Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Berkemas


__ADS_3

Prasetyo dan Nadia berpegangan tangan sangat erat sekali. Sesekali mereka berpandangan lalu saling melempar senyum.


"Kau duluan." Kata Prasetyo


"Tidak! Kau saja."


"Ya sudah, jika kalian tidak cepat masuk, maka aku akan masuk duluan."


"Stop! Kamu mau apa?" Tanya Prasetyo.


"Aku mau mandi, kalian terusin saja obrolannya. Aku mau mandi dulu." Kata Arya.


Arya lalu nyelonong saja masuk ke dalam, sementara Prasetyo dan Nadiya saling berpandangan.


Di samping pintu, tampak Freya sedang berkemas dan tiba-tiba menjadi pendiam.


Nadia kemudian melepaskan pegangan tangan Prasetyo dan mendekati Freya, saat menyadari sikap Freya yang sedikit berubah.


Nadiya memilih duduk di lantai dan memegang tangan Freya. Mereka pun duduk berhadapan.


"Terima kasih Freya, berkat bantuanmu Prasetyo sekarang sudah pulih seperti sediakala. Bagaimana aku bisa membalas kebaikanmu?" Tanya nadiya sambil menatap wajah Freya.


Nampak jelas setetes air mata jatuh ke lantai dari ujung mata Freya.


"Apakah kau baik-baik saja?" Tanya Nadiya, saat dia lihat buliran air mata itu jatuh membasahi lantai.


"Aku baik-baik saja Nadiya. Aku hanya terharu karena akhirnya Prasetyo bisa pulih seperti sedia kala." Kata Freya.


"Kau langsung berkemas, emang kamu mau kemana?" Tanya Nadiya sambil menyerahkan lipatan baju yang berada di sampingnya kepada Freya.


"Aku melihat berita di televisi jika terjadi kebakaran di desa, di mana aku membangun klinik di sana." Kata Freya sambil menutup kopernya.


"Apa!?" Nadiya sontak langsung kaget. Karena memang dia tidak sempat melihat berita saking sibuknya mengurus Prasetyo.


"Bagaimana itu bisa terjadi?" Tanya Nadiya kemudian.


"Semua penyebab dari kebakaran itu masih diselidiki." Jawab Freya.


"Namun aku tidak bisa ke sana karena jembatan itu masih dalam perbaikan." Lanjut Freya dan mengambil sisir didekat meja rias.


Freya terlihat menyisir rambutnya yang panjang lalu mengikatnya keatas. Lehernya yang jenjang terlihat sangat indah. Prasetyo sempat melirik dan memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh Freya.

__ADS_1


"Aku turut prihatin Freya." Kata Nadiya lalu berdiri dan berhadapan dengan Freya.


"Lalu kau akan ke mana?" Tanya Nadiya penasaran. Jangan sampai Freya tinggal dan menginap lama dirumahnya. Karena Nadiya tidak ingin Prasetyo semakin dekat dengan Freya dan seperti istilah jaman sekarang cinta lama bersemi kembali.


Apalagi sekarang Nadiya tahu jika Freya dan Prasetyo pernah punya hubungan spesial dimasa lalu. Bukan tidak mungkin apa yang dulu menimpa rumah tangganya bisa terulang kembali jika dia membiarkan wanita lain dekat dengan suaminya, apalagi tinggal satu rumah.


Sedikit demi sedikit rasa yang pernah sirna bisa saja tumbuh kembali seiring intensitas pertemuan yang semakin intim. Ini adalah hal sepele namun berakibat sangat fatal jika sudah asmara masuk kedalam hati. Siapa yang bisa lari dari jeratannya? Sulit sekali terlepas dari rasa suka yang sudah terlanjur merasuk kedalam jiwa.


Sebelum semuanya tidak bisa dikendalikan maka Nadiya tidak akan mengizinkan siapapun menggoyahkan bahtera rumah tangganya. Bahkan seorang rahwanapun bisa menyamar menjadi seorang brahmana demi menculik Dewi Shinta. Dan dewa Rama bahkan tidak menyadarinya. Setelah kekasihnya hilang baru terasa dan menyadari kenapa bisa terjadi.


Bagaimana dulu Sarah dan Ardy jatuh cinta juga bukan tidak ada peran Nadiya disana. Nadiya juga membiarkan mereka sering bertemu dan saling sapa, hingga akhirnya mereka saling jatuh cinta. Dan akhirnya cinta segitiga itu menghancurkan bahtera rumah tangganya.


