Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Lelaki yang tertabrak kereta


__ADS_3

Sarah dan Sasha masih duduk diruang tunggu, sementara Security itu sedang dalam perawatan dokter.


"Bapak tadi kenapa mami? Kok tiba-tiba pingsan?" Tanya Sasha kepada maminya.


"Mami juga tidak tahu sayang. Kita tunggu saja kabar dari dokter." Kata Sarah sambil berharap Bapak Sekuriti itu baik-baik saja sehingga bisa melanjutkan ceritanya. Sarah sangat penasaran dengan kabar Leo. Dan melalui bapak ini maka Sarah akan menemukan jawabannya.


Tidak lama kemudian dokter sudah keluar dan mereka boleh masuk.


"Silahkan masuk. Pasien sudah sadar. Bapak ini hanya kelelahan dan menderita kekurangan darah, sehingga saat terpapar sinar matahari terlalu lama membuatnya pusing dan pingsan. Saya sudah memberikan obat dan nanti sore boleh pulang." Kata Dokter sambil berjalan keruangan yang lain.


"Baik dokter." Kata Sarah kemudian masuk kedalam.


Melihat mereka, dua orang yang tadi bertanya tentang Leo membuat Bapak Sekuriti itu sedih karena belum memberitahukan apa yang terjadi sebenarnya.


"Kemarilah Nak." Kata Bapak tua itu.


Kemudian Sarah cepat mendekat dan diikuti oleh Sasha yang berjalan dibelakangnya.


"Bagaimana keadaan Bapak?" Tanya Sarah khawatir.


"Bapak tidak papa Nak. Bapak memang sudah sering pingsan seperti ini. Tadi bapak sudah memberi tahu keluarga bapak. Nanti mereka akan kesini untuk menjemput bapak." Kata sekuriti itu tidak mau merepotkan tamunya, apalagi mereka baru saja datang dari Amerika.


"Baiklah." Kata Sarah sambil duduk disamping sekuriti itu.


"Oya bapak akan meneruskan cerita tadi tentang Nak Leo....setelah bapak keluar dengan sepeda motor, bapak melihat kerumunan orang ditengah rel kereta api. Dan sudah ada polisi juga disana, bapak sangat penasaran dengan apa yang terjadi. Akhirnya bapak mendekat dan menerobos kerumunan orang itu. Dan mereka menyebut bahwa seorang laki-laki muda telah tertabrak kereta saat sedang berjalan sambil menelpon. Rupanya pemuda itu tidak menyadari jika kereta sudah sangat dekat dan tetap saja menyeberang sambil menelpon seseorang. Banyak yang berteriak namun pemuda itu tidak mendengarnya. Dia tetap berjalan dan tidak mempedulikan orang yang histeris meneriakinya saat keretanya sudah sangat dekat. Dan akhirnya pemuda itu terseret hingga beberapa meter dan badanya serta mukanya hancur dan sulit untuk dikenali. Bapak akhirnya penasaran juga ingin tahu siapa pemuda itu. Dan polisi menemukan identitas pemuda itu bernama......" Sekuriti itu berusaha untuk tetap melanjutkan ceritanya meskipun kenangan pahit itu juga membuat hatinya sedih dan terluka. Namun informasi ini pasti sangat penting bagi kedua keluarganya tersebut. Apalagi jauh-jauh mereka datang hanya demi mencari keluarganya yang sekarang sudah tidak akan bisa ditemuinya lagi.


"Dan apa siapa pemuda itu?" Tanya Sarah dengan suara gemetar.


"Dan dia adalah Nak Leo, suamimu telah tiada. Wajahnya tidak bisa dikenali dan karena tidak ada keluarganya yang datang setelah beberapa hari maka saya menguburkanya. Hiks hiks...."


