
Nadiya dan Prasetyo saat ini sedang menunggu kedatangan Sasha. Tak lengkap rasanya merayakan malam tahun baru tanpa menyaksikan keindahan pesta kembang api. Mereka menghabiskan malam tahun baru dengan staycation, jadi tak perlu khawatir karena ada beberapa pilihan hotel yang memiliki lokasi cukup strategis lengkap dengan fasilitas balkon atau rooftop area yang membuat mereka tetap bisa menikmati pesta kembang api dari hotel tempatnya staycation.
Saat Ini Nadiya sedang membawa sikembar dengan baby Stroller. Dan keduanya nampak sudah mulai bisa mengenali siapa saja yang sering mereka lihat. Karena saat ini usia mereka sudah 7 bulan.
Badannya montok dan gemuk. Mereka juga sudah mulai tersenyum saat ada yang mengajaknya berbicara.
Visual Edsel dan Eiden.
Nadiya dan Prasetyo kemudian mengganti baju mereka dan mengajak mereka untuk menikmati hidangan makan malam sambil menunggu pergantian Tahun.
"Sasha sepertinya akan datang terlambat Nadiya." Kata Prasetyo setelah selesai memakaikan baju untuk Edsel.
"Bagaimana kamu tahu Pras?" Tanya Nadiya sambil memakaikan baju untuk Eiden.
"Tadi Sasha menelpon, dan dia diantar oleh teman mendiang ibunya. Kebetulan mereka bertemu di acara pesta temanya Sasha." Kata Prasetyo.
"Apakah mereka pernah bertemu sebelumnya Pras? Jika belum bukankah sangat berbahaya jika dia mempercayai orang yang baru saja ditemui." Kata Nadiya mengingatkan.
"Mereka pernah bertemu. Dan wanita itu sudah banyak membantu Sasha saat Sasha dirawat dirumah sakit." Kata Prasetyo menjelaskan.
"Syukurlah jika mereka sudah pernah bertemu." Sebaiknya dikota besar jangan mudah mempercayai orang asing yang baru dikenal. Apalagi Sasha masih muda dan belum berpengalaman. Aku khawatir terjadi hal yang buruk padanya." Kata Nadiya.
"Iya, sebaiknya memang begitu. Semoga saja Sasha lekas datang dan ikut bisa merayakan malam pergantian tahun bersama kita." Kata Prasetyo.
"Ayo kita turun Nadiya." Kata Prasetyo sambil mendorong baby stroller Eiden.
Mereka kemudian berjalan kesebuah ruangan yang sangat besar dan memesan makanan. Sementara Ibu Monic sudah lebih dulu berada disana bersama Regan. Regan nampak sedang menikmati makanan yang dihidangkan diatas meja dengan lahapnya.
Ibu Monic tersenyum melihat Prasetyo dan Nadiya yang baru datang.
"Pras, kalian lama sekali." Kata Ibu Monic.
"Iya Mami, biasa Eiden dan Edsel malah rewel tadi."
"Kalian makan saja dulu, Edsel dan Eiden biar Oma jagain." Kata Ibu Monic yang tersenyum melihat kelucuan Edsel dan Eiden yang sedang melihat sekeliling.
"Mami sudah makan apa belum?" Tanya Nadiya.
"Mami sudah tadi bersama Regan." Kata Oma.
"Ayo Nadiya kita makan dulu." Ajak Prasetyo sambil mendekatkan stroller ke dekat tempat duduk Ibu Monic.
__ADS_1
Mereka kemudian berjalan kemeja prasmanan dan mengambil makanan yang mereka sukai. Tidak lama kemudian Nadiya dan Prasetyo duduk kembali sambil menyantap hidangan spesial tahun baru.
"Hai Regan, kamu ngga telpon Sasha?" Tanya Prasetyo kepada Regan. Karena melihat Regan asyik makan dan tidak khawatir sedikitpun pada Sasha.
"Biarin aja Om. Siapa suruh pergi sendiri, bukanya ngumpul sama keluarga." Kata Regan sambil mengunyah daging yang baru saja diirisnya.
"Jangan begitu dong Regan. Walau bagaimanapun Sasha itu sudah seperti adik kamu sendiri." Kata Nadiya.
"Kalau dibilangin sama aku ngeyel dan ngga mau nurut. Kalau udah kayak gini gimana coba?" Ujar Regan sambil memasukan potongan daging kedalam mulutnya.
"Coba gi, kamu telepon lagi Sasha." Kata Nadiya pada Regan. Kamu sudah selesai makan kan?" Kata Nadiya.
"Wah berat kamu bisa langsung bertambah ni kalau dua hari kita menginap disini." Goda Prasetyo.
