
"Assalamu'alaikum Ma... Mama".Lulu berlari kecil setelah ia masuk kedalam toko kue mama nya yang tak jauh dari sekolahnya. Hanya berjarak sekitar 5 menit saja.
" Nona Lulu, ibu lagi di luar belum kembali ke toko lagi. Kata ibu Raya tadi Nona Lulu dan Nona Luna disuruh tunggu sebentar!!! ".Ucap salah satu karyawan Raya yang bekerja di Toko roti Raya mamanya Lulu dan Luna.
" Yah, mama gak ada kak".Lulu terlihat lesu.
"Yaudah kita tunggu aja sebentar Lu!!!".Ajak Luna sambil menarik satu kursi di meja depan untuk tempat duduknya.
Toko Roti Raya yang di bangun sejak empat tahun lalu. Kini memang sudah sangat berkembang pesat. Dan itu semua atas dukungan dan support dari suaminya sendiri. Lana yang memberikan modal usaha untuk sang istri. Dan Raya juga memilih untuk tidak melanjutkan kuliah. Karena ia pikir waktunya akan tersita jika ia kuliah sebab Raya tidak mau menyewa jasa pengasuh untuk kedua putrinya. Raya ingin menikmati masa masanya menjadi seorang ibu rumah tangga. Membesarkan kedua putri kembarnya hingga dewasa.
"Memangnya Mama pergi kemana mbak tut??? ".Tanya Lulu lagi.
" Ke Bandara Nona,Jemput....Aduh saya lupa nona siapa tadi".Tuti menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil nyengir kuda.
"Iihhh, Mbak tut emang kebiasaan deh suka lupa".Gerutu Lulu.
" Maaf nona".Tuti hanya tersenyum kikuk sambil terus menggaruk kepalanya.
"Yaudah mbak Tut, lanjutakan saja pekerjaan mbak tut lagi!!!. Biar kita berdua tunggu mama disini".Ucap Luna ramah.
" Baik nona. Kalau begitu saya pamit ke belakang dulu".Luna dan Lulu hanya menganggukkan kepalanya masing masing.
Sepeninggalan mbak tuti karyawan paling lama yang bekerja di toko roti Raya. Luna dan lulu pun kini memilih memainkan ponsel mereka berdua. Sambil duduk santai di kursi yang memang di sediakan untuk pengunjung yang membeli roti di toko itu.
Selain menjual roti dengan berbagai aneka. Baik itu roti kering ataupun roti basah di Toko Raya juga menyediakan berbagai jus serta minuman lainnya. Mau dingin ataupun panas lengkap.
__ADS_1
"Kak, bosen nih mama pasti lama deh. Mending kita ke cafe seberang aja yuk sambil beli cemilan gitu!!! ".Saran Lulu yang memang sangat mudah bosan dan tidak mau diam.
" Tapi kita kan mau makan siang bareng mama".Jawab Luna mengingatkan. Ia sangat paham jika Lulu sudah masuk ke Cafe depan toko roti mama nya yang ada di seberang jalan sana. Lulu pasti langsung memesan makanan berat. Karena Lulu itu orang nya hobby ngemil dan suka jajan. Makanya body Lulu dan Luna itu sangat jauh berbeda.
Jika Luna selalu menjaga pola makan karena tidak ingin terlihat gendut. Sedangkan Lulu ia terkesan masa bodoh. Ia tidak perduli jika berat badan nya terus naik. Yang penting perutnya kenyang.
Meskipun mereka saudara kembar , memiliki wajah yang sama tapi keduanya juga mempunyai perbedaan. Baik dari segi sifat, karakter dan kebiasaan.
🌿🌿🌿🌿🌿
"Mau kemana bang??? "Tanya Shasa saat ia melihat Nikki sudah berganti pakaian dan sudah terlihat sangat rapi. Sedangkan Shasa masih saja duduk di meja makan setelah ia selesai makan siang tadi.
