
Beberapa hari kemudian Sasha telah telah pulih dan seperti janjinya Elis mengantarkanya hingga ke Bandara. Sasha akan naik Pesawat untuk menemui Ibu Monic.
"Nanti Keluarga Sasha akan menunggu kamu disana. Kalau mereka belum datang, kamu jangan kemana-mana ya?" Pesan Elis.
Sasha kemudian mengangguk dan Elis mencium kening Sasha dengan lembut dan penuh kasih sayang.
"Iya Tante. Terimakasih Tante....." Kata Sasha sambil memeluk Elis.
"Hati-hati ya?" Kata Elis kemudian sambil mengamati Sasha yang mulai menghilang ditengah orang yang juga akan naik pesawat.
Sementara di Amerika ibu Monic sedang menunggu Sasha sampai, sambil menghitung perkiraan lamanya pesawat itu terbang.
Setelah mendekati jam yang sudah diperkirakan Ibu Monic kemudian menjemput Sasha dengan mengendarai mobilnya sendiri. Rumah nampak sepi karena Tuan Hans sudah pergi kekantor dan sibuk keliling kebeberapa Negara untuk urusan bisnisnya.
Ibu Monic menunggu di Bandara dan dilihatnya dari kejauhan Sasha sedang mencari sosoknya.
"Sasha.....!" Teriak Ibu Monic dan Sasha langsung berlari memeluknya.
"Oma..." Kata Sasha kemudian memeluk Omanya.
Mereka berpelukan dan Sasha menangis mengenang perjalanannya dan juga kepergian ibunya.
"Sudah jangan menangis ya." Kata Ibu Monic.
"Ayo kita pulang dulu." Kata Ibu Monic dan mereka berjalan keluar dari bandara itu menuju parkiran mobil.
Satu jam kemudian Sasha sudah sampai kerumah ibu Monic. Dia sudah tidak sabar untuk mencari buku harian ibunya. Dan begitu sampai dirumah Sasha langsung berpamitan untuk istirahat.
"Oma...Sasha mau istirahat dikamar mami." Kata Sasha.
"Makan dulu ya." Kata ibu Monic.
"Tidak Oma, nanti saja." Kata Sasha.
__ADS_1
"Baiklah, istirahatlah." Kata ibu Monic disertai anggukan.
Sasha kemudian masuk kedalam kamar ibunya dan mengunci pintu.
Dia mulai mencari koper ibunya. Matanya menatap ke sekeliling kamar. Ternyata koper itu ada diatas lemari yang paling tinggi. Sasha kemudian mengambil bangku yang kuat dan menggesernya didekat lemari itu. Kemudian dengan hati-hati dia mengambil koper dan menurunkanya dilantai.
Dia mengeluarkan semua barang dan dilihatnya sebuah foto lama. Ternyata disana ada foto ibunya dan dua temanya namun tidak ada keterangan apapun disana tentang foto itu.
Akhirnya Sasha membuka buku harian ibunya namun ternyata buku harian itu kosong, dan tidak ada tulisan apapun disana. Sasha menjadi sedih karena tidak menemukan informasi apapun tentang masa lalu ibunya.
🌹🌹🌹
Sementara hari ini adalah sidang keputusan Ardy. Ardy datang bersama pengacaranya pak Haris. Sementara Elis baru datang dan langsung mendekati Ardy dan mengatakan jika Sasha sudah kembali ke Amerika.
Ardi mengangguk dan kemudian berjalan dengan kepala tertunduk lalu duduk diruang sidang paling depan dan sementara Elis dan Pengacaranya duduk dibelakang.
Jaksa penuntut umum mulai membacakan tuntutannya dan menceritakan kronologis kejadian yang menyebabkan dua korban meninggal dunia yang dilakukan dengan sengaja mengejar korban dengan kecepatan tinggi dan menyebabkan terjadinya kecelakaan itu.
"Keberatan yang mulia." Kata Pak Haris.
"Tidak yang mulia." Kata jaksa penuntut umum.
"Pak Ardy telah menelantarkan wanita itu dan tidak bertanggung jawab atas perbuatanya sehingga wanita yang sudah mengandung anaknya terpaksa membawa putrinya yang bernama Sasha untuk menjauhi tempat tinggalnya setelah diabaikan dan tidak diakui oleh terdakwa." Kata Jaksa.
