
Elis sangat terkejut saat dilihatnya meja Ardy yang berantakan dan bekas makanan yang tidak dibuang. Bahkan yang lebih mengejutkan lagi karena dia tidak tega melihat perubahan sikap sahabatnya yang dia kenal dari kecil. Dia adalah sosok yang baik dan penuh semangat. Tidak pernah dia lihat Ardy serapuh ini. Apalagi jika itu tentang pekerjaan. Pekerjaan adalah seperti separuh jiwanya.
Namun Elis sepertinya mulai menemukan alasan dibalik perubahan sikap sahabatnya. Apalagi jika bukan karena pernikahan Nadiya yang saat ini sedang berbulan madu?
Pasti Nadiya adalah alasanya.
Seandainya aku bisa melakukan sesuatu untukmu, maka pasti sudah aku lakukan tanpa kau memintanya. Jadikan aku obat untuk penderitaanmu...
Kata Elis sambil berdiri disamping Ardy dan menatapnya dengan sedih.
"Ar....bangunlah." Kata Elis membangunkan Ardy. Ardy kemudian membuka matanya dan memicingkanya pada wajah Elis.
"Nadiya? Kau disini?" Gumam Ardy. "Terimakasih akhirnya kau datang juga. Aku sangat merindukanmu." Kata Ardy sambil memeluk tubuh Elis.
Elis hanya diam saja dan membiarkan sahabatnya mengira dia adalah Nadiya.
"Elis? Kau? Aku pikir......" Kata Ardy setelah puas memeluk Elis yang dia sangka Nadiya.
"Nadiya...." Elis melanjutkan kalimat Ardy.
"Aku sedih melihatmu seperti ini Ardy." Kata Elis. "Pulanglah dan ambilah cuti beberapa hari. Beristirahatlah, karena kondisimu sedang tidak baik."
"Baiklah aku akan istirahat." Kata Ardy tanpa mengatakan apapun lagi. Dia berjalan tanpa mempedulikan semua barang-barang yang berserakan diatas meja. Elis hanya menggeleng-gelengkan kepalanya dan akhirnya Elis duduk di kursi Ardy dan berbicara pada foto Nadiya.
"Seandainya Ardy mau sekali saja menatapku sebagaimana dia menatapmu penuh dengan cinta maka aku pasti akan mencintai Ardy lebih baik daripada dirimu Nadiya. Kau benar-benar telah menghancurkan hati sahabatku." Kata Elis berbicara seorang diri.
Kemudian Elis membanting foto Nadiya hingga kacanya pecah. Dan setelah itu dia mengambil foto itu dan menyadari telah kelepasan dan melakukan kesalahan dengan foto Nadiya.
Jika Ardy tahu dia tidak akan memaafkan aku. gumam Elis.
🌹🌹🌹
__ADS_1
Ibu Monic sudah kembali kerumahnya diAmerika bersama suaminya karena keperluanya di Jakarta sudah selesai. Sampai dirumahnya seorang gadis kecil langsung berlari memeluknya.
"Omaa...Sasha kangen sama Oma. Kok Oma ngga ngajak Sasha?" Kata Gadis kecil itu menyambut kedua kakek dan neneknya yang telah merawat dia dan ibunya selama ini.
Ibu Monic saat itu menemuka Sasha dan ibunya yang sudah kehabisan uang dan belum mendapatkan pekerjaan tetap. Mereka bertemu didepan sebuah toko makanan. Karena kasihan dengan Sasha yang ingin membeli sebuah kue dan hanya berdiri saja didepan kaca toko kue tanpa berani masuk kedalam.
Maka Ibu Monic kemudian menghampirinya dan mengajaknya masuk kedalam. Dan menanyakan apa yang terjadi pada Sasha dan ibunya. Akhirnya Sarah menceritakan bagaimana dia dari Jakarta sampai di Amerika namun uang mereka sudah habis lebih cepat dari dugaanya. Karena Sarah juga tidak menemukan saudaranya yang ternyata sudah pindah ke Inggris sehingga membuatnya harus bekerja part time demi untuk kebutuhan sehari-hari.
Akhirnya Ibu Monic menawari Sarah untuk menjadi sekretaris diperusahaanya. Dan mengajaknya tinggal dirumahnya bersama Sasha. Karena Sarah hanya tinggal berdua saja dengan putrinya maka Ibu Monic menganggap mereka seperti keluarga sendiri dan Sasha seperti cucunya.
Kemudian dari ruang dapur Sarah keluar sudah rapi dan akan berangkat kekantor. Diapun menyambut kedatangan Ibu Monic dan juga Suaminya dan menanyakan keadaan mereka.
