Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Dalang dibalik semua misteri


__ADS_3

Sore harinya Jack dan Vano keluar dari ruangan UGD. Mereka lalu menemui Sasha dan Rossa diruangan yang berbeda namun masih dirumah sakit yang sama.


Sasha langsung berjalan cepat mendekati Vano saat dilihatnya tangan Vani diperban. Begitu juga Rossa langsung mendekati Jack saat dia lihat salah satu tanganya diperban.


"Kalian terluka?" Tanya Sasha.


"Ngga papa. Ini hanya luka kecil." Kata Vano.


"Bagaimana keadaan Diana?" Tanya Vano.


"Dia masih shock. Dan belum bisa diajak bicara," jawab Sasha.


"Apakah polisi sudah menangkapnya?" Tanya Rossa.


"Mr. Jones sudah ditangkap. Sekarang kita hanya tinggal menunggu kabar selanjutnya." Kata Vano.


"Kalian istirahat dan pulang saja ke asrama. Biar aku dan Rossa yang menemani Diana disini." Kata Sasha.


"Baiklah jika begitu. Kalian kalau butuh sesuatu telepon kami. Kita pulang dulu ya?" Kata Vano dan juga Jack.


Merekapun kembali ke asrama. Di gerbang dan juga sepanjang lorong sudah rame semua mahasiswa menunggu kedatangan Vano dan Jack.


Mereka langsung populer dalam sehari. Dan viral dimedia sosial. Banyak yang ingin mendekati keduanya dan bertanya tentang apa yang terjadi tadi pagi?


Bahkan beberapa mahasiswa yang sedang magang jadi reporter langsung mengarahkan kamera kepada Jack dan Vano yang baru saja turun dari taksi.


Mereka layaknya para pemburu berita dan memanfaatkan moment ini untuk mendapatkan nilai tambah dari dosennya.


Begitu banyak reporter dadakan yang berbaris digerbang hingga Vano dan Jack kesulitan untuk masuk kedalam asrama.


Berita itu penangkapan penjaga asrama langsung viral dibeberapa media sosial bahkan masuk televisi.


Foto empat mahasiswa yang berjasa membantu tugas kepolisian dalam menangkap penjahatpun terpampang di beberapa media sosial dan berita utama ditelevisi.


Nama mereka langsung ada dipencarian teratas di google. Dan nama Sasha, Rossa, Jack terlebih Vano langsung dikenali semua orang. Banyak yang ingin tahu lebih dalam tentang keempat mahasiswa itu.


Tak terkecuali ayah Vano yang seorang gubernur kenamaan juga merasa bangga atas keberanian Vano putra satu-satunya.


Telepon Vanopun berdering dikamarnya sepanjang hari. Dan itu merupakan telepon dari keluarganya, saudaranya, sepupunya bahkan dari teman-teman mahasiswa lainya.


"Kasih jalan! Kasih jalan! Minggir! Minggir!" Kata salah seorang mahasiswa yang melihat Vano tidak bisa lewat dan kerubungi oleh para mahasiswa pemburu berita. Ada juga yang melakukan vlog untuk kepentingannya sebagai seorang youtuber. Dan pasti viral dan juga akan banyak viewnya.


Kalau udah banyak viewnya siapa coba yang untung? Ya, tentu saja pemilik channel YouTube yang membuat vlog.

__ADS_1


Kelakuan para mahasiswa ada-ada saja.


Banyak sekali yang memanfaatkan kejadian ini untuk tugas, untuk vlog, ada juga yang hobi membuat artikel atau sering disebut blogger, untuk setor berita jika mereka adalah reporter, dan ada juga mahasiswa jurusan kedokteran yang langsung berdiri disamping Vano dan juga Jack untuk melihat luka dan bagaimana pengobatannya. Kreatif sekali ya mereka.


Akhirnya setelah menerobos barisan mahasiswa pemburu berita dan juga gadis-gadis yang kepengin melihat langsung wajah Vano dan Jack, mereka sampai juga dikamarnya dan langsung menutup pintu. Namun saat akan menutup pintu seorang perempuan menahan pintu itu.


"Aku calon dokter! Biarkan aku memeriksa lukamu." Katanya. Dan langsung masuk lalu mengunci pintu dari dalam.


"Kenalkan namaku Elena. Calon dokter bedah. Dr. Elena." Katanya penuh percaya diri.


"Kita sudah diobati dan tidak membutuhkan dokter magang lagi. Kita sudah diobati oleh dokter spesialis. Bukan calon dokter!" Kata Vano kesal karena dia main masuk saja.


"Sombong amat! By the way...tidak masalah! Karena salah satu syarat menjadi dokter adalah harus sabar!" Kata Elena penuh percaya diri.


"Sudahlah! Lo keluar aja! Gue mau istirahat!" Kata Vano.


