
Dikantor Ardy sedang duduk diruanganya. Ardy memikirkan apa yang terjadi kemarin di acara empat bulanan Istrinya. Kepalanya disandarkan pada kursi dan tanganya memainkan pulpen. Kemudian lamunannya dikejutkan oleh kedatangan Elis yang memberikan berkas padanya. Elis memperhatikan sahabatnya yang sedang melamun dan tidak konsentrasi bekerja.
"Ada apa. Apa ada masalah?"
"Duduklah! Aku ingin bicara padamu."
"Oke." Elis kemudian duduk dihadapannya.
"Apakah kamu mengenal Tuan Alek pemilik PT Alexander?"
"Siapa yang tidak mengenalnya?" Kata Elis sambil menatap mata Joan. "Namanya begitu tersohor sejak perusahaanya maju pesat. Dia adalah pengusaha besar dan sukses."
"Apakah kamu tahu beliau punya berapa anak perempuan?"
"Setahuku Tuan Alex punya satu anak perempuan namanya Karina. Kami pernah bertemu waktu kuliah di Luar Negeri. Tapi aku tidak begitu mengenalnya."
"Kau tahu ternyata Tuan Alex punya dua anak perempuan. Dan satu lagi namanya Nadiya. Dan kau tahu siapa dia? Dia adalah istriku."
"Apa!? Jadi Tuan Alex adalah ayah mertuamu?"
"Iya. Dan aku juga baru mengetahuinya."
Elis menatap Joan dan memikirkan apa yang baru didengarnya. Apa setelah mengetahui semua kenyataan ini Ardy masih akan bekerja di perusahaan papanya? Ditangan Ardy perusahaan papanya bertambah maju. Jika Ardy resain dan bekerja pada ayah mertuanya maka Elis takkan bisa sering bertemu dengannya.
__ADS_1
Dirumahnya Ibu Sofia sedang menggerutu dan kesal karena Karina tidak hamil juga meskipun segala usaha sudah dilakukan termasuk pergi ke beberapa Dokter spesialis. Sebenarnya bukan kesalahan Dokter jika Karina tidak hamil. Tapi perjanjian Karina dan Joanlah yang membuat Karina enggan untuk hamil dan selalu menjaga dengan berbagai cara agar dirinya tidak mengandung buah hati mereka. Alasanya adalah karena Joan sudah punya Kiara. Dan tak ingin menambah momongan lagi. Sehingga kadang-kadang Karina kesal dengan sikap ibunya yang terus membuatnya makan ini, makan itu dan berbagai makanan yang tidak enak agar dirinya bisa hamil.
"Sudahlah ma. Nanti kalau sudah waktunya juga Karina akan hamil."
"Kapan? Kalau usia kamu sudah empat puluh tahun?"
"Iya nanti sabar dulu dong ma."
"Kamu harus ingat berapa usia kamu sekarang Karina."
"Iya ma. Karina ngerti."
"Oh iya mama baru ingat kalau anak teman mama seusia kamu sekarang sudah hamil dan melahirkan. Nanti mama akan tanya Dokter mana yang bisa membuatnya hamil."
Joan sudah berangkat kerja dan akan mengadakan pertemuan dengan beberapa relasinya. Saat Joan masuk disana sudah ada beberapa orang termasuk Leo dan Ardy. Ardy menatapnya dan tak percaya dengan apa yang dilihatnya. Joan juga ikut dalam pertemuan ini? Tanya Ardy dalam hati.
Mereka duduk mengitari meja yang besar. Dan masing-masing sudah membawa berkas untuk diserahkan kepada perwakilan Gubernur. Mereka akan bekerja sama membangun hotel mewah sekaligus memajukan pariwisata dan mempertimbangkan tata kota. Dan masing-masing membawa proposal juga berkas yang diperlukan sebelum memulai proyeknya. Setiap perusahaan memberikan andil sesuai dengan bidangnya. Dan setelah mendapat persetujuan dari Gubernur maka mereka bisa memulai semua pekerjaannya.
Joan menatap Ardy kadang menatap Leo dengan tatapan meremehkan. Apa hanya kalian saja yang merasa hebat dan terhormat? Kata Joan dalam hati. Lihat aku sekarang? Setara dengan kalian. Bahkan akan menjadi bos besar pewaris satu-satunya perusahaan Alexander.
Leo tau pasti ada yang tidak beres dengan Joan sehingga bisa duduk bersama mereka saat ini. Karena Leo tahu dan mengenal siapa Joan dari dulu. Sikapnya mudah berubah dan semaunya sendiri. Meskipun bukan berarti dia jahat, tapi tidak mau bekerja keras adalah watak bawaannya. Dan maunya hidup enak tanpa bekerja keras adalan sifatnya. Mereka dulu tinggal satu kampung sehingga Leo sedikit banyak tahu bagaimana perilakunya.
__ADS_1
"Ada apa? Kaget aku bisa duduk disini?" Kata Joan dengan sombong.
"Ngga. Aku tahu kenapa kamu bisa duduk disini."
