
Keesokan harinya Elis berangkat kekantor lebih pagi dari biasanya. Banyak yang sedang dipikirkannya sehingga membuatnya tidak bisa tidur. Akhirnya dia terpaksa bangun lebih awal dan ingin segera melakukan sesuatu untuk meringankan penderitaan sahabatnya.
Dia berencana untuk mengunjungi pengacara. Dan kemudian dia melihat beberapa kartu nama dari dalam tasnya. Dan akhirnya dia menemukan sebuah kartu nama pengacara kondang. Namun itu adalah alamat kantornya yang dahulu, belum lama ini dia mendengar kabar jika pengacara kondang itu sudah pindah ke kantornya yang baru.
Tapi saat ini berkas dikantor juga sedang menumpuk dan belum selesai dilihatnya karena kemarin dia pergi keluar bersama Ardy.
Beberapa pegawai bahkan belum datang dan banyak meja yang masih masih kosong. Hanya pegawai yang rajin yang sudah ngantor pagi-pagi.
"Pagi Bu...." Sapa salah satu pegawai yang berpapasan dengan Elis. Elis mengangguk dan membalas salamnya.
Beberapa hari ini Elis harus berangkat kekantor lebih pagi karena banyak yang harus diselesaikanya. Pertama dia harus menyelesaikan tugas nya sebagai pemimpin dan juga merangkap pekerjaan Ardy. Kedua dia harus membantu sahabatnya yang saat ini sedang ada dalam masalah.
Kemudian Elis duduk dan memencet nomor telepon pengacara terhebat dikota itu. Hampir semua klien puas dengan jasa pengacara handal yang namanya beken seantero negeri. Banyak artis dan para pejabat yang menggunakan jasanya dan rata-rata mereka bisa memenangkan kasus berkat bantuan pengacara itu. Namanya Pak Haris. Pengacara kondang yang namanya tersohor dan dikenal masyarakat luas.
Pengacara kondang yang tajir melintir dan kekayaan sangat fantastis buah dari kerja kerasnya yang berhasil membuat klennya puas dengan pekerjaanya.
"Selamat pagi pak, saya Elis dari perusahaan Adam Karya. Bisakah kita bertemu siang ini. Teman saya sedang dalam masalah dan saya membutuhkan bantuan dari bapak untuk membantu teman saya itu." Kata Elis.
"Baiklah nanti kita ketemu di kantor saya dijalan Ramayana. Nanti saya wa alamat kantor saya yang baru."
"Baiklah pak, ini nomor telepon saya." Kata Elis sambil menutup teleponnya. Dan tidak lama kemudian dia mendapat pesan masuk dari pengacara kondang yang bernama Haris. Dan siang ini juga dia akan menemuinya agar sahabatnya secepatnya bisa keluar dari penjara.
Tanpa Ardy perusahaanya akan kacau. Karena pekerjaan akan menumpuk dan dia tidak bisa menghandle semuanya. Jadi Ardy harus secepatnya keluar dari penjara agar bisa masuk kantor lagi.
Aku tidak bisa menghandle semua pekerjaan ini sendirian. gumam Elis.
__ADS_1
Akhirnya Elis melihat beberapa berkas yang kemarin belum selesai dikoreksinya. Dan baru saja akan membuka berkas dan mengerjakannya, tiba-tiba pintu kantornya diketuk oleh sekretarisnya yang hari ini datang pagi juga.
"Bu...ada koran...dan..ada gambar pak Ardy disana." Kata Sekretaris itu sambil memberikan koran pada atasanya.
Kemudian dengan cepat Elis melihat halaman koran yang ada gambar Ardy dan juga berita tentang penangkapanya akibat kecelakaan yang memakan korban jiwa. Juga ada gambar istri dari sopir taksi itu yang sedang hamil dan terlihat mencaci maki Ardy.
Wartawan memang sudah seperti jamur ada dimana-mana dan memang sudah menjadi tugas mereka untuk mencari berita yang menarik minat pembaca. Tentu saja satu negeri menjadi heboh karena kabar tersebut. Terlebih judul dikoran yang mengasihi istri yang sedang hamil besar. Juga beberapa judul tentang CEO perusahaan besar yang tersandung masalah. Berita itupun langsung tersebar disurat kabar dan beberapa stasiun televisi, dan sampai juga ketelinga beberapa klien dan juga papi Elis.
