Posesif Husband

Posesif Husband
Rasa Bangga


__ADS_3

Malang...


Niko dan Icha baru saja menginjakkan kakinya di kota Malang.Dimana disinilah kota kelahiran mertuanya. Ayah dan Bundanya Icha. Sean yang tidak mau di gendong membuat Niko harus tetap menggandeng tangan putra dan juga istrinya yang sedang hamil muda.


" Papa minta uang!!! ". Celetuk Sean yang menarik narik baju Niko. Membuat Niko menghentikan langkahnya. Dan kini menatap sang Putera yang tiba tiba saja minta uang padanya. Icha juga ikut berhenti melangkah, begitu pula dengan babysitter nya.


" Uang??? ". Ulang Niko heran. Tak biasanya Sean meminta uang padanya. Apalagi ini bukan pusat perbelanjaan tapi mereka baru saja akan keluar Bandara Abdul Rachman Saleh (IATA: MLG, ICAO: WARA, sebelumnya WIAS) adalah bandar udara yang terletak di Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, atau 17 km arah timur dari pusat Kota Malang.


" Untuk apa sayang??? ". Icha mulai bertanya pada sang putra. Lalu Sean pun menunjuk pada seorang wanita paruh baya yang ada di pintu Bandara. Sedang duduk di pinggir trotoar jalan masuk ke Bandara.

__ADS_1


Wanita itu tampak sedang menjual cemilan dengan wadah berbentuk anyaman rotan. Mungkin sedang menjual makanan khas daerah sana. Bisa dibilang wanita itu juga sedang kepanasan dengan hanya mengandalkan jilbab lusuhnya.


Icha dan Niko saling tatap lalu mereka pun tersenyum. " Sean mau kasih ke Nenek itu uangnya ya??? ". Tanya Icha sambil tersenyum bangga pada putranya. Karena jiwa empati Sean sudah tertanam sejak dini. Bahkan putranya itu sangat paham mana orang orang yang sedang membutuhkan pertolongan.


Anggukan kepala Sean semakin membuat kedua orang tuanya bangga. " Apa boleh Ma??? ".Tanya Sean yang memang sudah mulai lancar dengan ucapannya.


" Tentu boy". Sahut Niko yang kini langsung berjongkok mensejajarkan diri dengan sang putra . Niko mulai mengeluarkan dompetnya. Memberikan beberapa lembar uang kertas warna merah lalu ia berikan pada putranya.


" Sus tolong ikuti Sean ya!!! ". Sang babysitter pun langsung mengangguk kan kepala nya. Menyusul Sean yang sudah lebih dulu melangkah.

__ADS_1


" Sean, pelan pelan!!. Barengan sama suster saja!! ".Seru Icha karena jarak dari wanita paruh baya itu juga lumayan jauh dari tempat mereka berdiri saat ini.


" Ayo bang!!. Ini baru pertama kalinya loh Sean kesini". Icha tidak mau jika putranya sampai kenapa napa. Karena mereka juga baru pertama kalinya membawa Sean ke kota Malang. Meskipun mereka sudah pernah liburan ke luar Negeri sekalipun. Sebab, Sean itu lebih mencolok dari orang orang di sekitarnya. Tak jarang bocah itu selalu menjadi pusat perhatian semua orang.


Mungkin karena Papanya ada darah Korea. Jadi, Sean memiliki kulit yang kuning langsat dan juga wajah tampan . Di usianya yang baru akan jalan dua tahun ini. Sean malah lebih terlihat seperti anak yang sudah berusia tiga tahunan lebih. Karena ia memiliki tinggi badan di atas rata rata anak seusianya. Belum lagi cara bicaranya yang sudah lancar.


" Ada suster yang mengawasinya sayang jangan khawatir!!. Putra kita juga cerdas, ia tidak akan mau ikut dengan sembarangan orang ". Niko menjawab dengan sangat santai. Bagaimana tidak, Niko tidak pernah pergi keluar kota ataupun keluar Negeri hanya sendiri. Ia pasti akan membawa anak buahnya yang sudah terlatih tentunya. Namun, Niko hanya tidak pernah mencolok saja. Seperti suami Shasa.


Karena Niko tahu cara menjaga keamanan keluarganya sendiri. Tanpa ingin membuat tidak nyaman anak dan istrinya juga. Tapi tetap saja keselamatan mereka adalah nomor satu. Apalagi saat ini mereka berada di Malang. Dimana banyak saudara dari Almarhum dan Almarhuma mertuanya yang tidak menyukai Icha.

__ADS_1


Niko tidak mau kalau sampai kedatangan dirinya dan juga Istrinya ke Malang. Malah menjadi masalah karena anggapan para keluarga nya. Sebab, sampai saat ini tante Icha juga belum keluar dari lapas. Karena kasusnya waktu itu.


__ADS_2