"Kenapa emang? Ngga boleh? Kamu pasti tidak tahu siapa aku sekarang. Pemimpin PT Alexander yang terkenal itu. Kau kenal siapa mereka kan? Orang terpandang dan terhormat." Kata Joan mulai menyombongkan diri.
Leo hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan tak tahu tipuan apa yang membuat orang yang selalu bolos sekolah dan malas belajar seperti dia bisa menjadi seorang pemimpin. Dan apa katanya tadi? PT Alexander? Apakah aku tidak salah dengar? Gumam Leo sambil berlalu. Leo tahu jika Joan selalu ingin cari masalah denganya. Tapi Leo malas meladeninya dan lebih baik menghindar.
Joan dan Leo memang sudah sering terlibat perdebatan sejak dulu. Karena Leo adalah siswa cerdas dan selalu mengharumkan nama sekolahnya. Sedangkan Joan anak pemalas yang suka menyontek dan membuat Leo selalu dalam masalah dan hanya akan berteman dengan Leo jika ada kepentingan saja. Jika tidak ada kepentingan berpapasanpun kadang Joan enggan untuk bertanya kabar atau basa-basi denganya. Leo memang hanya punya sedikit teman karena tidak pandai bergaul. Sementara Joan sangat pandai bergaul sehingga teman-temanya banyak dan tidak pernah kesepian. Joan dikeluarkan dari sekolah karena laporan Leo dan pindah ke sekolah lain. Tentu saja Joan menaruh dendam padanya. Apalagi dulu gadis yang dicintainya yang namanya Sarah bunga desa dikampungnyapun lebih memilih Leo dari pada Joan.
Sampai pada akhirnya Leo menetap di kota dan Joan masih tinggal di desa dan jatuh cinta pada Dara. Tetangga kampung yang bekerja satu pabrik denganya. Karena mereka sering berangkat dan pulang bersama-sama, akhirnya mereka jatuh cinta dan menikah. Kemudian Joan mendapat tawaran untuk bekerja di pabrik yang ada di ibukota bersama dengan Dara. Akhirnya mereka menetap di ibukota sampai hari ini.
Joan memang bukan orang baik tapi juga bukan orang jahat. Beberapa kekurangannya adalah mau hasil yang instan dari setiap usahanya. Mau cepat menjadi orang kaya dengan sedikit usaha. Tapi meskipun begitu Joan adalah ayah yang baik dan sangat menyayangi putrinya Kiara. Bahkan beberapa kelebihanya adalah Joan tidak pernah memperlakukan wanita dengan kasar. Joan memang suka berantem dengan lelaki tapi tidak dengan wanita. Entah apa alasanya saat memiliki Kiara nampak jelas bagaimana dia sangat menyayanginya. Juga bagaimana Dara menyembunyikan kekurangannya dan membuatnya kecewa.Tapi semua itu lantas tidak membuatnya melakukan kdrt selama berumah tangga. Bahkan demi kebahagiaan Kiara, Joan tetap mempertahankan rumah tangganya dengan Dara meskipun dimulai dengan kebohongan.
Selama berumah tangga Joan juga tidak pernah mengungkit kebohongan Dara. Meskipun merasa dibohongi tapi Joan tetap tak pernah menyinggung tentang kekurangan Dara hingga saat ini atau saat mereka bertengkar. Itu adalah salah satu kelebihan Joan.
Leo mendekati Ardy dan mengatakan sesuatu tentang Joan. Ardy mengerutkan keningnya dan memikirkan apa yang dikatakan Leo. Kemudian mereka berjalan meninggalkan gedung tersebut untuk kembali kekantor. Dan saat akan masuk kedalam mobilnya, Joan lewat didepan mobil mereka dengan mobil mewah yang harganya fantastis. Kemudian berhenti didepan mereka untuk basa-basi dan memamerkan mobilnya.
"Aku ngga percaya dia sehebat itu tanpa ada yang membantunya." Kata Leo pada Ardy.
"Mungkin sekarang dia memang sudah berhasil."
"Aku masih tidak yakin. Aku mengenal wataknya sejak kecil. Mana mungkin bisa berubah secepat itu. Dua tahun yang lalu aku bahkan masih bertemu dengannya dan masih mengendarai motor yang dia bawa dari kampung."
__ADS_1
"Sudahlah. Ngga usah dipikirkan. Biarkan saja."
Kemudian mereka masuk kemobil Ardy dan kembali kekantor. Didalam mobil Leo masih memikirkan apa yang baru saja dilihatnya. Dia menghitung dengan kecerdasan matematikanya. Dua tahun dari motor biasa bisa berubah menjadi mobil mewah dengan harga fantastis. Rumah biasa bisa berubah menjadi rumah dengan harga termahal dikompleknya. Dan orang bodoh dan pemalas bisa menjadi pemimpin perusahaan ternama hanya dalam waktu dua tahun. Tak ada rumus yang kutemukan untuk menghitung nasib baik Joan. Kepalanya malah pusing karena hal-hal yang diluar akal sehatnya.