
Mendengan pertanyaan Sasha yang tiba-tiba membuat Sarah shock dan bingung mau menjawab apa. Akhirnya karena dia juga tidak tahu kapan Sasha akan bertemu dengan papinya maka dia katakan jika papinya lagi berkerja dan belum kembali.
"Papi lagi bekerja diluar negeri sayang." Kata Sarah sambil memeluk putrinya.
"Sabar ya, nanti suatu saat Sasha pasti akan bertemu papi." Kata Sarah dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkan.
Sasha kemudian mengangguk dan pergi kekamarnya untuk mengerjakan PR sekolahnya.
Berbagai pertanyaan juga timbul didalam benaknya. Siapa sebenarnya ayah Sasha yang benar-benar bisa dia panggil dengan sebutan itu. Ardykah yang tidak bertanggung jawab atas kehamilanya? Atau Leokah yang yang telah pergi meninggalkanya? Atau dia katakan saja ayahnya sudah meninggal. Lalu jika sudah meninggal maka Sasha akan bertanya dimana kuburanya.
Sekarang aku harus mulai memikirkan apa yang seharusnya aku lakukan untuk mengatasi masalah ini. Aku tidak mau membuat anaku terus mengharapkan kapan papinya akan kembali. Aku juga sedih jika terus memberinya harapan palsu. Aku harus merencanakan sesuatu.
Kemudian Sarah berfikir untuk kembali ke Indonesia dan mencari jawaban dari masalahnya. Hanya itu satu-satunya cara agar semuanya menjadi jelas. Jika salah satu dari mereka tidak ada yang akan mengakui Sasha sebagai putrinya, maka terpaksa aku katakan jika papinya sudah tiada. Tapi lebih baik aku pertemukan mereka meski hanya sekali.
Aku harus kembali kesana besok. Aku tidak ingin menundanya dan terus menerus membohongi Sasha. Sebenarnya aku juga kangen dengan kampung halamanku. Baiklah besok aku akan memesan tiket dan pulang dengan Sasha. Aku akan pergi dua Minggu untuk mencari jawaban dari pertanyaan putriku.
"Tante, besok Sarah akan kekampung halaman Sarah selama dua Minggu. Sarah tidak mau terus membohongi Sasha dan memberinya harapan palsu. Sarah akan mencoba untuk mencari papinya dan mempertemukan mereka." Kata Sarah berpamitan dengan Ibu Monic.
"Ya pulanglah, pertemukan mereka dan perbaiki hubungan kalian. Kasihan Sasha jika terus memupuk harapan palsu yang entah kapan bisa terwujud." Kata ibu Monic yang merasa kasihan dengan masa depan Sasha.
"Iya Tante, Sarah akan mencoba untuk mempertemukan mereka." Kata Sarah.
Kemudian Sarah masuk kekamarnya dan berfikir siapa yang harus dia temui terlebih dahulu. Leokah yang merawatnya selama ini, karena bagi Sasha Leo adalah papinya. Ataukah Ardy yang merupakan ayah kandungnya, namun tidak dikenalnya.
Setelah berfikir secara matang dan menentukan pilihan, maka Leolah yang akan Sarah temui terlebih dahulu. Sarah juga masih berstatus istri Leo, jadi lebih baik dia menemuinya.
🌹🌹🌹
Dua hari kemudian Sarah sampai di bandara. Penerbangan dari Amerika ke Indonesia lumayan lama dan membuat seluruh badanya pegal-pegal. Kemudian Sarah memesan taksi dan langsung beristirahat di hotel.
__ADS_1
"Mami, apakah nanti Sasha bisa ketemu dengan papi?" Kata Sasha yang terlihat sumringah dan tidak kelihatan lelah sama sekali. Ini pasti karena keinginannya untuk bertemu dengan papinya membuatnya tidak merasakan apa-apa.
"Iya. Kita kehotel dulu. Kita akan istirahat disana, dan besok kita baru menemui papi." Kata Sarah sambil merebahkan tubuhnya di kasur bersprei putih itu.
"Sekarang Sasha istirahat dulu ya, besok bangun pagi dan kita akan bertemu papi di kantor." Kata Sarah sambil membacakan buku dongeng untuk Sasha. Untunglah buku dongeng itu tidak ketinggalan dan ada didalam kopernya. Sehingga tidak membutuhkan waktu lama dan akhirnya Sasha tertidur.
Pagi harinya...
