang datar. Sedangakan Shasa berniat langsung pergi setelah selesai memungut semua benda yang sempat ia beli tadi.


" Tunggu!!!! ".Candra mencekal pergelangan tangan Shasa ketika gadis remaja itu ingin berlalu pergi. meninggalkan nya begitu saja. Padahal Candra sudah tahu semuanya jika tadi siang Shasa mengaku sebagai tunangannya. Bahkan ia mengakuinya di depan umum lagi.


"Lepas!!! ".Ucap Shasa sambil melirik arah pergelangan tanganya. Minta di lepaskan dari tautan tangan Candra.


" No".Jawab Candra singkat.

__ADS_1


"Lepaskan!!! ".Ulang Shasa sedikit menaikkan volume suaranya. Membuat semua orang yang ada didepan apotik kini menatap kearah mereka berdua. Mereka bahkan lebih nampak seperti sepasang suami istri yang sedang bertengkar saat ini.


" Kalau tidak gue teriak nih! ".Ancam Shasa karena kesal . Pria di hadapan nya itu penuh kharisma yang kuat. Membuatnya sedikit gugup saat menatap matanya. Itulah sebabnya Shasa ingin cepat cepat kabur dari hadapan nya. Apalagi ketika melihat wajah itu Shasa menjadi ingat kembali kenangan kemesuman mereka berdua malam itu.


" Kenapa harus dilepaskan. Bukankah kau tunangan ku?. Hm? ".Jawab Candra dengan santainya.


" What???. Sejak kapan kita bertu... "Shasa menggantung ucapannya ketika ia ingat jika siang tadi ia memang sudah gila.


" Kenapa???. Baru ingat sekarang?. Hm? ".Goda Candra dengan sudut bibir yang terangkat.


" Siapa juga yang bilang kita bertunangan?. Aku hanya bercanda saja. Hihihi".Shasa malah nyengir kuda karena malu saat ketahuan pada orangnya. "Udah ah, aku mau pulang dulu sudah malam, bye".Shasa berusaha menarik tangannya dari cekalan pria itu tapi Candra malah semakin erat memeganginya.


" Hais... Sebenarnya apa sih mau nya loe???? ".Tanya Shasa sedikit ketus.


" What???. Yang benar saja. Apa anda sedang mengalami puber kedua tuan??? ".Ledek Shasa mengejek.


" Kenapa???. Bukankah kita sudah pernah saling... "Candra sengaja menjeda kata kata nya seraya menarik tutunkan alisnya. Membuat Shasa reflek menutup mulut Candra dengan tangan kanannya karena tangan kirinya masih dicekal oleh Candra.


Sang asisten Tomy pun langsung melotot sempurna. Ketika melihat seseoarang dengan beraninya membekap mulut atasanya itu. Apalagi yang lebih parah nya ia masih gadis dibawah umur lagi.


Sejenak keduanya saling tatap karena jarak keduanya terlihat sedikit intens. Hingga deheman Tommy membuat keduanya langsung sadar. Shasa juga langsung menjaga jarak nya.


"Makanya jawab dulu!!!. Untuk apa kau beli benda itu??? ".Tanya Candra yang masih penasaran.

__ADS_1


Shasa pun kembali melirik kantong kresek nya. Lalu ia pun tersenyum sinis. " Pikir saja sendiri!!!. Benda ini digunakan untuk apa??? ".Shasa malah dengan beraninya mengajukan pertanyaan nya.


Lalu Shasa juga kembali mendekat kan dirinya pada tubuh Candra. Kemudian ia berbisik pelan agar tidak di dengar oleh orang orang yang ada di sana. " Tentu saja untuk mengetes kehamilan bukan?? ".Bisik Shasa dengan ide jahilnya.


Candra pun mengerutkan keningnya bingung. Lalu Shasa pun memanfaatkan kesempatan untuk melepaskan tangannya. Kala Candra sedang tidak fokus akan bisikan halusnya tadi.


" Jangan bilang kalau kau sedang....


"Yups... Tepat sekali tuan asisten yang terhormat".Potong Shasa sambil menaikan turunkan alisnya.


Candra yang sudah bisa membaca gerak gerik Shasa kini malah bertanya. " Apa kau sedang mengandung benih ku??? ".Celetuk Candra dengan lantangnya. Dan membuat mereka kembali menjadi pusat perhatian orang orang banyak.


" Oh Astaga... "Shasa menepuk jidadnya kesal. Tapi ia malah menatap wajah pria yang sudah mencuri ciuman pertamanya serta menyentuh miliknya pertama kali nya itu dengan tatapan kesalnya.


" Kau pikir hanya pakai jari saja, sudah bisa hamil?. Hm? ".Lirih Shasa sambil menahan emosinya.


" Kalau begitu kenapa tidak kita coba pakai yang lebih besar saja daripada jari?. Hm? ".Goda Candra seraya tersenyum licik. " Yang ini misalnya ".Candra pun melirik arah bawah dimana pikiran Shasa langsung terarah ke pusakanya.


" Dasar gila".Upat Shasa kesal sambil berlaku pergi. Menjauhi pria yang membuat nya berpikiran yang tidak tidak saja.


"Kau bisa datang kapan pun baby!!!. Aku siap akan hal itu".Teriak Candra sambil menggoda gadis remaja itu. Sedangkan Shasa hanya mencelos sambil menurunkan jempolnya saat ia akan masuk kedalam mobilnya.


TBC

__ADS_1


__ADS_2