Posesif Husband

Posesif Husband
Ulah si Kembar 2L


__ADS_3

Saat Niko dan Icha sedang mengadakan acara lamaran dan sekaligus acara pertunangan nya di Malang. Sedangkan, saat ini juga si kembar L malah asyik bermain bulu tangkis si rumahnya.


"Non Luna ada telpon".Ucap Seorang Art sambil menghampiri anak majikannya itu.


" Iya bi, tunggu sebentar ".Luna pun menyudahi permainan nya. Dan langsung berlari kearah Art nya. Di susul oleh Lulu.


" Dari siapa bik??? ".Luna bertanya sambil meraih botol air mineral yang ada di meja di taman belakang itu.


" Den Nikki Non".


Uhuk... Uhukkk...


Luna langsung tersedak air minumnya saat mendengar nama Nikki.


"Udah sana, telpon balik!!. Calon suamimu kangen kali".Goda Lulu sambil mengulum senyumnya.


" Resek loh".Luna langsung melempar Lulu dengan handuk kecilnya. Lalu ia segera melangkah pergi ke dalam rumah. Meninggalkan Lulu sendirian di taman belakang.


"Mau kemana Non??? ".Tanya bibi Art itu saat melihat Lulu juga ikut beranjak pergi.


" Suruh mang kardi siapin mobil bik!!!. Aku mau keluar sebentar ".Ucapnya sambil berlalu pergi.


" Tapi Non kata tuan nona tidak boleh menyetir sendirian!!! ".


" Papa lagi gak ada dirumah bi, tante Maya juga lagi pergi. Jadi aman bukan???. Asal orang dirumah tidak mengadu sama Papa dan Mama".Jawab Lulu sambil sedikit berteriak karena ia sudah sampai di pangkal tangga menuju ke lantai atas.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


"Lu... Lulu... " Luna berteriak memanggil manggil nama saudara kembarnya. Tapi sejak tadi yang di panggil belum menampakkan dirinya.


"Lulu... Bik lihat Lulu gak??? ".Tanya Luna dengan penampilan yang sudah rapi juga.


" Non Lulu kan udah pergi sejak 15 menit yang lalu non.".Jawab Art itu. Membuat Luna mengerutkan keningnya.


"Pergi??? ".Tanyanya lagi bik Art hanya menganggukkan kepala. " Sama siapa bik??? ".


" Sendiri Non, malah Non Lulu bawa mobil juga".


Luna pun langsung tersenyum. Lalu segera turun dari lantai atas. "Mang kardi.... ".Panggil Luna sambul terus memanggil sopir pribadi keluarganya itu.


Art itu hanya menggeleng kan kepalanya saja melihat tingkah anak majikannya itu. Mereka selalu saja bikin ulah jika tidak di awasi langsung oleh kedua orang tuanya.


"Nanti kalau tuan dan Nyonya tanya gimana dong??? ".Ucap Pak Kardi bingung.


" Udah, Pak jawab aja dengan kebohongan!!. Yang penting Non Luna dan Lulu bisa jaga diri dan pulang dengan selamat".Jawab Art itu menenangkan suaminya yang juga sopir di rumah Lana.


🌿🌿🌿🌿🌿


Disinilah Lulu saat ini. Ia sudah duduk santai di sebuah cafe yang pengunjung nya sangat ramai. Lulu duduk dengan memainkan ponselnya. Hingga pesenan minuman dan cemilan nya datang.


"Makasih mbak".Ucap Lulu tersenyum ramah pada pelayan cafe itu.

__ADS_1


" Sama sama mba. Apa ada yang ingin mba pesan kembali??? ".Tanya pelayan cafe ramah.


" Oh, udah cukup mbak. Nanti kalau kurang saya panggil lagi deh".Membuat pelayan cafe itu mengangguk setuju dan segera pamit kembali kebelakang.


Lulu pun langsung menyeruput jus melon nya. Kemudian menikmati cemilan nya seorang diri. Hingga ada seorang pria datang menghampiri nya.


"Boleh saya duduk di sini Nona??? ".Ucap Pria itu sambil tersenyum.


Lulu langsung mendongak kepalanya. Dan kini ikut menatap wajah pria yang ada di samping tempat duduknya itu. Lulu pun mengedarkan pandang nya. Melihat sekelilingnya.


" Semua meja sudah penuh terisi pengunjung. Dan hanya kursi ini yang masih kosong. Jika anda tidak keberatan maka aku akan mengisinya ".Ucap Pria itu ramah.


Dengan sedikit ragu karena memang benar semua meja dan kursi sudah berpenghuni karena ini jam makan siang. Akhirnya Lulu mempersilahkan pria itu untuk duduk satu meja dengannya.


" Duduk saja!!! ".Ucap Lulu santai.


" Terimakasih Nona".Lulu pun hanya menganggukkan kepalanya dan kembali fokus pada cemilan dan juga ponselnya.


Tak berselang lama seorang pelayan cafe datang membawa nampan berisi cemilan dan juga minuman hangat.


"Ini pesanan anda tadi tuan ".Pria itu pun menggangu kan kepalanya. Di samping itu pelayan wanita itu meletakkan pesanan pria di meja yang sama dengan Lulu.


Lulu hanya melirik sekilas dan tanpa ingin berkomentar Lulu kembali fokus pada layar ponselnya. Ia tidak terusik sedikitpun meskipun pria di hadapan nya itu terlihat tampan dan keren. Sebisa mungkin Lulu bersikap santai padahal dalam hatinya ia juga terpesona akan ketampanan pria itu.


Namun, Lulu juga bisa jual mahal walaupun ia kagum dan terpesona. Ia pura pura tak terusik dan bersikap cuek saja.

__ADS_1


Sedangkan para gadis yang ada di meja sebelah selalu saja menatap kearah pria itu dengan tatapan penuh puja dan juga kagum.


TBC


__ADS_2