
Ardy langsung menelpon polisi dan mengabarkan jika telah terjadi kecelakaan. Lucian dengan cepat Ardy dan beberapa orang mencoba membantu para korban keluar dari mobil. Tidak lama kemudian polisi datang berikut dengan ambulan dan tim penyelamat.
Mereka mencoba mengeluarka Sasha terlebih dahulu yang lokasinya dekat. Kemudian setelah itu mengeluarkan Sarah. Butuh waktu lama untuk mengeluarkan sopir dari kursi kemudi karena kondisi mobil yang ringsek parah.
Dibutuhkan waktu satu jam sampai akhirnya polisi dan tim penyelamat berhasil mengeluarkan sopir malang itu. Sementara kedua korban lain sudah dilarikan kerumah sakit untuk mendapat pertolongan secepatnya. Namun dalam perjalanan kerumah sakit nyawa sopir itu tidak bisa diselamatkan karena dia kondisinya yang paling parah.
Sarah dirawat bersebelahan dengan Sasha. Namun kata dokter Sarah kondisinya sangat kritis dan dokter berusaha keras untuk menyelamatkannya. Sementara Sasha hanya menderita luka-luka ringan saja dan kondisinya tidak terlalu mengkhawatirkan. Setelah mendengar penjelasan dari dokter maka Ardy menjadi lega, sementara Elis yang dari tadi diam seribu bahasa kini juga menjadi lega.
"Bagaimanan kondisi ibunya dokter?" Kata Ardy. Kondisi ibunya sangat parah. Kita hanya bisa berdoa semoga dia bisa melewati masa kritis.
"Baik Dokter, terimakasih." Kemudian Ardy mendekat dan melihat wajah Sarah yang penuh dengan luka disana sini.
Lalu matanya beralih pada Sasha yang masih terpejam karena pengaruh obat tidur.
Malam itu Ardy menginap dirumah sakit dan tidak pulang. Sementara Elis pulang karena harus mengurus kantor dan beberapa rapat penting lainya.
"Baiklah, pulanglah. Aku masih akan tetap disini untuk menjaga mereka." Kata Ardy kepada Elis.
"Besok aku akan kesini lagi." Kata Elis lucian diikuti anggukan kepala oleh Ardy.
Ardy duduk disamping Sasha dan membelai rambut putrinya dengan lembut. Sementara sesekali dia melihat wajah Sarah yang pernah dinodainya.
Melihat mereka dalam kondisi seperti ini membuat Ardy menyesali perbuatannya karena telah mengejar mereka dengan kecepatan tinggi.
Dan tiba-tiba kedua polisi datang dengan membawa berkas penangkapanya karena terlihat dari CCTV bagaimana awal mula kecelakaan itu terjadi hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Meskipun Sopir adalah saksi satu-satunya yang telah meninggal. Namun ternyata disepanjang jalan itu ada CCTV yang merekam kejadian itu.
Dan setelah Polisi menanyai beberapa warga dan mereka menceritakan jika kedua mobil itu berkejaran dengan kecepatan yang sangat tinggi hingga menyebabkan korban jiwa.
__ADS_1
Dan polisi tidak tahu bahwa selain sipir sebenarnya ada satu saksi mata lagi, yaitu Elis sahabat Ardy yang duduk didalam mobil bersamanya. Namun namanya tidak disebut sehingga polisi melakukan penangkapan hanya berdasarkan rekaman CCTV saja.
"Anda harus ikut kami kekantor." Kata salah seorang polisi yang sudah membawa borgol.
"Kami menemukan bukti bahwa anda mengejar taksi itu dengan kecepatan tinggi." Kata polisi sambil memborgol tangan Ardy. Ardy masih shock dengan kedatangan mereka dan dia tidak bisa mengelak karena ternyata dia tidak menyadari jika ada CCTV disana yang bisa menjadi bukti keterlibatanya hingga terjadi kecelakaan.
"Tapi pak. Saya harus menunggu hingga putri saya sadar." Kata Ardy.
"Silahkan anda ikut kami kekantor. Ada anggota polisi dan dokter yang akan menjaga kedua pasien ini."
Kemudian dengan berat hati Ardy meninggalkan Sasha yang bahkan belum mengetahui kebenarannya jika dia adalah ayah biologisnya.
