
"Selamat nona Shasa anda positif hamil".Ucap seorang dokter perempuan khusus Obgin.
" Hah... Serius dokter??? ".Tanya Shasa tak percaya. Membuat Cinta pun ikut menggeleng kan kepalanya.
Dokter pun mengangguk kan kepalanya. Sambil memperlihatkan layar monitor yang ada di hadapan mereka. Disana terlihat ada bongkahan kecil sebesar biji kacang polong.
" Mom, yang mana baby Shasa??? ".Celetuk Shasa karena ia bingung apa yang harus ia lihat dari gambar monitor tersebut.
" Ah, kamu itu memang hanya tahu dan hafal betul bentuk punya suamimu saja kan?. Giliran benih sendiri saja tidak paham sama sekali ".Cibir Cinta mulai tak berfilter.
" Halah, Mommy juga hanya paham milik Daddy".Balas Shasa sambil cemberut.
"Kalau Mommy tidak paham. Mana mungkin ada kalian semua. Dasar anak durjana kamu".
Cinta dan Shasa malah saling cibir tak ada yang mau mengalah. Membuat dokter Wanita itu hanya bisa menggeleng kan kepalanya saja. Sembari mengulum senyum gelinya. Melihat aksi ibu dan anak keturunan Erlangga dan juga Hendrawan.
Sedangkan Siska dan Sean hanya menunggu di loby rumah sakit saja. Karena anak kecil tidak di perbolehkan masuk kedalam.
Cukup lama Shasa dan Cinta berada di dalam ruangan dokter Obgin. Tapi bergitu mereka keluar wajah keduanya sama sama nampak bahagia. Terutama Shasa, akhirnya ia bisa merasakan hamil juga. Meskipun awalnya Shasa sempat tidak percaya. Jika sekarang di dalam rahimnya sudah ada kehidupan.
"Bagaimana hasilnya??? ".Tanya Siska mulai penasaran.
__ADS_1
" Mama siap siap saja akan nambah cicit".Jawab Cinta sambil tersenyum.
"Jadi... ".
" Iya Oma, Shasa positif hamil".Potong Shasa cepat sambil tersenyum penuh kebahagiaan. "Usianya baru lima minggu Oma. Bentuknya saja masih sangat mini".Sambung Shasa terkekeh geli.
Shasa mengingat bentuk janin yang ada di dalam rahimnya. Yang masih sangat kecil dan hanya sebesar biji kacang polong.
" Wah, selamat sayang. Oma senang dengernya. Semoga kalian selalu diberikan kesehatan dan kelancaran sampe melahirkan dan sesudahnya ".
Siska pun tersenyum tulus pada cucunya. Disambut dengan senyuman tak kalah tulus nya oleh Shasa.
"Uuhhh, pengen peluk".Seru Shasa manjah.
" Suamimu belum pulang. Peluk tuh tembok dulu!!".Jawab Cinta ketus.
"Mommy kayak gak pernah muda aja".Sahut Shasa yang memang tak pernah mau kalah jika sedang berdebat.
Candra saja di buat kelimpungan akan ulah konyolnya itu. Apalagi Mommy nya yang sudah kenyang akan ulah putri bungsu nya satu ini. Cinta bahkan sampai ngelus dada sendiri. Bagaimana tidak, ia hampir saja kewalahan akan putrinya.
Makanya Cinta memutuskan untuk menjodohkan Shasa dengan Candra. Karena Cinta tidak ingin putrinya mengikuti jejak nya dimasa lalu. Akan lebih baik jika Shasa menikah muda saja. Daripada harus ikutan gila seperti nya dulu.
__ADS_1
Sekarang saja Cinta baru sadar jika yang dilakukan nya dulu itu salah. Dan Cinta tak pernah mengira jika Shasa malah lebih konyol dari nya. Beruntung nya Candra masih bisa menahan nya saat mereka belum sah jadi sepasang suami istri.
Jika Candra tak bisa menahannya lagi. Kemungkinan Shasa malah sudah melahirkan sebelum ia lulus sekolah SMA.
"Masih mau ke Mall gak nih??? ".Tanya Cinta ketika mereka sudah di parkiran mobil.
" Masih dong Mom. Shasa kan masih ingin makan es cream".Shasa menjawab dengan cepat.
"Sini biar Mommy yang nyetir. Kamu duduk di kursi penumpang saja!!! ".Cinta langsung mengambil alih kunci mobil putrinya. Mobil mewah pengeluaran terbaru dan hanya ada tiga jenis mobil yang sama.Dengan harga yang sangat fantastis tentunya.
" Hari ini kamu harus membayar mahal Mommy dulu!!! ".Seru Cinta ketika mereka sudah berada di dalam mobil.
Baby Sean pun ikut terkekeh entah apa yang sedang di tertawakan baby Sean itu. Tapi wajahnya nampak berbinar. Seolah ia tahu jika Eyang, Oma dan Onty nya sedang menikmati kebahagiaan.
" Mommy tenang saja!. Hari ini biar Shasa yang traktir, Oma juga boleh beli apapun yang Oma mau!! ".Jawab Shasa dengan sombongnya. Karena uang suaminya tidak akan habis hanya untuk mentraktir Mommy dan Oma nya berbelanja.
Cinta pun bersorak riang. Sudah lama ia tidak shoping. Dan hari ini ia bagaikan mendapatkan durian runtuh. Beruntung juga Anton sedang berada di luar kota bersama Raka. Dan baru kembali nanti sore.
Tentu Cinta lebih leluasa untuk menguras habis kekayaan menantunya. Cinta bahkan sudah menyimpan rapi rapi apa saja yang ingin ia beli di dalam otaknya. Agar nanti ketika sampai di Mall ia tidak pusing lagi.
Siska hanya mengulum senyum kebahagiaan nya. Kala melihat anak mantu dan juga cucunya yang ternyata sangat seru jika sedang berkumpul seperti ini. Siska tidak pernah menyesal karena telah berubah menjadi orang baik. Sebab, sekarang ia selalu di kelilingi oleh orang orang baik seperti keluarga nya.
__ADS_1