"Apaan sih Om. Om juga bisa tambah gendut kalau kelamaan disini." Sahut Regan sambil mengambil hp diatas meja.
"Ntar ya Mami, Regan telepon Sasha dulu." Kata Regan sambil memencet nomor telepon Sasha.
terrrrttt!
terrrrttt!
Sasha kemudian mengangkat teleponnya. Dan dia melihat dilayar hpnya ternyata yang menelpon Regan.
"Udah sampai mana?" Tanya Regan.
"Makanya kalau pergi jangan sampai malam-malam. Jadi kejebak macet kan? Ngeyel sih kalau dibilangin!" Kata Regan.
"Apaan sih bawel!" Sahut Sasha.
"Sudah makan belum?" Tanya Regan.
"Iya..sudah."
"Nanti kabarin lagi kalau sudah ngga macet." Kata Regan sambil menutup teleponnya. "Sudah ya..."
"Iya...." Sasha kemudian menaruh teleponya kembali dan melihat keluar jendela.
Saat ini sudah jam 11.00 malam. Satu jam lagi malam pergantian tahun. Ternyata rame sekali disepanjang jalanan. Karena biasanya mereka menikmati malam pergantian tahun dihotel dan baru kali ini Sasha terjebak ditengah kerumunan orang disepanjang jalan.
Sasha kemudian menurunkan jendela mobilnya. Elis menoleh kearah Sasha dan tersenyum.
"Siapa yang menelpon?" Tanya Elis pada Sasha.
"Regan Tante, anaknya Om Pras." Kata Sasha sambil tersenyum kepada Nadiya.
__ADS_1
Ehem!
Bukan anaknya Prasetyo. Regan adalah anaku. Dan kamu adalah saudara Regan.
Arya melihat Sasha melalui spion mobil.
Diperjalanan Sasha, Arya dan juga Elis saat ini masih terjebak diperjalanan. Dan bahkan, mobil mereka tidak bisa bergerak sama sekali. Saat ini Sasha mulai mengantuk karena kelelahan didalam mobil.
"Jika kamu mengantuk maka tidurlah Sasha." Kata Elis yang melihat Sasha terus menguap karena bosan juga macet diperjalanan.
"Sepertinya kita akan terjebak hingga malam pergantian tahun disini." Kata Arya.
"Benarkah?" Tanya Elis.
"Kelihatanya setelah pesta kembang api maka baru mereka akan bubar, dan kita bisa jalan." Kata Arya.
Uuaaahhhh!
Sasha dengan cepat langsung menutup mulutnya.
Sekarang jam sudah menunjukan 23.55 malam. Sebentar lagi akan ada pesta kembang api. Dan Sashapun tidak jadi mengantuk karena meriahnya suasana mendekati malam pergantian tahun.
Dan...
Duuuaaarrrrr! Duaaarrr! Duaaarrrr!
Sstreeeeffttttt!
Ceeeessshhhh!
Duuuaaarrrrr!!!
Terlihat asap mengepul di udara akibat dari ledakan kembang api.
Suasana berubah menjadi sangat ramai dan meriah. Dimana-mana terdengar bunyi petasan dan juga kembang api. Langit yang tadinya sunyi langsung berubah menjadi penuh warna dan gegap gempita.
Semua mata melihat kearah langit yang dihiasi dengan taburan kembang api beraneka warna. Semua bibir mengulas senyum penuh kegembiraan. Mata mereka bersinar dan tidak terlihat ada duka dimata semua orang. Mereka telah meninggalkan jejak tahun yang lalu dan melangkah dengan penuh harapan di tahun yang baru.
Sementara dihotel, Nadiya sekeluarga juga sedang melihat indahnya kembang api. Tak ketinggalan sikembar yang tertawa cekikikan sambil matanya berkedip-kedip sangat bahagia. Ini adalah malam tahun baru yang pertama untuk Edsel dan juga Eiden.
Nadiya kemudian menyandarkan kepalanya di bahu Prasetyo sambil melihat wajah Prasetyo. Pria muda dan tampan yang saat ini berdiri disampingnya dengan segala kesabaran. Dan dalam hati Nadiya berharap semoga di tahun berikutnya mereka bisa terus bersama seperti ini.
__ADS_1
Prasetyo kemudian menatap Nadiya dan mencium keningnya. Prasetyo sangat mencintai Nadiya lebih dari apapun didunia ini. Meskipun sikap Nadiya kadang keras kepala dan suka semaunya sendiri namun Prasetyo tetap mencintai Nadiya dengan segala kekurangannya.
Dan Prasetyo berharap jika selamanya mereka bisa terus bersama-sama dan bahagia hingga ajal tiba.