Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Penasaran


__ADS_3

Regan menemui Oma dikamarnya saat Nadiya pergi belanja setelah mengantarkan Edsel dan juga Eiden kesekolah.


Regan tahu kebiasaan ibunya, jika dia sedang gelisah maka dia akan belanja dan yang penting saat ini Regan bisa leluasa berbicara dengan Omanya.


"Oma!" Panggil Regan dari luar kamar Omanya.


"Ya masuk." kata Omanya yang bersiap akan keluar untuk berolahraga.


"Mau kemana Oma?" Tanya Regan.


"Oma mau ngumpul-ngumpul sesama teman lansia sambil berolahraga. Ada apa?"


"Oma kenal sama ibunya Sasha?"


"Kenapa tiba-tiba nanyain itu? Tentu saja Oma kenal. Mereka tinggal sama one selama diluar negeri."


"Bagaiamana Oma bisa bertemu dengan mereka?"


"Oma bertemu di Amerika. Oma kasihan karena mereka kehabisan uang disana. Lalu Oma mengajaknya kerumah, dan ibunya bekerja di perusahaan papimu. Tapi saat itu Sasha masih kecil."


"Ohhh...jadi Oma juga tidak tahu dari mana asal mereka? Siapa keluarga mereka dan Bagaimana mereka bisa sampai disana?"


"Apa kamu sekarang belajar menjadi seorang reporter? Pertanyaanmu banyak sekali."


"Please Oma...ceritakan tentang mereka. "


"Entahlah, Oma juga tidak tahu pasti. Tapi setahu Oma mami dan Papinya berpisah karena masalah orang dewasa. Lalu ibunya membawa Sasha pergi keluar negeri. Hanya itu yang Oma tahu."


"Apakah Oma tahu kenapa mereka berpisah?"


Oma menggelengkan kepalanya.


"Oma tidak tahu kenapa mereka berpisah."


Regan mengangguk-angguk kan kepalanya tanda mengerti.


"Dimana Sasha? Kenapa dari kemarin tidak kelihatan?" Tanya Oma yang memang jarang ngobrol dengan Sasha sejak dia pulang dari Amerika.


"Sasha keluar kota untuk magang." Jawab Regan.


"Kenapa tidak pamitan?"


"Mungkin buru-buru Oma. Dan panggilannya mendadak."


"Anak itu...ya sudah Oma mau keluar sekarang."


"Thanks Oma...."

__ADS_1


Regan lalu keluar dari kamar Omanya dan masuk lagi kekamar Sasha.


Dia harus mencari sesuatu, seperti foto masa lalu ibunya. Dari sana maka semua pasti akan terungkap, siapa Sasha.


Regan lalu masuk kekamar Sasha dan membuka semua lemari dan mencari informasi tentang masa lalu ibunya Sasha.


Semua laci dia buka, dia juga membuka lemari baju dan mencari dibawah lipatan baju-baju.


Tak ada yang ditemukannya.


Karena tidak mendapatkan apa yang dia cari, akhirnya Regan keluar dari kamar Sasha.


***


Siang harinya.


Semalaman mereka tidak tidur karena membereskan semua baju dan peralatan yang digunakan.


Sasha sekarang masih ada di villa dipuncak. Dia juga sudah mendapatkan uang bonus yang dijanjikan.


Dengan uang itu Sasha bisa makan hingga satu bulan, namun sekarang dia punya tujuan lain. Dia ingin menjadi salah satu model yang bisa memakai rancangan ibu Jeslin.


"Istirahatlah. Besok kamu harus membereskan baju-baju yang kemarin dipakai para model." Kata Ibu Jesline kepada Sasha.


Karena pasti tidak akan langsung bisa selesai membereskan semua baju dan peralatan yang digunakan.


Karena semua baju itu harus dibersihkan dan diperbaiki kembali jika ada yang terkoyak ataupun kotor.


"Baik Bu." Sasha lalu masuk kamar yang ditunjuk oleh seniornya untuknya beristirahat.


Didalam Sasha mengintip dari jendela Vano dan papinya pulang dan meninggalkan tempat itu setelah semua tamu pulang.


Mereka juga tidak tidur semalaman karena berkumpul bersama para sahabatnya hingga siang hari.


Entah apa yang mereka lakukan karena mereka berada diruangan lain.


Atau mungkin mereka sudah tertidur disana dan baru bangun.


Beruntung Sasha berada didalam ruangan bersama para model hingga acara selesai.


Sehingga dia tidak bertemu Vano.


"Ternyata Vano juga kembali kemari? Apakah pengobatannya sudah selesai? Atau dia melanjutkan pengobatannya kemari? Namun saat ini sebaiknya aku menghindarinya. Aku sedang banyak masalah."


Sasha lalu berbaring dan merasakan capek yang luar biasa. Tidak lama kemudian diapun tertidur. Sebenarnya dia tidak pernah tidur siang. Namun karena semalaman dia tidak tidur maka dia harus tidur siang ini. Siapa tahu saat malam nanti ibu Jeslin akan mengajaknya pergi. Entah kenapa dia justru sibuk saat malam hari dan tidur saat siang hari.


Mungkin seperti itu caranya bekerja. Atau mungkin ada sebab lainnya.

__ADS_1


***


Arya kerumah Nadiya dan menanyakan tentang Sasha. Arya bertanya pada satpam penjaga rumah Nadiya.


"Pak apakah Sasha ada didalam?" Tanya Arya dan memarkir mobilnya diluar gerbang.


"Non Sasha tidak ada dirumah pak. Sudah pergi dari kemarin, katanya mau keluar kota."


"Kapan Sasha akan kembali pak?" tanya Arya kemudian.


"Kurang tahu pak. Non Sasha tidak mengatakan kapan dia akan kembali."


"Baiklah, terimakasih pak."


"Sama-sama."


Setelah Arya pergi Nadiya kembali dan bertanya pada Satpam siapa orang yang barusan? Nadiya melihat orang itu masuk kedalam mobil saat dia datang.


Nadiya pikir itu orang dari kantornya.


"Siapa pak?"


"Pak Arya non."


"Apakah mencari saya?"


"Bukan. Mencari non Sasha."


"Ya sudah pak. Tidak usah ditutup saya mau keluar lagi." Kata Nadiya lalu memanggil bibi Parti untuk mengambil belanjaan dibagasi mobilnya.


"Sudah semua bi?" Tanya Nadiya.


"Sudah Non."


"Nanti bibi masak saja untuk makan siang anak-anak. Saya tidak makan dirumah." Kata Nadiya lalu masuk kedalam mobilnya.


Setelah berada didalam mobil, Nadiya menelpon Regan dan menyuruhnya untuk menjemput Edsel dan juga Eiden disekolah.


"Regan kamu dimana?" Tanya Nadiya ditelepon.


"Dirumah mi."


"Tolong nanti jemput adik-adik kamu ya? Mami ada urusan." Kata Nadiya lalu menutup teleponnya.


Regan hanya mengangkat bahunya dan dia yakin pasti telah terjadi sesuatu.


Sementara Nadiya lalu keluar dari rumahnya dan menuju kerumah temannya.

__ADS_1


Dia menuju arah puncak. Dan kebetulan hari ini jalanan tidak macet.


__ADS_2