
Malam harinya jam 7 malam.
"Kita akan makan diluar." kata Jeslin lalu mengambil tas kecilnya. Dia menatap kearah Sasha dan juga Andro.
"Kau ikut kami Sasha." Kata Jeslin kepada Sasha yang sedang membereskan beberapa baju.
Jeslin lalu menatap Andro.
"Ayo, kita makan dulu. Pekerjaannya kita selesaikan nanti saja, setelah makan malam. Perutku juga sudah keroncongan." Kata Andro lalu berdiri disamping Sasha.
"Kau juga bersiaplah. "Kata Andro kepada Sasha yang masih sibuk membereskan baju-baju.
"Iya mas....." Sasha lalu berdiri dan masuk kekamarnya. Menyebutnya dengan sebutan mas, sebenarnya masih dirasa canggung oleh Sasha. Namun jika itu keinginan seniornya maka apa boleh buat.
Dia mengganti bajunya dan merias sedikit wajahnya.
Dia keluar dari kamar dengan gaun yang sederhana dan simpel, namun tetap terlihat elegan.
Mata Andro bahkan tidak berhenti menatap dirinya karena dia terlihat fresh dan segar.
"Ayo kita berangkat!" Kata Andro dan berjalan lebih dulu kedalam mobil.
Jeslin duduk didepan, sementara Sasha duduk dibelakang.
Mereka sudah separo perjalanan.
Dreeetttt!
Jeslin mengangkat teleponnya.
"Ayo kita makan malam bersama. Aku menunggumu di tempat biasa." kata suaminya ditelepon.
"Baiklah, aku akan segera kesana," kata Jeslin lalu menutup teleponnya.
"Aku akan makan direstoran biasa dimana kau mengantarkan aku. Kalian makanlah berdua saja. Setelah itu kalian pulanglah, aku mungkin tidak pulang malam ini." Kata Jeslin kepada kepada Andro dan juga Sasha.
"Kau akan bertemu suamimu. Dimana aku harus mengatarkanmu." Kata Andro dingin dan datar.
Jeslin sangat tahu penyebabnya. Jeslin lalu menghela nafas panjang.
"Ke restoran biasa. Aku akan makan direstoran Jepang."
"Oke."
Andro langsung memutar arah dan mengantarkan Jeslin ke restoran Jepang dimana suaminya sudah menunggu disana.
Satu jam dalam perjalanan akhirnya mereka sampai direstoran yang dimaksud.
Andro turun dan membukakan pintu untuk Jeslin.
"Selamat bersenang-senang. Ingatlah aku saat kau bersamanya." Bisik Andro ditelinga Jeslin.
Jeslin tidak menjawabnya, dia langsung masuk kedalam restoran, dan seorang pramusaji mengantarkanya ke tempat duduk yang sudah dipesan oleh suaminya.
__ADS_1
Tuan dan Nyonya ini merupakan tamu istimewa. Mereka adalah pelanggan tetap dan sering makan direstoran ini.
Sementara Andro membukakan pintu depan untuk Sasha, dan menyuruhnya untuk pindah kedepan.
"Keluarlah. Duduklah disini." Kata Andro kepada Sasha yang saat itu sedang memperhatikannya dari dalam.
"Iya mas." Sasha lalu keluar dan duduk di jok depan.
"Kau suka makan apa?"
"Aku suka masakan Chinese food." Kata Sasha sambil manik matanya berputar keatas, nampak dia sedang berfikir, makanan apa yang ingin dia makan malam ini.
"Baiklah, kalau begitu malam ini kita akan makan direstoran China."
"Oke." Sasha lalu memakai seatbeltnya.
"Ada restoran Chinese food tidak jauh dari sini. Kau pasti suka." Kata Andro lalu melajukan mobilnya.
Sasha mengangguk dan tersenyum tanpa menjawabnya.
Lima belas menit kemudian mereka sudah sampai direstoran yang dimaksud Andro.
"Ayo kita masuk." Ajak Andro dan berjalan disamping Sasha.
