
Shasa sedikit ragu untuk turun dari mobil mewah milik Candra, Saat mereka telah tiba di bangunan megah layaknya sebuah istana seperti di negeri dongeng. Karena bangunan itu terletak jauh dari pusat kota. Bangunan mewah nanti megah yang dibangun ditengah tengah hutan.
Bahkan suasananya sangat asri, dan hanya suara kicauan burung liat saja yang terdengar disini. Tidak ada satupun deru suara kendaraan lainnya.
"Ayo turun!!! ".Perintah Candra setelah membukakan pintu mobil untuk Shasa. Candra juga sambil menggerakkan kepalanya memberi kode agar Shasa segera turun dari mobilnya.
" Ini rumah siapa??? ".Tanya Shasa mulai penasaran. Candra pun hanya menarik sudut bibirnya.
Shasa pun sembari turun dari mobil mewah milik pria gila yang selalu membuatnya sport jantung. Tiap kali ia berada di dekatnya rasanya degupan jantung Shasa berasa ingin keluar dari tempatnya.
" Hei, kamu belum jawab pertanyaan ku tadi??? ".Shasa mencekal tangan Candra ketika pria itu hendak melangkah masuk kedalam bangunan kokoh nan megah itu. " Kita ini di rumah siapa??? ".Shasa bahkan tidak menggunakan kata elo gue lagi pada Candra.
Gadis remaja itu pun nampak mengedarkan pandangannya. Menelisik sekeliling bangunan itu. Ia juga merasa terpesona akan setiap suasana di sekitar bangunan itu. Shasa tidak bisa membayangkan berapa uang yang dihabiskan untuk membangun istana megah ini.
Candra pun kembali menarik sudut bibirnya ketika melihat Shasa yang nampak mengagumi mension pribadinya itu. " Kau suka tempat ini??? ".Tanya Candra pelan dengan seringai liciknya.
Tanpa sadar Shasa pun malah mengangguk kan kepalanya. " Mewah, luas, dan juga sangat asri. Aku suka suasana seperti ini".Lirih Shasa pelan. Membuat Candra pun menyeringai licik kembali mendengar jawaban Shasa.
__ADS_1
"Bagus lah kalau kau suka".Sahut Candra santai.
" Apa??. Siapa juga yang suka. Antarkan aku pulang sekarang!".Lagian aku tidak tahu bangunan ini milik siapa??? ".Shasa yang baru sadar akan ucapan konyolnya tadi pun berusaha untuk mengelak.
Candra pun hanya terkekeh sendiri. Seraya malah melangkah masuk kedalam mensionnya.Shasa yang ditinggal begitu saja pun kini ikutan masuk.
" Selamat siang tuan ".Sapa seorang wanita dengan setelan blazer hitam nya lengkap. Membungkuk hormat pada Candra saat pria itu berada di hadapan nya.
Shasa yang melihat pun hanya menatap dengan ekspresi bingungnya. Apalagi ketika Shasa mendengar sebutan tuan oleh wanita itu. Membuat Shasa berasumsi jika Candra bukanlah orang biasa saja.
" Sudah tuan. Makan siang sudah siap sesuai perintah tuan".Jawab wanita itu cepat.
Shasa hanya berekspresi tenang sambil terus ikut memperhatikan wanita yang sedang berbicara pada pria yang membawanya ke tempat ini.
"Ayo masuk!!! ".Ajak Candra ketika ia sudah berbicara pada orang kepercayaannya untuk menjaga serta mengatur semua di mension nya selama ia tidak ada disana.
" Ogah, aku mau pulang".Tolak Shasa sambil menyilangkan kedua tangan nya didepan dadanya.
__ADS_1
Tanpa banyak bicara lagi Candra pun langsung mengangkat tubuh gadis itu untuk ikut dengannya masuk kedalam mension. Karena Shasa baginya sangat keras kepala sekali.
"Aww... Lepas!!!".Berontak Shasa sambil memukul mukul dada bidang Candra. Tapi aroma maskulin yang melekat pada tubuh pria itu sejenak membuat Shasa tenang dan ia juga tak menyia nyiakan kesempatan untuk menghirup aroma wangi itu dalam dalam.
" Awalnya berontak tapi lama lama malah nempel".Sindir Candra mengulum senyumnya. Saat melihat Shasa malah menempelkan wajahnya pada dada bidangnya. Karena ia menggendong tubuh Shasa ala bridal.
Shasa pun langsung mengangkat wajahnya menatap malas pada wajah tampan pria dewasa yang masih saja menggendong tubuhnya, Masuk kedalam mension mewah yang dalamnya jauh lebih mewah lagi daripada yang di luarnya.
Candra pun baru menurunkan Shasa ketika mereka sampai di meja makan. Disana juga sudah ada banyak pelayan yang berdiri di samping meja makan. Semua furniture dimension ini juga sangat mewah dan harganya juga bukan main main. Membuat Shasa menautkan kedua alisnya.
"Sebenarnya kita ada dirumah siapa sih??? ".Shasa kembali bertanya sambil berbisik pada Candra.
" Ini akan menjadi mension kita nanti setelah menikah".Jawab Candra dengan sangat santai.
"What, kita berdua?. Menikah? ".Shasa langsung melotot sempurna ketika Candra malah langsung mengangguk kan kepalanya.
" Oh astaga... Mimpi buruk apalagi ini?? ".Shasa menepuk jidanya berusaha mencerna semua ucapan Candra barusan.
__ADS_1