Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Mahligai yang ternoda


__ADS_3

Sarah akhirnya menyetujui saran dari Nadiya untuk rujuk dengan Leo secepatnya. Hal ini tentu juga menguntungkan bagi Sarah, terlebih ini akan menghindarkanya dari rasa malu akibat kehamilanya.


...Jika aku dan Leo sudah menjadi suami istri, maka tidak akan ada yang mempertanyakan kehamilanya. Wajarkan seorang istri hamil jika ada suaminya? Tak akan ada yang bertanya siapa ayahnya, tapi jika masih menyandang status janda. Kehamilan ini adalah masalah besar bagiku. Orang yang mengenalku dan berpapasan denganku akan menatapku dengan tatapan sinis. Seakan aku ini sampah yang menjijikan bagi mereka yang merasa dirinya paling benar dan suci....


Sarah duduk disebuah restoran sendirian. Ditempat yang sudah ditentukan oleh Nadiya. Terkadang dia memperhatikan jarum jam ditanganya. Rasanya lima menit seperti setengah jam. Tak sabar rasanya untuk bertemu dengan Leo. Biasanya Sarah langsung menghindar bila akan bertemu dengannya. Tapi kali ini justru Sarah yang menunggu kehadiranya.


Dari jauh terlihat Leo sedang berjalan sambil mencari tempat yang dipesan Nadiya. Leo menoleh kesana kemari mencari Sarah. Tak berapa lama kemudian Leo melihat Sarah sedang menunggunya. Kemudian Leo mendekatinya dan membawakan setangkai mawar merah untuknya.


Sarah menerimanya dan mencium harum dari mawar itu. "Terima kasih. Kamu masih ingat bunga kesukaanku."


"Tentu saja aku tidak melupakannya. Sebagaimana aku terus mengingat dirimu. Aku mengingat semua yang kau suka dan yang kau tidak suka."Sarah tersenyum padanya.


"Kamu bisa aja Leo." Leo kemudian duduk dihadapannya.


"Maaf ya aku terlambat. Tadi sangat macet dijalan. Apa kamu sudah dari tadi?"


"Ngga. Aku juga baru sampai kok. Nadiya yang memesan tempat ini. Apa kamu menyukainya?"


"Bukan tempat yang penting bagiku. Tapi yang terpenting adalah dengan siapa aku berada saat ini." Leo mulai merayu Sarah dengan tingkahnya yang sok romantis.


Sarah melirik kewajahnya dan tersenyum. Dari dulu kamu memang ngga berubah Leo. Kamu selalu membuatku melayang dengan rayuanmu.


Bagaimanapun Sarah merasa tersanjung dan senang dengan ungkapan Leo.


"Aku ingin kita memperbaiki kembali rumah tangga kita. Dan memulai semuanya dari awal. Apakah kamu bersedia?" Tanya Leo sambil menggenggam erat jari Sarah. Sarah mengangguk dengan anggun.


"Kita akan mencari waktu yang tepat." Kata Leo.


"Bagaimana kalau lusa?" Kata Sarah.

__ADS_1


"Kamu yakin? Secepat itu?" Tanya Leo yang tak menyangka akan mendapat persetujuan Sarah semudah itu. Tanpa syarat. Biasanya Sarah akan meminta ini dan itu atau akan mengatakan hal-hal yang kadang menurut Leo itu berlebihan.


"Iya. Aku ingin secepatnya memperbaiki hubungan kita. Jika niat kita baik, untuk apa kita menundanya lebih lama?" Sarah berkata sambil tersenyum menatap wajah Leo.


"Baiklah jika itu yang kamu inginkan." Kata Leo menyetujui keinginan Sarah.


"Oke. Aku akan segera mengabari Nadiya. Nadiya pasti senang mendengar kabar ini."


---------------


Nadiya dan Ardy baru saja pulang dari dokter untuk memeriksa kandunganya. Sekarang usia kehamilan Nadiya sudah 8 Minggu.


"Jangan lupa minum vitaminya dengan teratur ma." Kata Ardy sambil melepas jasnya. Nadiya mengambil jas suaminya kemudian menggantungnya ditempat biasa.


"Iya pa."


"Mama terlihat mulai gemukan. Papa senang melihatnya. Mama harus banyak makan. Supaya bayinya juga sehat."


Kemudian Ardy mengambilnya dan memberikanya pada Nadiya.


"Ini hpnya ma. Ada yang menelpon." Kata Ardy. Nadiya berjalan ke dapur dan berbicara dengan suara pelan.


"Gimana Sar?"


"Semuanya berjalan lancar. Aku tak menyangka kita akan menikah lagi lusa Nad. Aku sangat bahagia. Terimakasih ya Nad. Semua ini berkat kamu."