Merekapun makan dan Sasha terlihat sangat menyukai masakan direstoran tersebut.
"Kau mau pesan lagi?" tanya Andro.
"Em, tidak, aku sudah kenyang."
"Tapi..."
"Tidak papa. Jeslin tidak akan marah. Dia juga tidak pulang malam ini. Kau akan bosan di Villa."
"Baiklah." Sasha akhirnya mengangguk karena bagaimanapun dia adalah seniornya. Terlalu sungkan untuk menolak ajakannya.
Apalagi dia berjanji akan mengorbitkannya dan menjadikanya seorang model. Tentu dia harus bermanis-manis dan baik kepadanya.
"Ayo kita pergi sekarang!" Ajak Andro sambil mengambil sesuatu dari meja.
Seperti sebuah obat atau pil. Entah darimana tiba-tiba ada diatas mejanya.
Mereka lalu masuk kemobil dan pergi ke bioskop yang tidak jauh dari tempat itu.
"Ayo kita masuk. Kita akan menonton film yang seru malam ini." Kata Andro dan mulai mengantri membeli tiket.
Sasha lalu memesan popcorn dan mengantri disana.
"Ini untukmu." Kata Sasha lalu memberikan popcorn itu pada Andro saat dia sudah selesai mengantri.
"Ayo kita masuk. Sebentar lagi filmnya akan diputar."
Merekapun masuk kedalam dan duduk dengan tenang.
__ADS_1
Lampu dimatikan. Dan semua penonton duduk tanpa bersuara. Filmnya akan dimulai.
"Kau serius amat?" Tanya Andro pada Sasha saat filmnya sudah mulai.
"Eh, iya. Aku selalu menyukainya film yang dimainkan olehnya. Pasti menarik."
"Kau benar. Aku juga sangat menyukainya. Dia selalu total dalam berakting."
Sasha lalu mulai menghabiskan popcornnya.
"Aku ingin pulang sekarang." Kata Sasha padahal filmnya belum selesai.
"Kenapa?"
"Aku takut. Bagaimana jika ibu Jeslin mencariku? Pekerjaan ini sangat penting untuku."
"Baiklah. Ayo kita pulang jika kau gelisah."
Andro lalu berjalan lebih dulu diikuti oleh Sasha. Mereka menuju mobilnya di parkiran.
Tidak lama kemudian mereka sudah sampai di Villa.
Sepi sekali.
Tak ada siapapun.
Sasha lalu masuk keruangan dan mulai merapikan beberapa baju yang masih ada didalam kantong besar.
Mungkin itu baru dikirim saat mereka keluar tadi.
Satpam biasanya yang menaruhnya disana lalu meninggalkanya.
"Aku akan membereskan ini." Kata Sasha lalu mulai sibuk dengan baju-baju yang dia keluarkan dari kantong besar itu dan dia periksa lalu dia gantung dilemari.
Andro juga terlihat membantu Sasha merapikan semua itu dan menempelkan seri baju dilabelnya.
"Jika kau lelah tidurlah. Aku akan menyelesaikan semua ini." Kata Andri pada Sasha.
"Tidak aku belum lelah." Kata Sasha dan dia terus merapikan semua baju itu.
"Jam 01.00. Ayo kita istirahat. Kita akan meneruskannya besok siang." Kata Andro sambil melihat jarum jam yang menunjukan sudah pukul satu malam dinihari.
"Baiklah. Setelah satu baju ini saya akan istirahat." Kata Sasha.
Sasha lalu menggantung baju itu dan keluar dari ruangan besar itu.
Andro melihatnya hingga dia menghilang dari pandangannya.
Andro mengikuti Sasha saat dia sudah sampai dikamarnya.
Andro lalu mengintip dari lubang pintu apa yang dilakukan Sasha didalam.
Sasha membuka semua bajunya dan langsung menggantinya dengan baju tidur.
__ADS_1
"Sungguh luar biasa. Indah sekali." Gumam Andro dari celah lubang pintu.