Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Bidadari tak bersayap


__ADS_3

Leo mencari Sarah diantara para tamu yang hadir. Dari tempatnya berdiri matanya berkeliling diantara para tamu. Seluruh ruangan diperhatikan satu-persatu, kalau-kalau nyelip diantara para kerumunan. Mana mungkin nyelip perutnya kan besar. Tidak mungkin diantara para kerumunan. Kemana Sarah menghilang tiba-tiba begini? Kalau dia pergi pasti ngomong. Masa iya dia pergi, dirumah lagi ada acara? Mana mungkin, itu tidak masuk akal. Tapi kalau ada disisi mana mungkin tidak terlihat sama sekali. Aku sudah mencari dari ujung Utara dan Selatan. Kakiku juga sampai pegal-pegal. Bayangannyapun juga tak terlihat dari tadi. Apa dia shopping? Perut sebesar itu buat jalan saja susah masa iya pergi shopping.


"Kemana dia?" Gumamnya lirih. Kebetulan Dara berdiri disamping Leo sehingga mendengar apa yang baru saja Leo katakan.


"Ada apa Leo? Kamu bilang sesuatu?"


"Iya. Aku lagi mencari Sarah. Dari tadi ngga kelihatan. Ini kan acaranya dia tapi malah yang punya acara ngilang entah kemana."


"Iya tadi aku lihat Sarah pas datang sama Joan. Tapi setelah itu sampai sekarang tidak terlihat Sarah mondar-mandir. Joan juga ngga kelihatan. Anaknya nyariin dari tadi, bapaknya ngga tahu pergi kemana."


Leo manggut-manggut dan matanya masih berkeliling menatap seisi ruangan. Sampai acara selesai Leo juga tidak menemukan Sarah. Bahkan para tamu menanyakan dan ingin menemui Sarah. Leo bingung mau jawab apa, dia sendiri juga tidak tahu kemana istrinya pergi.


Dara berpamitan dan berpesan pada Leo jika melihat Joan katakan istrinya sudah pulang.


"Iya. Nanti aku bilangin ke Joan kalau ketemu. Makasih ya sudah datang."


Leo mencari kekamar tamu, kamar pribadi, kamar mandi, dapur, taman, kolam renang, dan setiap sudut ruangan. Tapi tetap tak ada tanda-tanda kalau Sarah ada dirumah itu.


"Coba deh gue cari dibelakang pintu. Tapi masa ia, dia sembunyi dibelakang pintu. Untuk apa coba? Anehkan? Apa diculik? Tapi gue kan ngga punya musuh. Lagian ngapain penculik menculik orang yang sedang hamil besar. Ngga mungkin kan? Penculiknya juga pasti repot. Apa gue lapor polisi? Tapi kan belum 24 jam? Atas dasar apa gue lapor polisi? Tidak ada tanda-tanda penculikan. Mana hpnya ngga dibawa....." Leo ngomong sendirian dan merebahkan dirinya sambil sandaran disofa.


Leo masih ngga habis pikir saat ada acara didalam rumahnya malah istrinya menghilang entah kemana. Leo takut kalau istri dan anak dalam kandunganya terkena masalah. Bagaimana dia akan menolong mereka jika dia tidak tahu keberadaannya. Sarah seharusnya memberitahukanya jika akan pergi keluar rumah, sehingga tidak membuatnya panik tidak karuan.


 

__ADS_1


Sementara dirumah sakit Sarah sudah melahirkan seorang bayi perempuan yang cantik dengan selamat. Sarah melahirkan dengan normal dan dalam waktu singkat. Sarah melahirkan karena usia kandungannya memang sudah sembilan bulan dan pada umumnya sudah waktunya melahirkan. Tapi hanya dia yang tahu tentang usia kehamilanya.


Dokter keluar dan mengucapkan selamat pada Joan. "Selamat pak Ibu Sarah melahirkan dengan selamat dan bayinya juga sehat. Silahkan bapak masuk kedalam."


"Bukan Dok....Saya....." Joan akan mengatakan kepada dokter itu bahwa dia bukan suami Sarah dan ayah dari bayi yang baru saja lahir.


Belum sempat Joan menjawab Sarah sudah memanggil namanya. Akhirnya Joan masuk kedalam dan dokter pergi menemui suster yang berdiri didekat Sarah.