"Syukurlah kalau begitu. Aku juga ikut senang mendengarnya."


Kemudian Nadiya menutup teleponnya. Dan berjalan mendekati suaminya.

__ADS_1


"Siapa ma?"


"Sarah pa. Sarah akan menikah lagi dengan Leo."


"Oh. Baguslah kalau begitu." Kata Ardy terlihat salah tingkah. Setiap kali mendengar nama Sarah disebut, roman muka Ardy selalu berubah. Dan keanehan demi keanehan tak luput dari perhatian Nadiya. Nadiya juga tahu apa alasanya, yang membuat sikap suaminya seperti itu.


Jelas sekali tingkah kamu berbeda mas, setiap kali mendengar atau bertemu dengan aku dan Sarah, kamu menjadi aneh dan tidak seperti biasanya. Mungkin karena kamu telah berbuat kesalahan dibelakangku. Juga karena kamu takut kesalahan kamu terungkap mas. Jika kamu takut aku marah kenapa kamu melakukanya mas? Jika kamu takut kehilangan diriku, seharusnya tak kau lakukan kesalahan itu, yang membuatnya mengandung anakmu.


Karena melamun gelas yang Nadiya pegang jatuh kelantai. Prangggg!!!


Ardy langsung bangkit dan menolong Nadiya. Nadiya juga kaget karena gelas terlepas dari tanganya. Jatuh dan serpihannya mengenai kakinya. Kakinya sedikit berdarah. Nadiya masih bengong dan jantungnya berdebar kencang sekali.


"Hati-hati ma. Mama pindah kesini. Jangan sampai menginjak serpihannya." Ardy mengambil tisu dan mengelap kaki Nadiya yang basah. Kemudian membersihkan noda darah karena ada serpihan gelas yang menancap dikakinya. Nadiya menahan sakit saat Ardy mencabut serpihan gelas itu dari kulitnya.


"Bi...Tolong kesini. Ini ada gelas yang pecah. Tolong dibersihkan ya." Kata Ardy kepada asisten rumah tangganya.


"Sudah pa. Ini cuma luka kecil. Nanti juga sembuh." Kata Nadiya. Luka di luar memang berdarah dan terlihat sehingga mudah mengobatinya. Tapi luka dihatinya darahnya bahkan tak mengalir tapi sakitnya terasa hampir setiap hari, setiap kali mengingatnya.


Airmata Nadiya menetes dipunggung tangan Ardy yang sedang mengobati kakinya. Ardy menoleh keatas dan menatap mata Nadiya. Nadiya membuang mukanya.


"Sakit ya ma. Ditahan ya?" Ardi mengira Nadiya menangis karena luka kakinya. Padahal Nadiya menangis karena luka dihatinya yang dia tutupi dari suaminya.


---------------


Hari yang membahagiakan telah tiba. Sarah bahagia karena dia akan terlepas dari beban kesalahannya. Dan Nadiya akan terhindar dari tragedi rumah tangganya.


Sarah pulang dari salon dengan wajah yang dirias cantik dan baju yang indah menawan. Perutnya yang sedikit buncit karena mengandungpun tak kelihatan. Tertutup oleh hiasan baju yang membuatnya begitu indah dipandang mata. Tidak heran jika semua orang terpana dan mengagumi kecantikannya. Dia memang pantas untuk dikagumi. Wajahnya cantik alami dan tinggi semampai. Berjalanya juga anggun tampan dibuat-buat


Dirumahnya sudah ada saksi dan beberapa temanya yang dia undang ke acara yang membahagiakan itu. Acara itu hanya berlangsung sebentar karena memang diadakan secara sederhana. Setelah acara selesai semua teman-temanya berpamitan dan mengucapkan selamat padanya. Terlihat kebahagiaan dari semua yang hadir kecuali Ardy. Nadiya juga tentu saja mengetahuinya. Karena sejak mengetahui perselingkuhan mereka, Nadiya terus saja memperhatikan gerak gerik suaminya.

__ADS_1


Saat ini Sarah sudah resmi menjadi istri Leo kembali. Semua tamu dan saksi sudah pulang dari acara tersebut, hal ini langsung dimanfaatkan oleh Leo untuk mengajak Sarah kekamarnya.


Leo sudah sangat merindukan saat-saat bersama Sarah seperti sebelumnya. Leo memeluk Sarah dari belakang saat hanya tinggal mereka berdua. Kehangatan itu dirasakanya kembali setelah sekian lama berpisah. Leo bahkan sangat tidak sabar untuk meredakan kenikmatan itu kembali dan tak ingin menundanya lebih lama. Kemudian Leo menggendong Sarah dan menatapnya lebih dekat.


__ADS_2