"Sebentar saja. Ini tidak lama. Hanya butuh lima menit. Please....gue ada tugas penting. Dan gue harus memeriksa kalian berdua." Kata Elena.


"Cepetan. Jangan pakai lama!" Kata Vano. Sementara Jack yang duduk disamping Vano diam saja dan sedang tidak peduli pada hal itu. Apalagi Jack kesal dengan Elena karena cintanya pernah ditolak olehnya.


"Kalian teman Regan bukan?"


"Apa hubungannya? Sudah! Cepetan!"


Dan mulai mengukur suhu Vano, serta mengobati beberapa memar diwajahnya. Dan setelah selesai dengan Vano dia lalu mendekati Jack.


"Apakah kau juga mau diperiksa?" Tanya Elena.


"Tidak usah! Gue ngga sakit!"


"Oke. Jika pasien memang sudah merasa baik, maka calon dokter ini pamit dulu. Diluar banyak pasien yang sedang menunggu." Kata Elena sambil pergi meninggalkan keduanya.


"Pintunya disana!" Kata Vano.


***


Dikantor polisi Mr. Jones sedang diperiksa diruang khusus.


Disana berdiri dua orang polisi. Dan yang satu memberikan pertanyaan kepada Mr. Jones.


"Apakah anda telah menyekap gadis yang bernama Diana?" Tanya polisi tersebut.


Mr. Jones pun mengangguk.

__ADS_1


"Baik." Polisi itu tampak manggut-manggut. "Kenapa anda menyekapnya? Anda tahu, akibat perbuatan anda, anda bisa mencelakainya dan kenapa anda melakukanya?" Tanya polisi itu.


Mr. Jones diam saja dan tidak mau menjawabnya.


Polisi menunggu beberapa saat agar Mr. Jones menjawabnya.


Namun dia hanya diam saja hingga membuat salah satu polisi itu kesal.


"Jawab! Kenapa anda melakukanya?" Tanya polisi itu sambil berdiri didepan Mr. Jones.


"Jawab setiap pertanyaan dan jangan membuat kami kehilangan kesabaran. Kami harap anda kooperatif dan ini akan membuat masalah menjadi lebih mudah dan cepat selesai." Kata salah satu polisi itu.


Mr.Jones tetap diam.


Polisi semakin kesal karena dia tidak mau menjawab pertanyaan nya.


"Jika anda tidak mau bicara. Baiklah. Bawa dia kesana!" Perintah seorang polisi.


Akhirnya Mr. Jones dibawa kesebuah ruangan khusus.


"Kali ini kau akan bicara. Tempat ini akan membuatmu bicara." Kata seorang polisi sambil memasukan Mr. Jones kesebuah ruangan yang sempit dan gelap.


***


Esok paginya koran sudah rame dibeli para mahasiswa karena sebuah judul berita dikolom paling atas tentang pengakuan seorang penjaga asrama.


Dia akhirnya mengakui sudah menyekap Diana karena dia melihat saat Mr. Jones membunuh Shakira.


Dia juga mengakui jika sudah membunuh Shakira karena dia hamil dan dimintai pertanggungjawaban. Namun karena dia tidak mau, maka akhirnya dia membunuhnya.


Akhirnya terbongkar sudah kenapa ada isu hantu bawah tanah. Mungkin sengaja disebarkan oleh penjaga asrama agar tidak ada mahasiswa yang berkeliaran dilorong bawah tanah. Karena ternyata tempat itu digunakan untuk menyekap seseorang.


Jadi mungkin sebenarnya tidak ada hantu disana. Yang ada semua adalah tipu daya yang dilakukan oleh penjaga asrama, demi menutupi kejahatannya.


Akhirnya penjaga asrama terkena pasal berlapis karena merencanakan pembunuhan dan penyekapan.


Dan bisa kena ancaman penjara 20 tahun keatas atau seumur hidup.


Penjaga asrama juga mengakui kejahatannya lima tahun lalu. Dia juga melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap salah satu mahasiswi dan tidak terungkap saat itu.


Berita itu tersebar tidak hanya di koran saja. Dimedia sosial pun sedang viral. Dibeberapa YouTube pun juga viral karena vlog seorang mahasiswa yang memperlihatkan suasana lorong bawah tanah dan tempat yang digunakan untuk menyekap mahasiswi tersebut.


Apalagi mahasiswi itu adalah pemenang kontes kecantikan tahun ini. Tentu saja banyak yang ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan pribadi mahasiswi yang disekap itu.

__ADS_1


Namun hingga saat ini, mahasiswi korban penyekapan itu masih dalam kondisi trauma dan masih shock. Sehingga belum bisa dimintai keterangan apapun menyangkut masalah ini.


__ADS_2