Sidang berlangsung dari pagi hingga sore hari. Dan setelah mendengarkan keterangan saksi dan beberapa informasi dari dalam ruang sidang maka diputuskan bahwa Ardy dihukum 6 tahun penjara sesuai Pasal 310 ayat 4. Diketahui pasal tersebut berbunyi, jika kecelakaan mengakibatkan orang lain meninggal dunia akan dipidana dengan kurungan paling lama enam tahun dan/atau denda paling banyak Rp 12 juta.
"Apakah terdakwa keberatan?" Tanya Hakim kepada Ardy setelah menetapkan hukuman bagi terdakwa.
"Tidak yang mulia." Kata Ardy yang sudah pasrah dan tidak ingin mengadakan banding terhadap keputusan Hakim.
Elis sangat kesal melihat Ardy yang menerima keputusan itu begitu saja. Dan menerima masa hukuman enam tahun membuat Elis merasa jika sahabatnya sudah tidak waras.
Kemudian Ardy kembali ke sel tahanan tanpa berbicara apapun pada Elis dan hanya tertunduk tanpa ekspresi.
__ADS_1
Elis kemudian pergi meninggalkan ruang sidang dengan langkah gontai setelah keluarga korban juga tidak bisa dipengaruhi olehnya.
Bahkan istrinya terang-tetangan menolak mentah-mentah bantuan dari Elis sebelum sidang dimulai.
Dari jauh terlihat Joan bersembunyi disebuah mobil dan tersenyum lebar. Rupanya Joan sudah datang kepada istri sopir taksi dan memberikan sejumlah uang yang sangat banyak lebih cepat dari Elis.
Joan ingin agar Ardy lebih lama dipenjara sehingga Joan bisa menggantikan posisinya lebih lama.
Dan ternyata keinginannya telah terpenuhi, usahanya untuk mempengaruhi keluarga korban dengan berbagai tipu dayanya telah berhasil membuat keluarga korban tidak bersimpati pada Ardy.
Akhirnya didalam persidangan keluarga korban mengatakan beberapa pernyataan yang memberatkan hukuman Ardy. Terutama istri dari mendiang sopir taksi yang merasa sedih atas kehilangan suaminya.
Joan melihat Elis keluar dari ruang sidang bersama pengacaranya dan dengan cepat Joan masuk kedalam mobilnya dan bersembunyi disana.
Aku harus segera sampai dikantor sebelum ini Elis.
Kata Joan sambil menunggu hingga Elis dan pengacaranya sudah menjauh dari tempatnya memarkir mobil.
Kemudian dengan cepat Joan melajukan mobilnya dan kembali kekantor. Hari ini dia harus lembur karena beberapa pekerjaan dia tinggalkan tadi.
Baru saja dia masuk kedalam kantor tidak lama kemudian Elis juga sampai dikantor dan berjalan menuju ruanganya. Dia berjalan tanpa menoleh dan dengan langkah yang cepat. Joan mengintip dari lubang pintu dan setelah itu kembali duduk dimeja kerjanya.
🌹🌹🌹
Ardy masuk kedalam sel tahanan dengan langkah gontai dan lesu. Harapanya untuk menemui Sasha dan mengatakan bahwa dia adalah putrinya tidak bisa terwujud karena Sasha sudah kembali ke Amerika.
Dan sekarang Ardy harus mendekam didalam penjara akibat perbuatanya dan enam tahun bukanlah waktu yang sebentar. Enam tahun dia akan tidur ditempat yang dingin dan sunyi tanpa siapapun, teman ataupun sahabat yang bisa menghiburnya. Hanya Elis yang masih mau berteman dan bersahabat dengannya dimasa yang sulit ini.
Aku jatuh pada titik terendah dalam hidupku.
Batin Joan didalam hati. Tak ada yang tersisa saat ini dan membuatnya bersemangat dalam menjalani kehidupan dimasa mendatang.
Kemudian dia teringat pada Regan yang saat ini sedang tinggal di Asrama.
__ADS_1
Aku harus minta Elis untuk menjaganya selama Nadiya belum pulang.
Mengingat nama Nadiya didalam hatinya membuat hatinya sakit dan bagai teriris sembilu. Sangat memilukan membayangkan takdir yang sudah mengubah perjalanan hidupnya. Kesalahannya pada Nadiya telah menghancurkan semua kebahagiaan yang pernah dia miliki dimasa lalu. Kebahagiaan dan orang yang dia cintai sudah pergi meninggalkanya sendirian dalam kesedihan yang mendalam.