Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Tekad bulat Sandra


__ADS_3

Nadiya kemudian memegang tangan Sandra dan menggenggamnya.


"Terimakasih, kamu datang disaat yang sangat tepat." Kata Nadiya kepada Sandra.


Sementara Prasetyo berjalan lebih dulu kedalam mobil. "Mulai hari ini kamu akan tinggal diapartemen milik kami." Kata Nadiya.


Sandra mengangguk. Ya Sandra tahu benar jika dalam satu tahun ini dia akan bersama dengan kedua suami istri ini.


"Mari, masuklah kedalam mobil kami." Kata Nadiya membukakan pintu untuk Sandra.


Prasetyo melihat dari kaca spion diatasnya. Wajahnya datar tanpa ekspresi.


Nadiya kemudian duduk disamping Prasetyo.


"Kita akan kemana?" Tanya Prasetyo.


"Kita keapartemen kamu. Sandra akan tinggal disana. Dan selama satu tahun ini Sandra akan dalam tanggung jawab kita. Semua keperluannya juga apa yang dia butuhkan untuk sehari-hari akan kita penuhi."


Sandra diam saja. Dia akan menggadaikan hidupnya selama satu tahun. Bersama orang yang tidak dikenalnya. Tapi dunia memang sempit, Luna sahabatnya mengejar cinta orang yang ada didepannya saat ini. Dan aku menggantungkan nasib keluargaku pada uang mereka. Aku tidak akan membiarkan Luna sahabatku mengetahui semua ini. Dia pasti sangat sakit hati dan mencegahku jika dia tahu. Sedangkan bagiku, uang itu sangat aku butuhkan. Aku akan mengatakan pada Luna jika aku bekerja diluar kota selama satu tahun.


"Sandra, apakah keluargamu mengetahui semua ini?" Tanya Nadiya.


Sandra menggelengkan kepalanya. "Tidak Bu, saya mengatakan jika saya bekerja diluar kota selama satu tahun."


"Baiklah. Saya harap kamu tidak menyesali keputusan kamu."


"Tidak Bu." Semetara Prasetyo hanya melirik dengan wajah dingin.


Sandra tidak menyangka sahabatnya Luna bisa menyukai lelaki dingin seperti Prasetyo. Aku bahkan gemetar setiap kali dia menatapku. Wajahnya dingin dan datar. Sepertinya ini adalah keinginan istrinya.


"Kita sudah sampai diapartemen. Mari kita turun." Kata Nadiya. "Pras...kau tidak turun?"


"Aku akan langsung kekantor. Nanti aku akan menjemputmu." Kata Prasetyo pada Nadiya. Nadiya mengangguk dan turun dari mobil diikuti oleh Sandra.


Mereka naik keatas dan sampai dikamar apartemen yang dulu dia tempati bersama Prasetyo.


"Selama satu tahun kamu akan tinggal diapartemen ini. Nanti saya akan membuat surat bermaterai sehingga kita sama-sama sepakat dan tidak ada pemaksaan satu sama lain." Kata Nadiya sambil membuka kamar yang akan dipakai Sandra.


"Baik Bu, apakah uangnya bisa saya minta dimuka? Saya sangat membutuhkan uang itu sebelum akhir bulan ini." Kata Sandra memberanikan diri meskipun awalnya ragu-ragu untuk meminta bayarannya dimuka.


"Ya. Tentu. Kamu akan saya berikan uang satu milyar untuk dimuka. Sisanya akan saya berikan jika kontrak kita berakhir." Kata Nadiya.


"Baik Bu." Sandra menjadi lega.


Apakah aku akan dibayar lebih dari satu milyar? Aku pikir aku hanya akan dibayar satu milyar. Tapi sepertinya ibu Nadiya akan membayarku diatas satu milyar.

__ADS_1


"Baiklah Sandra....silahkan kamu istirahat dulu. Dan apakah aku bisa meminta kartu identitas?"


"Baiklah Bu." Sandra kemudian memberikan kartu identitas nya.


Nadiya memfoto kartu identitas itu dan dia simpan sebagai jaminan jika ada hal-hal diluar dugaan.


"Ini ambilah." Kata Nadiya sambil mengembalikan kartu identitas milik Sandra.


