Posesif Husband

Posesif Husband
Berulah Kembali


__ADS_3

Shasa pun langsung menoleh kesamping dan betapa terkejutnya Shasa saat matanya bersihtatap dengan mata tajam milik Candra. Degup jantung Shasa nampak tidak teratur. Bahkan Shasa pun nampak melotot sempurna. Ia tidak menyangkal jika sejak tadi itu bukan halusinasi nya saja. Melainkan kenyataan jika Candra ada dibelakangnya.


"Kenapa??. Kau pikir bisa menghindari ku begitu saja?. Hm? ".Candra mengulum senyum tipis dengan seringai licik diwajahnya.


" Hais...memangnya abang siapa, yang harus aku hindari??? ".Shasa memang tidak pernah merasa takut dengan Candra. Ia malah terlihat menantang pria dewasa berotak ************ itu dengan beraninya.


" Kau lupa sayang?. Jika aku adalah calon suamimu. Hm? ".Lagi lagi Candra menekankan kata calon suami pada gadis remaja itu.


Candra juga semakin mencondongkan tubuh nya. Mendekat kearah Shasa yang kini duduk di kursi yang ada di pinggir kolam renang. Yang nampak dari kejauhan jika Candra dan Shasa saat ini sedang berciuman.


" Oh My god".Pekik Lulu sambil menganga memegangi kedua pipinya. Melihat interaksi Shasa dengan seorang pria.


"Ada apa Lu??? ".Luna pun ikut bingung akan ekspresi wajah Lulu saat ini. Bahkan Lulu sampai melotot tak percaya. Melihat sahabat nya satu itu.


" Apa gue lagi halu???. Oh astaga".Lulu menepuk jidadnya sendiri. Ia juga nampak seperti orang linglung dan sesekali menatap kearah Shasa.


Luna yang penasaran akan tatapan Lulu. Kini pun ikut memandang kearah tatapan Lulu.Ketika ia melihat apa yang tadi dilihat Lulu. Luna pun nampak diam. Tapi Luna tak berekspresi seperti Lulu yang sangat lebay.


"Apa kakak juga melihat apa yang barusan Lulu lihat??? ".Tanya Lulu dengan lirih. Luna pun mengangguk kan kepalanya jujur. Sembari keduanya saling pandang lalu kembali menatap kearah Shasa kembali.

__ADS_1


Daren dan Nikki pun nampak penasaran apa yang sedang si kembar itu lakukan. Keduanya nampak seperti orang bodoh. Tapi tidak berani untuk bicara.


" Kalian berdua ngapain sih??? ".Tanya Nikki yang juga ikut menatap kearah pandangan keduanya.


" Eh... Busyet. Mereka berdua lagi ngapain??? ".Nikki pun tampak terkejut tapi ia lebih histeris dari Luna dan Lulu.


" Woi.... sadar woi!!!. Masih belum hahal! ".Teriak Nikki dengan lantang.


Baik Candra maupun Shasa kini pun menoleh . Mereka berdua ternyata baru sadar jika ada empat manusia yang sedang menatap kearahnya. Shasa pun menghela nafasnya pelan. Seraya mendorong pelan dada bidang Candra.


Shasa pun sempat menatap Candra dengan tatapan tajamnya. "Gara gara abang nih. Pasti mereka berpikir yang tidak tidak tentang kita barusan".Lirih Shasa sambil memukul lengan tangan Candra kesal.


Mungkin pria cabul itu sudah tidak bisa menahan diri lebih lama lagi. Apalagi Shasa sudah selesai ujian akhir sekolah. Ia sudah merencanakan sejak jauh jauh hari.Bahkan pembicaraan jya dengan Anton satu minggu yang lalu, Membuat nya semakin semangat saja.


Lampu hijau dari kedua orang tua Shasa. Membuat Candra tidak perlu pusing memikirkan cara untuk menaklukkan hati Shasa. Itulah sebabnya Candra sengaja tidak menganggu Shasa ketika ia sedang menghadapi ujian akhir sekolah.


Sebab itu juga adalah perjanjian nya dengan Daddy Anton. Agar Shasa bisa tenang dan fokus pada ujiannya terlebih dahulu.


"Awas... Minggir!!!. Aku mau lewat".Shasa yang bangkit dengan tergesa-gesa dari tempat duduknya. Seraya mendorong kasar dada Candra lagi.

__ADS_1


Membuat gadis itu pun oleng. Kakinya terpleset karena ia tidak kakinya salah menginjak. Dan dengan refleks Shasa pun menarik tangan Candra. Candra yang belum siap pun ikut terhuyung kesamping. Dan akhirnya.


Byurrrr....


Keduanya masuk kedalam kolam renang secara bersamaan. Dengan posisi Candra yang ada di atas tubuh Shasa. Candra pun menyeringai licik saat itu juga. Ia tidak pernah menyia nyiakan kesempatan yang ada.


Candra pun dengan gerakan cepat langsung menarik tekuk leher Shasa. Dan menyambar bibir Merah delima itu. Yang sejak tadi tidak tahan untuk ia sesap.Menolak pun percuma bagi Shasa. Karena Candra tak akan menyerah begitu saja.


Bukannya berusaha nak ke permukaan. Candra malah semakin menyelam sambil terus menyesap benda kenyal nan menggoda sejak tadi. Melahabnya dengan rakus. Shasa pun sempat berontak tapi begitu satu tangan Candra kini sudah menyusup masuk kedalam dressnya. Shasa hanya bisa pasrah namun tak rela.


Tapi tubuhnya selalu merespon lebih. Anehnya Shasa selalu berpikir ingin lebih dari sekedar ini saja. Candra semakin mengulum senyum liciknya ketika merasakan respon berbeda dari tubuh Shasa.


Hingga suara teriakan dari ke empat orang di atas sana. Membuat Shasa kembali berontak. Dan berusaha melepaskan pagutan bibir Candra.


Shasa pun menyembuhkan kepalanya terlebih dahulu. Tapi Candra sengaja bertahan dibawah sana. Ia malah semakin konyol. Dengan terus memegangi daerah favorit nya. Membuat Shasa kesal bercampur takut jika Nikki melihat aksi gila pria cabul itu dibawah sana.


"Dek, loe baik baik saja kan??? ".Tanya Nikki yang merasa enggan untuk turun ke kolam renang itu. Karena tadi Shasa jatuhnya bersamaan dengan Candra.


" Hem".Jawab Shasa sambil menahan sesuatu dibawah sana. Shasa juga menarik tangan Candra agar ikut naik kepermukaan. Tapi pria itu malah nampak enggan.

__ADS_1


__ADS_2