Prasetyo masih muda dan wajahnya juga banyak digandrungi kaum hawa. Bagaimana jika bukan Prasetyo yang jatuh cinta namun justru sang wanita itu yang berusaha mengejarnya dan melakukan segala cara demi mendapatkanya.


Oh tidak!


Jangan sampai terjadi hal seperti itu dalam perjalananya dengan Prasetyo.


Itu sangat mengerikan!


Cinta segitiga dalam rumah tangga sering ada dari kebaikan yang dimanfaatkan menjadi sebuah kesempatan untuk merebut yang bukan haknya. Dari jaman dulu hingga sekarang masih tidak berubah. Kebaikan yang diberikan justru dibalas dengan menusuk dari belakang. Ngga artis ngga orang biasa, jika cinta sudah bertahta dijiwa sudah tidak peduli itu teman, itu saudara atau itu majikan.


Jangan sampai Freya menjadi Sarah kedua. Setelah kesalahan Ardy aku tidak ingin Prasetyo juga membuat kesalahan yang sama.


"Jakarta? Berarti kita bisa sering bertemu jika kita tinggal satu kota. Aku pikir kau akan kembali ke Amerika, dan menetap disana." Kata Prasetyo.


Tuh kan? Apa yang aku takutkan sudah dimulai?


Satu kota saja bisa menjadi bumerang. Apalagi jika satu rumah?


"Kalau begitu kita akan ke sana sama-sama saja." Kata Nadiya.


"Memangnya kapan kalian akan kembali?" Tanya Freya sambil menarik kopernya didekat pintu keluar.


"Sore ini." Kata Nadia.


"Baiklah jika begitu, aku akan pulang bersama kalian." Kata Freya sambil melihat bekas dia duduk. Dan memeriksa apakah ada barangnya yang tercecer atau tertinggal.


Tiba-tiba pak Arya keluar dari kamar mandi dan langsung berjalan keluar kamar.


"Mau kemana dia?" Tanya Prasetyo.

__ADS_1


"Entahlah!" Jawab Nadiya.


"Freya apakah kau sudah mandi?"


"Belum."


"Kalau gitu kau mandi duluan saja. Aku belakangan." Kata Nadiya.


"Baiklah. Aku akan mandi dulu. Apakah perlu aku temani?"


"Apaan sih Pras. Aku hanya bercanda. Wajah kalian yang terlihat manis langsung berubah menyeramkan." Kata Prasetyo sambil merebahkan dirinya diatas kasur.


"Jangan tidur Pras! Setelah Freya kita mandi.


"Kau benar sekali. Mereka berdua sudah mandi, nanti kita mandinya bareng saja. Aku ingin mandi berduaan denganmu Nadiya."


"Boleh tapi jangan macam-macam." Kata Nadiya.


"Ya, apa sih yang lebih menyenangkan selain kita mandi bersama? Sudah lama rasanya aku tidak nengokin itu." Kata Prasetyo mulai nakal.


"Nengokin apaan?"


"Ahk sekarang kau yang amnesia."


"Apalagi yang lebih menarik saat seorang suami melihat istrinya yang seksi. Apalagi jika kau menari seperti ini Nadiya, pasti menyenangkan bisa melihatmu menari."


"Apa sih yang bagus dari itu. Kau dari tadi melihat layar hpmu tanpa kedip? Seorang perempuan, entah dari negara mana, tariannya sangat eksotis.


"Punyaku jadi bangun."


"Nah itu tu, kalau tontonan nya ngga jelas, orangnya lama-lama juga jadi tidak jelas."


"Jelaslah Nadiya, ngga jelas bagaimana, kan ada kamu, kalau aku pengen. Kecuali aku jomblo, lebih baik hindari tontonan seperti ini. macam pak Arya."


"Dia kan jomblo, bahaya kalau dia nonton tarian seperti ini. bisa berdiri itu ngga turun-turun." Lanjut Prasetyo.


"Kamu ngomong apaan sih Pras. kok jadi ngelantur seperti itu?"


"Nanti pak Arya dengar loh. Kan jadi ngga enak."


"Nad sini dong."

__ADS_1


Nadiya pun berjalan mendekat dan tangan Prasetyo langsung menarik kedua bahu Nadiya. Tangan kanannya mengunci leher Nadiya. dan tangan kirinya memegang daging kenyal tidak ketinggalan bibirnya langsung mengunci bibir Nadiya. Nadiya merasakan sesuatu berdesir dibawah sana.


__ADS_2