Airmata Sarah dan Sasha berjatuhan bagai air bah. Mereka menangis dan saling berpelukan. Sarah sangat menyesal karena baru mengetahui kabar itu sekarang. Sedangkan Sasha sangat sedih karena papinya telah tiada. Padahal dia jauh-jauh datang untuk menemuinya namun harapanya kini sia-sia. Papinya sudah tiada dalam kecelakaan tragis.


"Sudah sayang....jangan menangis....kita akan kekuburan papi. Dan kita akan menemuinya dan berbicara padanya disana." Kata Sarah yang berusaha menahan kesedihannya demi menguatkan buah hatinya.


"Pak, apakah bapak punya alamatnya?" Tanya Sarah sambil meminta dimana suaminya dikuburkan.

__ADS_1


Akhirnya Sekuriti itu menulis dikertas dan memberikan denah serta alamat dimana Leo dikuburkan.


"Pergilah Nak. Keluarga bapak nanti akan datang, jadi kalian tidak perlu khawatir. Kalian pergilah dan doakan agar jiwanya tenang. Dia akan tenang setelah melihat kalian datang dan mendoakanya." Kata sekuriti itu sambil menahan kesedihannya.


"Baiklah pak, terimakasih atas informasinya dan semua kebaikan bapak, saya permisi dulu." Kata Sarah sambil pergi bersama Sasha untuk mencari kuburan suaminya.


🌹🌹🌹


Nadiya sedang membereskan selimut dan dia lihat suaminya sudah tidak ada dikamarnya.



Kemana Prasetyo tiba-tiba menghilang? Batin Nadiya.


Dan dari tempatnya berdiri terdengar gemericik air dan dia melihat kekamar mandi tapi dia tidak ada disana.


Kemudian Nadiya berjalan kesamping kamarnya dan dia lihat Prasetyo sedang berenang dengan hanya memakai celana pendek saja, dan membiarkan dadanya yang bidang terbuka sehingga terlihat bulu-bulu halus disekitar dadanya oleh Nadiya.


"Nadiya....." Prasetyo memanggilnya karena dia lihat Nadiya berdiri tidak jauh dari tempatnya berenang.


Nadiya menggelengkan kepalanya.


Nadiya menggelengkan kepalanya. Prasetyo mendekatinya dan menyuruhnya mendekat. Nadiya kemudian mendekat dan menatapnya.


"Berenanglah, aku akan memasak untukmu." Kata Nadiya.


"Kesini...."Kata Prasetyo memintanya untuk berenang bersamanya. Prasetyo memohon agar Nadiya mengganti bajunya dan berenang bersamanya.


Karena Prasetyo terus memaksanya maka Nadiya masuk kedalam dan mengganti bajunya dengan pakaian renang. Dan saat dia keluar Prasetyo terbelalak dan tidak berhenti menatap tubuhnya yang seksi. Apalagi dengan balutan pakaian renang yang menambah keindahan lekukan tubuhnya, membuat Prasetyo tidak bisa berpaling dan bahkan lupa untuk berkedip.


Kemudian Nadiya berjalan mendekat dan melompat kedalam air. Prasetyo kemudian berenang bersama Nadiya bolak-balik hingga akhirnya mereka lelah dan duduk dipinggir kolam renang.


Mereka membiarkan kakinya tetap terendam air. Prasetyo menatap wajah cantik Nadiya dan memeluknya dengan masih berpakaian renang sehingga kulit mereka bersentuhan membuat kehangatan mengalir dalam darah mereka berdua.


Tanpa membuang waktu Prasetyo mencium Nadiya dan membuatnya berada begitu dekat denganya. Kemudian Prasetyo menggendong Nadiya masuk kedalam kamar mandi dan mereka mandi bersama.

__ADS_1


Tapi setelah masuk kedalam kamar mandi, Nadiya keluar dan tidak masuk lagi. Sementara Prasetyo berharap Nadiya akan mandi bersamanya. Nadiya mandi dikamar mandi yang lain dan selesai dengan cepat. Sehingga mereka keluar bersamaan dan berpandangan.


