Posesif Husband

Posesif Husband
Gak Anak, Gak Mantu, Gak Mertua Sama Saja


__ADS_3

SKIP... SKIP....


WARNING!!!!


BACANYA HABIS BUKA PUASA AJA YA GENGS BIAR GAK IKUTAN NGAMES DAN BASAH KUYUP, KALAU ADA YANG MASIH NEKAD JANGAN SALAHIN BUNDA OTHOR YA🤭🤭🤭🙏


Shasa kembali melenguh nikmat di saat suaminya mulai memainkan miliknya dibawah sana. Mengabsen dan menyusuri setiap rongga goa memabukkan itu. Yang kini sudah mulai lembab akan ulahnya.


"Akhh... ".


Lagi lagi suara merdu Shasa kembali terdengar di telinga Candra. Membuat mentimun nya kini semakin mengembang . Mengeras sempurna dengan sendirinya. Hanya mendengar suara kalbu istrinya.


Shasa menjambak rambut suaminya. Dan tubuh Shasa dibuat menggeliat seperti cacing kepanasan. Sungguh rasa ini bagaikan rasa yang sangat sulit untuk di ungkapan dengan kata kata mutiara.


Nikmat tiada banding hanya dengan susuran benda tak bertulang Candra. Belum lagi remasan manjah di bagian bukit sintalnya.Semakin membuat Shasa terus tak berdaya . Rasanya begitu susah untuk di deskripsikan dengan ungkapan kata.


"Mau memainkannya juga tidak??? ".Tawar Candra sambil menurunkan kain penutup mentimun nya yang tipis itu.


Senyum penuh kabut gairah istrinya. Membuat Candra langsung menyodorkan mentimun nya yang sudah menegak tingkat dewa. Pada mulut mungil Shasa.


" Uuhhh... ".


Lenguh Candra memejamkan matanya, ketika mentimun berurat itu mulai di basahi oleh saliva istrinya. Mengabsen setiap sisi nya yang kini semakin terlihat membengkak.


" Come on sayang!!! ".


Rancau Candra ketika Shasa sudah menaik turunkan kepalanya. Agar ia bisa membuat mentimun berurat kebanggaan mereka semakin besar. Hingga Candra yang tidak tahan lagi. Kini langsung menarik tubuh istrinya.


Shasa pun hanya menurut begitu saja. Dan sekarang malah Candra yang duduk di sofa. Sedangkan Shasa disuruh untuk naik ke pangkuan nya.

__ADS_1


" Lakukan sayang!!! ".Lirih Candra yang sudah dipenuhi oleh kabut gairah.


" Ooohhh... Yes...".


Candra kembali meracau ketika ia kembali merasakan hangatnya dalamnya goa sempit nan lembab itu. Mencengram erat mentimun nya di dalam sana.


Sungguh jika sudah begini Candra malah terbuai. Apalagi saat Shasa mulai bergoyang dumang. Dengan beraninya Shasa juga ikut menatap wajah suaminya.


"Kau memang jagonya sayang".Puji Candra sembari menyambar benda bewarna merah muda istrinya.


" Apa seenak itu???. Hm?? ".God Shasa ketika Candra menjeda pagutannya nya.


" Sangat luar biasa".Jawab Candra yang kembali menarik tekuk leher istrinya. Menyambar kembali. bibir merah delima itu dengan sangat rakus.


Hingga suara tangisan Sean membuyarkan semangat Shasa. Candra menoleh kearah ranjang. Dimana Sean tertidur.


"Sean bangun bang".Shasa mulai tak fokus dan ingin turun dari pangkuan suaminya.


"Nanti kita lanjutkan lagi sayang. Sekarang Sean bangun, mungkin butuh susu".Jawab Shasa yang mulai menurunkan kakinya ke lantai yang di lapisi karpet bulu.


" Mana bisa begitu sayang. Yang ada harus mulai dari awal lagi".Candra masih saja nampak tidak terima jika harus berhenti sekarang.


"Tunggu disini!!!. Biar aku saja yang urus Sean".Seru Candra yang langsung bangkit dan memakai kembali boxer nya.


Candra pun melangkah menuju ranjang. Dimana Sean benar benar sudah bangun dengan terus menangis. Lalu Candra malah menggendong Sean lalu kembali melangkah.


" Mau kemana bang??? ".Seru Shasa saat Suaminya malah melangkah kearah pintu kamarnya.


" Mengantarkan Sean pada orang tuanya".Jawab Candra yang terlihat tergopoh gopoh. Sedangkan Shasa hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja sambil memgulum senyum gelinya.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


"Ko.... Niko... putramu butuh Asi nih".Teriak Candra dari depan pintu kamar yang dihuni oleh Icha dan Niko malam ini.


Tapi pintu itu tak kunjung terbuka juga. Membuat Candra menghela nafasnya kasar. Sudah hampir satu menit berdiri dengan Sean yang mulai terisak isak dalam gendongan nya.


Sean semakin mengusal pada dada bidang Candra yang tidak memakai baju itu. Ia bahkan hanya memakai Boxer nya saja. Dengan Mentimun nya yang masih sedikit tegang. Dan terlihat menonjol. Beruntung lampu sudah pada mati. Dan art juga sudah pada tidur.


Jadi tidak melihat bagaimana seksinya Candra malam ini. Sambil menggendong baby Sean . Candra mengupat kesal saat samar samar ia mendengar suara ******* halus dari dalam kamar.


"Haiss... Sial. Ternyata Niko juga sedang bercocok tanam".Upat Candra kesal.


Ia pun langsung berbalik arah dan menuju ke lantai dasar. Dimana kamar kedua mertuanya berada. Candra masih beruntung ketika turun. Ia melihat Daddy nya baru saja akan masuk kedalam kamar dengan bertelanjang dada. Sama seperti dirinya.


"Daddy... Tunggu!!! ".Seru Candra. Membuat Anton langsung menutup kembali pintu kamarnya.


" Ada apa Candra??? ".Tanya Anton terlihat sedikit gugup.


Membuat Candra menautkan kedua alisnya. Tapi tatapan Candra langsung mengarah pada sesuatu di bawah sana. Dan kemudian Candra langsung menyerahkan Baby Sean yang sudah mulai kembali tertidur pada Daddy mertuanya.


" Titip Sean sebentar Dad!!!. Kedua orang tuanya sedang mencetak adik untuk Sean ".Seloroh Candra santai.


" Tapi Daddy...


"Ayolah Dad, malam ini saja!!!. Aku masih ada urusan yang belum terselesaikan dengan istriku".Potong Candra kurang ajar. Bahkan Candra pun sambil berlari menuju lantai atas kembali.


Setelah ia menyodorkan Sean pada Opa nya. Membuat Anton hanya bisa pasrah. Dan dengan helaan nafas beratnya. Anton masuk kedalam kamarnya kembali. Sambil menggendong Sean dan juga botol minum dingin di tangannya.


"Hehehe... Mengalah dulu sayang".Ucap Anton menyengir kuda saat melihat tatapan tajam istrinya yang juga masih polos di atas ranjangnya.

__ADS_1


TBC


__ADS_2