"Mami ayo bangun cepetan kita mandi, kan kita akan menemui papi." Kata Sasha yang bangun lebih awal dari maminya.
"Aduh Sasha, mami masih mengantuk, sebentar lagi ya." Kata Sarah yang masih enggan bangun karena lelahnya yang belum hilang.
"Sekarang mami. Sasha sudah tidak sabar bertemu dengan papi. Hiks hiks!" Kata Sasha sambil merengek dan mulai menangis.
"Ya sudah jangan menangis. Diamlah mami akan mandi sekarang. Sudah jangan menangis, ayo kamu juga mandi dan bersiap-siap." Kata Sarah yang akhirnya memaksakan diri untuk bangun karena tangisan Sasha.
"Horeeeee" Sasha berteriak kegirangan. Dan langsung mengusap airmatanya.
Sampai dikantor Leo kemudian Sarah mengajak Sasha untuk turun dan pergi menemui papinya.
"Asyiiiikkk Sasha akan bertemu dengan papi. Sasha akan bermain seharian dengan papi. Sasha juga akan kasih hadiah boneka kesayangan Sasha untuk papi." Kata Sasha sambil menggandeng tangan maminya.
"Papi Leo akan tinggal bersama Oma dan Opa kan nanti mami, jadi kita tidak berpisah lagi. Sasha tidak mau berpisah lagi dengan papi Leo." Kata Sasha yang cerewet dan tidak berhenti bicara saking bahagianya.
Sampai dipintu masuk Sarah bertanya pada Sekuriti dan menanyakan apakah bapak Leo masih bekerja dikantor ini?
"Bapak Leonardy?" Sekuriti itu malah terbelalak dan kaget mendengar nama itu.
"Iya Bapak Leonardy, apakah beliau masih bekerja disini?" Tanya Sarah dengan ramah.
__ADS_1
Muka Sekuriti itu berubah sedih dan muram. Kemudian dia diam dan tidak mengatakan apapun.
"Pak...." Sapa Sarah uang melihat Sekuriti itu terdiam dan melamun.
"Gimana? Apakah beliau masih bekerja disini?" Tanya Sarah mengulangi pertanyaannya.
"Memang kalian siapa?" Tanya Sekuriti itu.
"Saya adalah istrinya yang baru pulang dari Amerika. Dan ini adalah putrinya." Kata Sarah.
Kemudian Sekuriti itu malah menangis dan memeluk Sasha. Pemandangan itu membuat Sarah kebingungan. Kenapa Sekuriti ini malah menangis dan memeluk Sasha.
"Bapak kenapa menangis?" Tanya Sasha polos. "Hanya anak kecil yang boleh menangis." Kata Sasha kemudian.
"Ceritanya panjang nak....."Kata Sekuriti itu.
"Maksud bapak? Saya tidak mengerti." Kata Sarah yang semakin bingung dengan sikap Sekuriti itu.
"Suatu hari Nak Leo menginap dirumahnya. Mukanya terlihat sedih dan entah kenapa saya tidak tahu. Dan mengatakan pada saya untuk menginap semalam dirumah saya. Dan berpamitan untuk membeli makanan sekitar jam 8 malam. Namun hingga jam 10 malam kok tidak datang lagi kerumah, padahal tadi berpamitan akan membeli makanan dan menginap dirumah saya. Kemudian saya keluar untuk mencarinya dengan sepeda motor. Karena saat keluar dia berjalan kaki. Dan saya sangat sedih jika mengingat kejadian itu....." Karena terlalu sedih Sekuriti itu tidak bisa melanjutkan ceritanya.
Sarah makin tegang dan penasaran dengan cerita Sekuriti itu yang seperti mengenang kenangan buruk.
"Lalu....apakah bapak bisa bertemu dengan Leo?"
Sekuriti itu diam dan malah menangis sesenggukan. Terpaksa Sarah bersabar hingga menunggunya tenang. Namun belum sempat menjelaskan malah Sekuriti itu pingsan hingga membuat Sarah ketakutan.
"Pak! Bapak kenapa?" Kata Sarah sambil membangunkan sekuriti itu. Dan karena takut terjadi apa-apa, maka dia berteriak minta tolong.
"Tolongggg!"
__ADS_1
"Tolonggg!
Orang yang mendengar teriakan Sarah langsung bergegas mendekatinya dan setelah melihat kondisi Sekuriti itu yang sepertinya lemah maka dia menyarankan untuk dibawa kerumah sakit saja.