Posesif Husband

Posesif Husband
Akhirnya Sah


__ADS_3

"Luna loe kapan nyusul nih??? ".Setelah acaranya tangis bahagia nya Cinta. Kini Shasa malah meledek Luna yang sejak tadi terus memperhatikan nya.


Pertanyaan Shasa membuat semua orang kini menatap kearah Luna. Terang saja Luna jadi sedikit gugup. " Gue... Masih lama lah".Sahut Luna gugup karena semua mata tertuju padanya.


"Atau Lulu aja yang mau ikutan nyusul gue!! ".Lagi lagi Shasa membuat si kembar L sedikit kesal akan pertanyaan itu.


" Yee, kalau gue mau selesaiin wisuda dulu dong. Lagian gue kagak sebelum elu bestie".Jawab Lulu sambil terkekeh.


Mereka tahu apa yang terjadi pada Shasa. Sehingga mereka di nikahkan secepat ini. Tapi Shasa malah tak kesal sedikitpun saat di ledek oleh sahabat nya. Karena memang itu kenyataan nya.


"Tapi kak Luna tuh kayaknya gak lama lagi nyusul loe Sha naik pelaminan".Seru Lulu dengan santainya.


" Apaan sih Lu. Jangan aneh aneh deh!!! ".


Luna terlihat langsung protes karena saudara kembarnya mulai membuatnya kesal.


" Mending nikah kak, daripada ikutan mesum sama kek Shasa".Lulu kembali berkomentar.


"Memangnya Luna udah semesum apa??? ".Shasa sambil mengulum senyumnya. Karena ia tahu Lulu itu sedikit ember mulutnya. Jadi, ia akan berkata jujur jika terus di tanya.


" Kak Luna dan Nikki itu udah pernah ciuman bibir ".


" Apa???.

__ADS_1


"What??? ".


Jawaban Lulu membuat Raya dan Cinta langsung terkejut. Tapi Kinan hanya menahan kekehan nya saja. Sedangkan Luna sudah membungkam mulut Lulu agar tidak melanjutkan cerita nya kembali. Shasa pun langsung tertawa lepas. Karena ap yang ia curigai selama ini ternyata benar adanya.


Sebab, Shasa tau bagaimana abangnya yang bernama Nikki itu. Seorang player seperti Nikki tentunya sangat mudah membujuk dan meluluhkan seorang gadis. Apalagi gadis itu sama sama menyukai dan mencintainya.


"Sepertinya setelah ini. Kita berdua akan benar benar menjadi besan Raya".Ucap Cinta sambil melirik Raya yang kini hanya mengangguk kan kepalanya.


🌿🌿🌿🌿🌿


Suasana di taman belakang kediaman Anton dan Cinta. Kini sudah nampak ramai dengan para keluarga besar dan juga para tamu undangan yang beruntung bisa ikut menghadiri acara pernikahan Candra dan juga Shasa.


Bahkan disana bik Imah pun sudah nampak rapi dengan setelan kebaya modern nya. Meskipun usianya yang sudah tidak muda lagi. Tak membuat wanita paruh baya itu nampak begitu tua. Rambutnya yang mulai memutih. Yang di sanggul rapi dan ikut di rias oleh MUA.


"Ehem... ehem... ".Anton berdehem beberapa kali. Untuk menyadarkan sang calon mantu laknatnya itu.


Tak berselang lama pun pak penghulu mulai membuka suaranya. Dan setelah menanyakan beberapa hal pada calon mempelai. Tibalah saatnya kini Anton sebagai wali sang putri. Memulai proses ijab qobul yang di saksikan oleh banyak orang dan keluarga besarnya.


"Saya terima nikah dan kawinnya Neysha Erlangga Putri binti Anton Erlangga dengan mas kawin tersebut dibayar tunai".


Hanya dengan satu tarikan nafas saja. Candra berhasil menjadikan Shasa sah sebagai istrinya. Dan kata Sah dari semua orang menjadi saksi acara sakral ini.


Candra pun mulai menyematkan cincin bertahtakan berlian yang sangat indah dan elegan di jari manis istrinya. Begitu pun dengan Shasa yang sudah menyematkan cincin di jari manisnya suaminya.

__ADS_1


Shasa mencium punggung tangan suaminya dengan takzim. Dan Candra pun ikut mencium kening istrinya.


Acara demi acara mereka lalui. Mereka berdua juga sudah sungkem dengan Anton dan Cinta, Grandpa dan Grandma nya . Serta abang abangnya. Termasuk dengan bik imah juga. Tak ketinggalan Raka serta Kinan yang ikut menghadiri pernikahan Shasa dan Candra.


Sedangkan Naufal saat ini sedang menemani sang istri yang asyik ngemil sejak tadi. Bahkan mereka berdua sama sekali belum mendekat kearah pengantin. Sebab, sejak tadi Febby tidak mau beranjak dari meja makanan.


Dan dari arah luar pun nampak seorang wanita yang usianya sudah tidak muda lagi. Bahkan rambutnya sudah memutih. Memakai pakaian pelayan dan menutup wajahnya dengan masker. Serta kepalanya yang ia tutup dengan selendang.


Ia berdiri di daun pintu pembatas tanpa berniat untuk mendekat. Matanya nampak berkaca kaca, dengan senyum dibibirnya.


"Kalian sudah bahagia dan semoga kebahagiaan kalian sampai akhir hayat. Maafkan Mama sayang. Mama bukan orang tua yang baik ".


Wanita lanjut usia itu pun mulai menghapus lelehan bening di ujung matanya. Ia menangis haru akan kebahagiaan keluarga Anton saat ini. Setelah bertahun-tahun ia tidak melihat darah dagingnya. Kini ia melihat ternyata ia sudah memiliki banyak cucu yang kini pun sedang menikah.


Kini tatapan nya pun teralihkan pada Raka dan Kinan. Senyumnya kembali terbit menatap semua orang yang ia kenal disana. Tapi sedikitpun tak ada niat untuk mendekat. Ia merasa tak layak untuk di ingat. Dan selama ini ia juga menghilang tanpa jejak demi menghindari orang orang tersebut.


Wanita itu kini pun berbalik arah untuk pergi meninggalkan kediaman Anton dan Cinta. Tapi.


Brakkkk...


"Maaf nek, saya tidak sengaja".Nikki yang baru saja dari toilet tak sengaja menabrak wanita itu yang akan pergi.


" Nenek tidak papa??. Apa ada yang luka nek??? ".Tanya Nikki yang tiba tiba khawatir akan wanita itu.

__ADS_1


" Tidak papa cu,nenek baik baik saja".Senyum wanita itu kembali mengembang ketika ia menatap wajah tampan Nikki. Tapi sedetik kemudian ia kembali nampak berkaca kaca lagi.


__ADS_2