"Om, Tante...Bagaimana acaranya? Semoga berjalan dengan lancar." Kata Sarah sambil mereka.
"Acaranya lancar dan mereka sekarang sedang berbulan madu." Kata Ibu Monic.
"Om, Tante mau minum apa?"
"Tidak usah Sarah, tadi om sama tante sudah makan direstoran. Apakah Sasha hari ini libur? Kok belum ganti baju seragam?" Tanya Ibu Monic.
"Sasha sini....duduk dekat Oma sayang...." Kata Sarah. "Katanya Sasha kangen sama Oma. Ini Omanya sudah datang kok malah asyik main. Kemarin nanyain terus, Oma kapan pulang?"
Tidak lama kemudian Sarah berpamitan untuk pergi kekantor.
🌹🌹🌹
Joan dan Karina sedang berbicara didalam kamar mereka. Mereka membicarakan tentang kepergian Nadiya dan kondisi perusahaan Tuan Alex.
"Siapa yang memimpin perusahaan sementara Nadiya berbulan madu?" Tanya Joan pada Karina yang tidak mau menggantikan posisi Nadiya.
"Ada Danar orang kepercayaanya Nadiya yang saat ini menggantikan posisinya sementara." Kata Karina.
"Kenapa bukan kamu saja Karina?" Kata Joan kesal.
__ADS_1
"Karena aku tidak bisa dan tidak tertarik." Kata Karina yang memang jarang mengurusi perusahaan papinya.
"Bagaimana kalau kau bilang pada papamu agar aku bekerja lagi pada perusahaan Nadiya."
Ujar Joan agar dia bisa kembali memegang jabatan Nadiya.
"Aku tidak yakin papa akan mengijinkanya." Kata Karina.
"Kamu buatlah alasan yang masuk akal, agar aku bisa kembali bekerja disana? Kau mau punya suami pengangguran. Berapa lama kita akan menggunakan uang ini? Lama-lama uangnya akan habis jika aku tidak punya pekerjaan."
"Bekerjalah ditempat lain...." Kata Karina yang tidak yakin papinya akan mengijinkan Joan kembali bekerja.
"Kamu belum mencobanya malah suruh aku bekerja ditempat lain? Kau pikir orang akan mau menerima aku bekerja. Ini semua karena ulah saudaramu itu. Sehingga nama baikku tercemar." Kata Joan.
Iya juga sih, kan Joan pernah masuk penjara dan beritanya tersebar hingga seantero negeri. Jadi mana mungkin ada perusahaan yang mau menerimanya bekerja setelah mengetahui kasusnya. Karina berfikir sejenak dan akhirnya menyetujui untuk berbicara pada papinya.
"Baiklah aku akan mencobanya." Kata Karina.
Joan langsung mendekap Karina dan menciuminya bertubi-tubi.
"Ini baru istriku yang paling aku sayangi. Terimakasih sayang...." Kata Joan sambil tersenyum penuh kebahagiaan.
Jika dia memegang posisi Nadiya maka dia akan lebih hebat dari sebelumnya. Apalagi sekarang perusahaan maju pesat setelah dipegang oleh Nadiya. Dan dia hanya tinggal meneruskanya tanpa bersusah payah. Senyumnya menyeringai penuh kelicikan.
"Jika kamu berhasil membuat aku menggantikan posisi Nadiya maka aku akan mengajakmu keliling dunia." Kata Joan mulai merayu Karina.
"Benarkah?" Kata Karina bersemangat.
"Ya. Kita akan bersenang-senang dan berbulan madu selama satu bulan untuk merayakanya." Kata Joan untuk memancing semangat Karina. Dan benar saja wajah Karina menjadi sumringah luar biasa.
"Baiklah. Aku akan membuat papi menyetujui kamu menggantikan posisi Nadiya."
"Nah gitu dong! Semangat 💪🏻." Kata Joan sambil mengangkat salah satu tanganya.
__ADS_1
"Aku akan bilang Nadiya harus tinggal bersama Prasetyo diluar negeri dan menjadi istri yang baik untuk Prasetyo. Karena perusahan Prasetyo ada diluar negeri jadi tidak mungkin mereka tinggal berpisah dan berjauhan. Jadi salah satu harus mengalah dan meninggalkan pekerjaannya. Nadiya harus menjadi istri yang baik dan fokus pada keluarganya. Sehingga secara tidak langsung dia harus meninggalkan jabatannya saat ini. Apakah ini alasan yang masuk akal?" Tanya Karina.
"Sangat realistis!" Kata Joan sambil tersenyum penuh kemenangan.