"Tolong telepon Leo. Ini nomornya, kasih tahu kalau aku dirumah sakit. dan......terima kasih Joan. Aku takkan melupakan apa yang kamu lakukan hari ini."


Joan kemudian menelepon Leo dan mengatakan kalau Sarah ada dirumah sakit. Leo akan bertanya panjang lebar tentang keadaan Sarah tapi Joan sudah menutupnya. Akhirnya tidak berapa lama kemudian Leo datang dan langsung menuju ruangan istrinya.


Joan sudah pergi saat Leo datang. Sehingga mereka tidak bertemu. Dan Leo langsung melihat kondisi Sarah, lalu betapa terkejutnya Leo saat mengetahui perut Sarah yang sudah kempes.


Tangan Sarah menunjuk kesebuah tempat tidur bayi dan seorang bayi cantik sedang tidur disana?


"Bayi!? Bayi siapa? Anak kita? Anak kita sudah lahir?" Kata Leo dengan sangat takjub. Matanya menoleh kearah Sarah dan melihat Sarah mengangguk, Leo langsung berjalan menghampiri anak perempuannya yang sedang tertidur pulas.


"Malaikatku.....ohh! Kamu sudah lahir? Kamu sudah datang untuk menambah kebahagiaan kita.....selamat datang malaikat kecilku. Terimakasih sudah hadir untuk kami......" Kata Leo sambil tak berhenti menatap buah hatinya. Anaknya seakan punya kontak batin dengannya, sehingga mendengar suara Leo badanya langsung mengeliat dan mulutnya terbuka.


Leo menyentuh bibirnya yang lembut dan mengusap pipinya yang kemerahan. Cantik sekali, sangat mirip dengan ibunya. Gumam Leo dengan kebahagiaan yang tak terhingga.


Kemudian Leo mendekati Sarah yang sedang mengamatinya. Leo mengusap kening Sarah dan menciumnya dengan penuh kasih sayang. "Terimakasih Ma, kamu sudah memberikan anak perempuan yang sangat cantik." Kata Leo sambil memegang jemari istrinya.

__ADS_1


Sarah tersenyum dan balas menggenggam jemari Leo. Kemudian Leo teringat bagaimana Sarah menghilang dan melahirkan tanpa dirinya.


"Bagaimana kamu bisa melahirkan tanpa memberitahuku. Aku sangat khawatir saat kamu menghilang dan meninggalkan hp dirumah."


"Ceritanya panjang Mas." Kemudian Sarah menceritakan bagaimana awal dia dan Joan kerumah sakit kemudian melahirkan putrinya.


"Tapi kan usia kehamilanmu baru tujuh bulan, bagaimana mungkin melahirkan? Bukankah biasanya sembilan bulan baru lahir?"


"Tidak Mas. Banyak kok yang melahirkan diusia kehamilan tujuh bulan. Kata orang dulu, kalau usia tujuh bulan itu katanya kandunganya sudah tua, terus kalau usia delapan bulan katanya kembali muda lagi. Daripada usia kehamilan delapan bulan, kata orang lebih baik melahirkan diusia tujuh bulan."


"Kok bisa begitu?"


"Ya ngga tahu mas kenapa bisa begitu, Sarah kan cuma denger orang pada ngomong begitu."


"Ya sudah ngga papa. Yang penting kamu sudah melahirkan dengan selamat. Anak kita juga sehat. Dan tentang mitos itu, mungkin itu memang dipercaya dari zaman ke zaman, sehingga orang bisa melahirkan diusia tujuh bulan."


"Kata dokter besok Sarah sudah bisa pulang mas."


"Ya syukurlah kalau dokter bilang begitu. Kita jadi bisa cepat membawa anak kita pulang kerumah."


Leo melihat Sarah dengan tatapan hangat dan lembut. Leo masih takjub dan tak percaya dengan kejutan demi kejutan yang Tuhan berikan padanya. Dan dalam hati Leo sangat berterimakasih pada Tuhan karena mengizinkannya menikmati kebahagiaan yang begitu sempurna.


Leo juga berterimakasih pada Nadiya. Karena melalui Nadiya Leo bisa mendapatkan Sarah kembali dan mendapatkan seorang putri yang cantik. Orang pertama yang akan dia kasih kabar tentang kelahiran putrinya adalah Nadiya.

__ADS_1


__ADS_2