"Kamu Nakal ya?" Kata Prasetyo sambil menarik tubuh Nadiya.


"Aku tungguin kok ngga masuk-masuk. Ternyata malah mandi ditempat lain." Kata Prasetyo sambil menarik Nadiya kedalam pelukanya sementara dia masih menggunakan handuknya. Untunglah Nadiya menggunakan handuk yang seperti daster sehingga tidak mudah terlepas dari tubuhnya.


Nadiya tersenyum melihat Prasetyo yang kesal karena Nadiya tidak mau mandi bersama.


"Aku akan mengganti baju dan menyiapkan sarapan untukmu." Kata Nadiya mengalihkan pembicaraan.


Dengan cepat Prasetyo mengangkat tubuh Nadiya dan membaringkanya dikasur. Kemudian membuat beberapa tanda kepemilikan disana dan Nadiya tidak bisa berkutik sama sekali karena tubuh Prasetyo yang berat dan tenaganya yang kuat. Dan dia hanya bisa diam melihat kelakuan nakal suaminya.


Kemudian setelah puas Prasetyo membiarkanya bangun dan dia berbaring masih menggunakan handuk. Nadiya cepat bangun setelah terlepas dari cengkeraman suaminya. Kemudian pergi keruang ganti baju dan dengan cepat mengenakan bajunya sebelum suaminya tiba-tiba datang dan mengagetkanya.


Nadiya melihat beberapa tanda kepemilihan yang merah oleh bibir Prasetyo didepan cermin. Dan dengan cepat dia menutupinya dengan baju yang tertutup hingga kelehernya.


Dasar! Dia selalu menyerangku tiba-tiba dan tanpa pemberitahuan seperti kebiasaanya. Dan aku? Apa yang harus aku lakukan? Aku adalah istrinya, tapi aku belum sepenuhnya.....bisa menerimanya....Gumam Nadiya sambil berjalan kedapur dan akan menyiapkan sarapan untuk Prasetyo.


Satu jam kemudian Nadiya sudah kekamar dengan sarapan yang sudah matang, semetara dilihatnya Prasetyo masih mengenakan handuk dan asyik menonton acara televisi.


"Apakah kamu akan sarapan dengan hanya memakai handuk?" Kata Nadiya sambil menaruh sarapan diatas meja didekat ranjangnya.


Prasetyo tersenyum dan kemudian beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan mendekati Nadiya dan Nadiya sudah siap-siap dengan serangannya. Nadiya kemudian mundur selangkah demi selangkah karena Prasetyo terus maju dan seperti singa yang akan menerkam musuhnya.


Karena belakangnya tembok, maka Nadiya sudah tidak bisa menghindar lagi. Sedangkan Prasetyo terus maju mendekatinya dan menghalangi kanan kiri Nadiya dengan kedua tangannya yang kekar.


Nadiya sekarang terjebak dan tidak bisa pergi kemana-mana. Prasetyo kemudian membisikan sesuatu ketelinga Nadiya.


"Aku sangat mencintaimu....." Kata Prasetyo sambil mencium teling Nadiya dan membuatnya merasakan sesuatu yang aneh mngalir kedalam darahnya.


"Aku sangat bahagia setiap hari menghabiskan waktu bersamamu." Kata Prasetyo sambil mencium pipi dan hidung Nadiya.


Nadiya diam saja dan tidak berkata apa-apa.


"Aku menyukai semua yang ada pada dirimu." Kata Prasetyo dengan suara berbisik dan berat sampai akhirnya dia mengunci bibir Nadiya dengan sekali serangan. Kemudian Prasetyo menguasainya begitu lama tanpa Nadiya bisa mengelaknya. Hingga terdengar suara cacing didalam perutnya yang membuat Nadiya mendorongnya.

__ADS_1


"Cacingnya sudah lapar, lebih baik kita makan." Kata Nadiya sambil meninggalkan Prasetyo yang terbengong dan menatapnya tanpa berkedip.


__ADS_2