
Malam ini Anton dan cinta sudah mulai membaur dan saling mengenal dengan para penghuni Asrama di Polsek tempat Anton ditugaskan sebagai kapolsek disana. Ternyata tak sulit bagi Anton dan cinta untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru mereka. Bahkan Cinta baru tahu jika para ibu ibu bhayangkari itu juga memiliki profesi masing masing. Ada yang seorang guru, bidan dan juga sebagian lagi ada yang memang hanya ibu rumah tangga biasa.
Dan disini pun cinta tergolong hanya seorang irt saja. Karena ia juga sudah tidak diperbolehkan lagi untuk bekerja oleh suaminya sendiri. Bahkan perusahaan Cinta pun sudah digabungkan oleh perusahaan erlangga oleh Anton. Tapi masih beda kantor sebab Anton tidak mau mengambil alih semuanya. Ia hanya merangkap Ceo di dua perusahaan sekaligus dan perusahaan istrinya itu pun ia menyuruh orang kepercayaan keluarga mertuanya untuk mengurusnya. Dan Anton hanya sesekali saja mengontrol dan berkunjung serta harus datang jika keadaan memang mengharuskan nya untuk datang.
Saat ini Anton dan Cinta sudah dalam perjalanan pulang kembali ke Asrama. Dengan Anton yang menyetir mobilnya. Niko juga sudah tertidur di gendongan Grandma Yuna. Mungkin karena tadi Niko kelelahan habis bermain dengan icha gadis kecil yang usianya tak jauh beda dengannya. Dan icha adalah anak dari anggota Anton yang juga tinggal di Asrama polsek tersebut.
"Sepertinya Niko lebih mudah membaur dengan perempuan".Seru Cinta sambil menoleh kearah belakang dimana kedua orang tuanya duduk dan Niko yang nampak tertidur pulas di pangkuan Yuna.
" Icha cantik sih, gemes deh lihatnya. Wajar aja Niko mudah dekat dengannya dibandingkan dengan anak anak yang lainnya".Mommy Yuna ikut menimpali.
"Iya gemes banget mana murah senyum lagi. Nggak kayak Niko yang pelit senyum".Cinta langsung terkekeh karena Niko sangat mirip dengan suami dan juga Daddy nya sendiri. Ketiga pria berbeda usia itu memiliki sifat yang sama. Wajah datar, dingin dan Arogant.
" Mommy tahu Niko itu menurun sifat siapa???? ".Sindir Cinta sambil bertanya dengan Yuna.
" Siapa lagi lah kalau tidak Daddy dan juga Grandpa nya".Celetuk Yuna sambil terkekeh dan begitupun dengan cinta.
Membuat Anton dan juga Daddy Hendra langsung melirik kearah para istri mereka masing masing.
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿
Ke esokan harinya pagi pagi sekali Hendra dan Yuna sudah bersiap siap akan pulang ke Jakarta. Karena mereka juga mempunyai kesibukan. Mereka sengaja pergi lebih pagi untuk menghindari kemacetan.
Bahkan Niko saja masih tidur karena mereka berangkat ketika habis sholat subuh.
"Hati hati Dad, mom!!! ".Seru Cinta ketika mengantar kedua orang tuanya sampai didepan pintu mobil.
"Kamu juga sayang, baik baik disini ya!!!. Kalau ada apa apa cepat kabari Mommy dan Daddy!!!. Jaga Niko baik baik sayang".Pesan Mommy Yuna lalu ia memeluk putri semata wayang nya itu.
Yuna tidak menyangka jika Cinta akan menikah di usianya yang masih muda. Apalagi jarak usia cinta dengan Anton pun terpaut jauh. Tapi Yuna juga lega karena Anton bisa menginbangi sifat cinta yang baru bar itu.
" Anton, Daddy percayakan anak dan cucu saya sama kamu!!!".Anton pun mengangguk kan kepalanya paham ".Kalau cinta mau lahiran bawa ssja ke kota atau jika usia kandungan cinta sudah masuk bukan ke sembilan saran papa lebih baik cinta tinggal saja dulu di jakarta!!!. Karena disana akan lebih baik dibandingkan disini".Ucap Hendra memberikan sarannya.
" Iya Dad".Jawab Anton membenarkan ucapan Daddy mertuanya.
Kedua orang tua cinta langsung pamit pergi. Setelah mereka memberikan wejangan pada anak dan juga menantunya. Kini tinggal lah Anton dan cinta yang berdiri di depan teras rumah minimalis itu sambil menatap kepergian mobil kedua orang tua cinta yang kini sudah hilang melaju ke jalan raya.
__ADS_1
"Ayo sayang kita masuk disini sangat dingin!!! ".Anton merangkul pinggang istrinya.
" Mau yang anget anget by".Bisik Cinta sambil sedikit menggoda suaminya itu.
Anton langsung terkekeh dan menarik tangan istrinya cepat".Kalau begitu mari kita cari keringat dulu sayang!!! ".Seru Anton sambil melangkah kan kakinya masuk kedalam rumah. Di ikuti oleh Cinta yang ikut terkekeh.
Anton langsung menutup pintu rumah setelah mereka masuk kedalam. Dan kini kembali menarik tangan Cinta menuju kamar yang semalam ditempati oleh kedua orang tua Cinta.
Anton pun nampak agresif menyambar bibir istrinya dengan rakus. Dan menyesapnya penuh hasrat. Cinta juga tidak mau kalah ia pun ikut membalas ciuman panas dari suaminya itu.
Hingga deru nafas keduanya kembali memburu. Dan dengan gerakan cepat secepat kilat keduanya sudah polos sempurna. Tanpa sehelai benang pun lagi.
Bahkan Anton sudah merebahkan tubuh istrinya diatas kasur empuk itu. Dan kini memulai penyatuan nya. Karena sejak tadi keduanya memang sudah benar benar siap untuk melakukan pertempuran panas ini.
"Akh.... ".
Hanya suara suara merdu itulah yang kini terdengar. Tapi Anton pun langsung membekap mulut istrinya dengan telapak tangannya. Takut suara istrinya tidak terkendali dan bisa didengar oleh penghuni asrama lainnya. Ataupun para Anggota yang sedang piket dikantor itu.
__ADS_1
" Pelan kan suaramu sayang!!! ".Lirih Anton mengingatkan.
" Pelan kan juga temponya By!!! ".Jawab Cinta tak Terima jika ia yang harus disuruh diam tapi suaminya itu semakin mempercepat gerak tubuhnya.