Telepon kantor tidak berhenti berdering karena beberapa teman dan juga klien yang menanyakan kebenaran kabar tersebut. Bahkan membuat sekretaris Ardy yang baru datang kewalahan karena tiga telepon dihadapannya tidak berhenti berdering.
Elis yang mengetahui kabar kehebohannya langsung keluar meningglkan kantor dan tanpa diketahuinya Joan yang baru saja datang langsung penasaran dannmengikutinya dari belakang.
Aku harus mengikutinya. Aku merasa ada yang sedang tidak beres. Dan aku tidak boleh ketinggalan berita. Siapa tahu hal ini menguntungkan dirinya. Gumam Joan.
Maklum memang Joan belum melihat surat kabar dan koran hari ini yang sedang heboh. Dia hanya mendengar telepon tentang orang yang sedang membuat bos nya terlihat cemas.
Dan setelah sampai di jalan Ramayana akhirnya Elis turun dan langsung masuk kekantor advokat beken itu .
Sementara Joan masih didalam mobil dan melihat plang yang tertulis diatas kantor Advokat Tn. Haris.
Ohh rupanya dia kesini. Gumam Joan. Pasti ada masalah yang tidak aku ketahui. Pantas saja wajahnya begitu cemas dan terlihat khawatir.
Kemudian tiba-tiba disamping mobilnya lewat tukang koran yang sedang berkeliling dengan koran yang menumpuk diatas tanganya.
"Koran pak." Kata Joan pada tukang koran tersebut sambil membuka jendela pintu mobilnya.
__ADS_1
Kemudian Joan melihat tulisan dan foto Ardy ada disana hingga membuatnya harus mengucek matanya dan membetulkan letak kacamatanya.
Ardy? Kenapa gambarnya ada dikoran? Gumam Joan.
Kemudian dengan rasa penasaran Joan membaca judul demi judul dengan tulisan yang besar. Tentang Ardy yang ada dalam penjara dan tentang kecelakaan maut yang menghilangkan nyawa sopir taksi dan meninggalkan istrinya yang sedang hamil tua.
Apakah berita ini benar? Kemarin pagi dia masih melihat Ardy dikantor. Dan sekarang beritanya ada dikoran. Aku tidak mengerti dan tidak habis pikir. Aku harus menyelidiki ini. Dan jika benar dia dipenjara maka.....
Untuk apa aku memikirkan dia? Lebih baik dia ada didalam penjara dan aku?....Aku akan menggantikan posisinya. Aku hanya harus mencari simpati ibu Elis dan..... dan memenangkan hatinya. Kesempatan ini tidak boleh aku lewatkan begitu saja. Ini adalah tangga emas baginya untuk duduk di kursi CEO.
Mulai sekarang aku harus loyal dalam bekerja dan merebut simpati Ibu Elis dan Tuan Adam sehingga mereka tidak perlu Ardy lagi. Karena aku yang akan menggantkan posisinya. Ha ha ha...
Baiklah aku tidak perlu menunggu disini. Sekarang aku harus kekantor dan menghadle semuanya. Sehingga Ibu Elis akan berterimakasih padaku. Dan memberikan aku kepercayaan yang lebih tinggi dari yang diberikan oleh Ardy.
Dewi Fortuna sedang mengincar ku kali ini untuk memberikan kabar bahagia dan membuatku bisa keliling dunia dengan nama besar.
Kemudian Joan kembali kekantor dan tidak mempedulikan Elis yang yang menemui pengacara itu.
Joan memarkir mobilnya ditempat Ardy biasa parkir mobil. Pegawai yang melihatnya menjadi heran karena kelakuanya yang lancang.
Kemudian Joan berjalan dengan sombong kedalam kantor dan menyapa beberapa pegawainya dengan ramah layaknya dia sudah menjadi pimpinan jika melihat gelagatnya.
Kemudian dia masuk kekantor Ardy, saat dilihatnya sekretaris Ardy tidak ada. Dengan cepat dia menyelinap masuk dan duduk di kursi CEO.
Dan dia berputar-putar sambil menaruh kakinya diatas meja. Dia tertawa menyeringai dan menatap keluar jendela penuh kebahagiaan dan kemenangan.
__ADS_1
Sebentar lagi aku akan duduk di kursi ini dan bekerja diruangan ini. Aku akan dihormati dan disegani. Joan CEO yang hebat dan...... kemanapun aku pergi orang akan menganggukkan kepalanya dan menghormatiku. Kemudian Joan menyeringai dan menggoyang-goyangkan ujung sepatunya.