Tangan Ardy diborgol dan dibawa dengan mobil tahanan karena telah melakukan pelanggaran tentang membahayakan nyawa orang lain dijalan raya. Dan menyebabkan sopir taksi itu kehilangan nyawanya.
Keluarga dari korban sudah mengurus jenazah sopir taksi itu. Kemudian seorang perempuan yang tengah hamil tua mungkin istri dari sopir itu datang dan menemui Ardy dikantor posisi ditemani saudaranya.
"Hukum dia seberat-beratnya....dia telah membuat suamiku meninggal dan membuat anak dalam kandunganku menjadi yatim dan tidak bisa melihat bapaknya. Hu hu hu....hiks hiks." Wanita itu terus menangis dan berteriak histeris supaya Ardy dihukum seberat-beratnya.
Akibat kelalaianya dia telah membuat seorang istri menjadi janda dan seorang anak yang bahkan belum lahir tidak bisa melihat dan bertemu dengan bapaknya.
"Tenang ibu, harap ibu tenang. Kita akan memberikan keadilan dengan seadil-adilnya. Lebih baik ibu pulang dan biarkan kami yang mengurus semua ini sesuai prosedur hukum yang berlaku." Kata kepala polisi yang duduknya tidak jauh dari tempatnya.
"Ayo kak kita pulang." Ajak seseorang kepada wanita yang sedang hamil besar itu.
"Kakak harus ingat, Kaka sedang hamil, ayo kita pulang dan istirahat." Kata seseorang yang duduk bersamanya.
Wanita itu masih menangis dan terlihat sangat terpukul dengan kepergian suaminya. Padahal sebentar lagi mereka akan mendapatkan kabar bahagia dengan kelahiran anak pertamanya. Namun belum juga anaknya lahir dia harus kehilangan suaminya secara tragis, dan hal itu membuat hatinya hancur.
"Sudah kak. Kasihan debaynya. Ayo kita pulang. Masalah orang jahat itu biar ditangani polisi. Kakak fokus saja pada kesehatan debay. Dia adalah satu-satunya yang mendiang ingin agar kakak menjaganya dengan baik, agar jiwa mendiang bisa tenang. Ayo kita pulang...." Ajak adiknya dan akhirnya berhasil membuat kakaknya sadar bahwa saat ini dia harus kuat demi debaynya.
__ADS_1
Sementara dibalik jeruji besi yang dingin Ardy sedang menangis meratapi dan menyesali perbuatanya. Dia begitu egois untuk menemui putrinya hingga membahayakan banyak nyawa. Demi keinginannya agar bisa menemui putrinya dia telah menghilangkan nyawa seseorang dan membuat seorang anak kehilangan bapaknya.
Kemudian dia terduduk dan tanganya mengepal memukul lantai hingga berdarah. Dia sedang meratapi nasibnya yang tidak bisa menemui putri kandungnya dan bahkan sekarang dia harus berada didalam penjara. Dan entah kapan bisa keluar dan menemui putranya juga putrinya.
Regan sedang berada di asrama dan ibunya sedang berbulan madu, lalu anaknya yang lain sedang dirawat dirumah sakit.
Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Putriku.....maafkan aku.....
Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah dia sudah sadar? Aku bahkan belum bisa memeluknya dan mengatakan tentang kebenarannya jika dia adalah putri kandungnya.
Kemudian tiba-tiba seorang polisi datang dan memberikan ponselnya.
"Ada yang ingin berbicara dengan Anda." Kata anggota polisi itu sambil menyerahkan handphone miliknya.
"Ya." Kata Ardy.
"Aku akan mencari pengacara terbaik untukmu. Aku mendapat kabar dari salah satu anak buahku yang aku kirim untuk menjaga kalian." Kata suara itu.
"Ya." Kata Ardy.
"Kamu jangan khawatir, aku pasti akan berusaha untuk membebaskanmu. Aku akan mencari pengacara terbaik dikota ini." Kata Elis pada sahabatnya.
Dan saat Elis berbicara melalui telepon, Joan yang sudah mulai bekerja dikantornya mendengar pembicaraan itu.
Siapa yang dipenjara? gumam Joan penasaran.
"Besok aku akan mengunjungimu." Kata Elis.
Aku harus mencari tahu. Kata Joan dalam hati.
__ADS_1