
Orang kantornya yang disuruh untuk membawa semua barang elektronik yang dipesan Nadiya sudah sampai dengan truk.
Beberapa orang kampung sangat kaget karena truk itu berhenti didepan rumah Bu Sandra.
"Bu...Bu Sandra! Ada yang cari ibu. Katanya dari kota." Kata Salah seorang tetangganya yang masuk kerumah ibu Sandra tanpa mengetuk pintu. Karena melihat Bu Sandra sedang mengiris bawang diruang tamu.
"Ada apa Bu RT?"
"Itu, ada yang cari ibu. Bawa barang banyak didalam truk." Kata Tetangganya itu.
Saat tahu bahwa ini adalah alamat yang dimaksud Nadiya, maka orang dikantornya yang ada tiga orang langsung menurunkan semua barang-barangnya itu.
"Eehhh pak! Pak, tunggu dulu, ini siapa yang pesan, barang sebanyak ini?"
"Ini dari bos kami. Semua barang ini dipesan untuk ibu." Kata seorang pegawai itu.
"Tapi siapa? Saya tidak kenal?" tanya Bu Sandra terheran-heran.
"Namanya Sekar." Kata seorang pegawainya.
"Apa? Sekar? Apakah dia yang mengirim semua ini? Apakah dia bos kalian?"
"Benar Bu."
"Ya Tuhan, Ternya dia orang kaya....."
"Apa Bu?" tanya pegawai tersebut bingung.
Bu Sandra hanya senyum-senyum dan senang karena ternyata dia menolong bos yang kaya raya.
Bahkan sekarang dia diberi hadiah banyak perabot rumah tangga dan barang elektronik lainnya.
"Saya turunin ya buk?" tanya pegawai itu.
"Iya. Boleh. Bawa masuk kedalam sekalian ya pak!" Kata Bu Sandra pada pegawai yang nurunin barang-barang.
Bu RT mendekati Bu Sandra.
"Bu, dapet hadiah darimana? Banyak sekali barangnya? Ternyata Bu Sandra ini, diam-diam banyak uang ya?" Kata Bu RT.
"Tidak Bu. Saya tidak punya uang. Ini itu hadiah dari Sekar. Orang yang saya selamatkan di sungai. Ternyata dia adalah bos yang kaya raya. Buktinya dia membeli semua perabot mahal ini, satu truk besar untuk saya." Kata Bu Sandra kegirangan.
__ADS_1
"Benarkah Bu? Apa yang suka bantuin ibu ngupas bawang itu?"
"Benar Bu RT. Dia itu bukan saudara saya. Tapi dia hilang ingatan gara-gara terbawa arus sungai. Saya ngga menyangka kalau dia ternyata seorang bos."
"Waaahhhh, ibu beruntung ya."
"Waduh, saya sangat malu kalau bertemu dengannya sekali lagi. Ternyata dia bukan orang biasa."
"Saya juga curiga karena kulitnya sangat halus. Dia berbeda dari kita, tapi ibu bilang itu saudara ibu, ya sudah, saya percaya aja." timpal Bu RT.
"Wah! Wah! Kulkas baru, Pengiris bawang, Majigcom, Oven listrik, Kompor baru, Televisi, Dan banyak lagi perabot lainnya." Kata Bu RT terheran-heran.
"Saya juga mau Bu, kalau dikasih satu."
"Ya, tenang saja Bu RT, Nanti tak pilihan dulu yang saya sudah ada."
"Bu, silahkan tanda tangan disini." Kata pegawai Nadiya, saat semua barang sudah diturunin.
"Disini neng?"
"Iya Bu."
"Kami permisi ya Bu?"
"Iya Bu."
Pegawai itu tersenyum lalu pergi. Atas permintaan Nadiya dia mengatakan bahwa semua barang itu dari Sekar, entah apa maksudnya, dia tidak tahu, gumam pegawai itu.
"Pak! sini pak! Lihat apa yang kita punya! Ini semua dari Sekar! Ternyata dia adalah orang kaya. Dia bos besar pak!" Kata Bu Sandra saat suaminya baru saja pulang dari ladang.
"Apa Bu?!"
"Iya pak. Kita mendapatkan hadiah sebanyak ini dari Sekar yang kita tolong pak."
"Benarkah Bu?"
"Ibu bahagia sekali hari ini. Dari kemarin ibu cemas mikirin Sekar. Dan ternyata dia pulang dan dia memberikan kejutan dan hadiah sebanyak ini."
"Iya Bu. Ini banyak sekali dan kelihatanya mahal-mahal."
"Ayo pak! Kita beresin semuanya!" Kata Bu Sandra lalu membuka amplop yang dia taruh dikantonginya.
__ADS_1
Dia hampir lupa membuka amplopnya. Pelan-pelan dia buka dan ternyata isinya uang yang banyak.
"Amplop dari mana Bu?"
"Ya darimana lagi kalau bukan dari Sekar!"
"Sekar juga kasih uang juga ya Bu?"
"Iya pak. Ini uangnya banyak sekali."
"Kita bisa simpan di bank Bu."
"Iya. Kita simpan uang ini untuk kebutuhan mendesak."
Akhirnya uangnya akan disimpan di bank. Dan saat ini mereka sedang sibuk mengeluarkan perabot lama dan menggantinya dengan yang baru.
***
Nadiya duduk didekat Oma dan Sandra. Terlihat Sandra sangat canggung.
"Bu....maaf, saya tidak tahu kalau ibu.."
Nadiya menggelengkan kepalanya untuk tidak membahas masalah itu.
Sandra nampak mengerti, dan dia lalu mengajak Edsel dan Eiden pergi ketempat bermain.
Oma berbincang-bincang dengan Nadiya.
"Kami mencarimu hingga dua Minggu. Dan saat polisi sudah menghentikan pencarian, Prasetyo kekeh untuk meminta bantuan mereka mencarimu sekali lagi, namun hasilnya, kau tetap tidak ditemukan dimanapun." Kata Oma mengingat saat Nadiya hilang.
"Saya terbawa arus dan diselamatkan oleh warga dikampung."
"Tapi, syukurlah kau sudah kembali. Prasetyo sangat sedih dan kehilangan. Oma sangat mencemaskannya. Dia terus memikirkanmu dan tidak mengurus Edsel dan juga Eiden saat pertama kali kau dinyatakan hilang. Dia sangat terpukul." Kata Oma pada Nadiya.
"Dia pasti sangat sedih. Dia terlihat kurus banyak." Kata Nadiya.
"Dia selalu makan diluar, itupun entah dia makan entah tidak, kami tidak tahu."
"Nadiya juga sangat bahagia, akhirnya ingatan Nadiya kembali dan bisa sampai disini." Kata Nadiya.
"Untunglah ada Sandra yang datang saat kau dinyatakan hilang. Dia lalu mengurus Edsel dan juga Eiden. Ternyata mereka cepat sekali akrab. Dan semua urusan rumah tangga, dia yang melakukannya."
__ADS_1
"Iya, Bibi Parti sudah cerita pada Nadiya."
Kata Nadiya sambil melihat jauh ke seberang. Hanya Nadiya yang tahu apa yang diinginkan Sandra.