" Keluar sebentar mau ke supermarket. Nanti kalau Mommy tanya bilang aja abang gak lama. Ok baby!!! ".Jawab Nikki sambil tersenyum memohon pada sang adik.
" Bang, inget pesen Daddy loh!!!. Dilarang keluyuran nggak jelas selama masih ujian semester!!! ".Shasa mengingatkan kembali Nikki yang sering sekali membantah ucapan Mommy dan Daddy nya. Bahkan Nikki lebih sering berbohong jika mau pergi bersama teman temannya.
"Tapi kenapa penampilan abang udah rapi banget gitu???. Jangan jangan abang mau ajak jalan anak gadis orang lagi ya??? ".Tebak Shasa penuh selidik.
" Apaan sih dek. Sok tahu banget jadi orang. Udah gak usah ikut campur mending kamu dirumah saja, duduk manis, belajar buat ujian besok!!!".Seru Nikki sambil terkekeh.
"Shasa telpon Daddy nih ya".Ancam Shasa sambil mengambil ponselnya yang terletak di meja makan.
Nikki langsung berlari mendekati sang adik. " Uh, gitu aja pake acara ngancem segala. Janganlah, please!!!. Abang janji deh gak bakalan lama, Nanti sebelum Mommy pulang arisan, Abang udah dirumah deh janji!!! ".Mohon Nikki sambil tersenyum semanis mungkin.
" Yaudah, tapi mana uang tutup mulutnya!!! ".Shasa Mengarahkan tangannya meminta suap pada Nikki.
__ADS_1
" Yaelah, loe ini adik gue bukan sih??? ".Ketus Nikki. " Tiap hari malakin gue melulu. Heran gue sama loe".Nikki juga terlihat kesal setiap kali Shasa selalu saja mengambil keuntungan dari nya.
"Yaudah kalo gak mau. Shasa tinggal bilang aja sama Daddy dan Mommy. Gampang kan".Ancam Shasa lagi sambil menaik turunkan alisnya.
" Etss..... Tunggu dulu!!! ".Nikki langsung menahan tangan adiknya. Yang tak lain adalah saudara kembarnya itu. " Sekarang gini deh, loe mau minta apaan???. Nanti setelah pulang gue beliin deh".Ucap Nikki pasrah.
"Beneran ya!!! ".
" Iya janji, sumpah dah".Sahut Nikki serius.
Senyum Shasa langsung mengembang sempurna."Itu baru abang Shasa namanya".Dan Shasa pun langsung membuka ponselnya. Lalu setelah menatap layar ponselnya beberapa saat ia langsung menutup ponselnya kembali.
"Cek aja di WA udah Shasa kirim foto nya bang!!!. Dan ingat jangan beli yang KW!!! ".Perintah Shasa tegas.
Dengan raut wajah sedikit kesal Nikki membuka ponselnya dan melihat foto barang yang di inginkan oleh sang adik. Mata Nikki membulat sempurna saat melihat gambar yang dikirim oleh adiknya itu.
" What???. Yang bener aja Sha. Masa iya gue harus beli nya sekarang. Ini pasti limit edition. Yang lain aja deh pusing gue!!! ".Cerocos Nikki malas.
" Gak harus hari ini bang!!. Yang penting tuh barang kudu ada sebelum kita pergi liburan!!!. Kalau tidak, Shasa gak janji bakal tutup mulut lagi".Shasa terus saja memberikan ancamannya pada Nikki.
"Haiss... Oke oke. Dasar tukang peras. Sungguh miris cowok yang dapat adik gue nanti. Tiap hari di rampok".Ledek Nikki.
Shasa hanya mengangkat bahunya acuh. Bahkan ia nampak tersenyum mengejek. Membuat Nikki ingin sekali menjitak kepala adiknya itu. Tapi apalah daya, semua rahasianya ada di tangan Shasa. Jadi ia hanya bisa menurut dan patuh saja.
"Semoga Grandma mau bantuin lagi nih".Batin Nikki penuh harap.
__ADS_1
TBC