"Oya Sandra, ini uang untuk kebutuhan kamu sehari-hari. Dan kamu bisa menggunakan uang ini tanpa memotong bayaran kamu. Jadi karena saya tidak bisa setiap hari kesini, kamu bisa turun kebawah untuk membeli makanan juga kebutuhan lainya. Dibawah ada restoran juga supermarket." Jelas Nadiya sambil menyerahkan uang lima juta.


"Baik Bu. Terimakasih." Kata Sandra sambil menerima uang itu.


"Dan Sandra, rahasiakan tentang semua ini. Jangan sampai siapapun mengetahuinya. Hanya kita bertiga yang tahu dan juga dokter. Siapapun dari keluarga saya juga orang yang kamu temui tidak boleh mengetahui tantang rencana ibu pengganti ini. Kau mengerti Sandra."


"Iya Bu. Saya mengerti."


"Baiklah jika kamu sudah mengerti dan jika ada yang ingin kamu tanyakan, silahkan kamu hubungin saya. Ini kartu nama saya." Kata Nadiya sambil menyerahkan sebuah kartu nama.


"Berapa nomor HP kamu?" Tanya Nadiya sebelum keluar dari apartemen. " Nanti saya akan menghubungi kamu jika semua sudah siap. Dan kita akan kedokter bersama-sama."


"081234567xxx" Kata Sandra


"Baiklah Sandra saya akan kekantor." Kata Nadiya sambil melirik jam ditanganya.


"Sudah hampir jam pulang kantor." Kata Nadiya lirih.


"Baik Bu."


"Baik Bu."


Sandra menutup pintu apartemennya.


Sementara sambil turun dari lift, Nadiya menelpon bodyguardnya untuk menjemputnya diapartemen Prasetyo.


"Jemput saya sekarang diapartemen." Kata Nadiya pada bodyguard nya.


"Baik Bu."


Tidak lama kemudian seorang bodyguard sudah tiba persis didepan Nadiya berdiri.


Kemudian dengan cepat dan tangkas bodyguard itu membukakan pintu untuk Nadiya.


Nadiya masuk dan menelpon Prasetyo.


"Pras, aku dalam perjalanan kekantor. Apakah kamu sudah pulang?"

__ADS_1


"Belum. Masih dikantor."


"Baiklah nanti setelah mengambil berkas dikantor aku akan langsung ke kantormu." Kata Nadiya.


"Ya. Aku tunggu."


"Sudah sampai Bu." Kata Bodyguard itu kepada Nadiya yang dalam waktu cepat ternyata mereka sudah ada didepan kantor Alexander.


Nadiya langsung turun dan berjalan dengan cepat keruanganya untuk mengambil berkas yang akan dia kerjakan dirumah.


Bruuukkkk!


Nadiya tiba-tiba menabrak pegawainya yang tidak lain adalah Arya. Pegawai baru yang saat ini masih menjadi staf biasa.


Dengan cepat Nadiya diselamatkan oleh tangan kekar Arya.


deg


deg


deg


Kenapa tiba-tiba Nadiya mencium bau minyak wangi yang biasa dipakai Ardy?


Jantung Nadiya tiba-tiba berdetak kencang dan menatap wajah Arya dengan tajam. Mencoba menelisik.


Parfum ini? Dan aromanya...juga saat dekat dengannya kenapa aku merasa pernah mengenalnya? Tidak mungkin! Dia adalah pegawai baru. Dia juga tidak mirip Ardy. Tapi saat tanganya menyentuh bahu Nadiya, Nadiya merasa sentuhan itu mengingatkannya pada mantan suaminya. Oh tidak! Dia sudah tiada? Kenapa aku merasa dia masih berada di sekitarku?


Nadiya cepat bangun dan berdiri.


"Terimakasih! Lain kali kamu kalau jalan hati-hati!" Kata Nadiya sambil berlalu.


Orang kaya....Dia yang nabrak aku yang disalahkan...


Arya membatin sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian Arya bersembunyi dibalik tiang yang besar saat Nadiya tiba-tiba sudah balik lagi dengan berkas ditanganya.


"Seandainya aku bisa lebih lama memelukmu. Aku sangat merindukanmu, Nadiya." Gumam Arya.


Dimana suaminya yang sok ganteng itu?


Batin Ardy.


Tumben akhir-akhir ini Nadiya lebih sering ditemani bodyguard nya, biasanya Di mana ada Nadiya disitu ada Prasetyo. Udah kaya kepala sama buntut.


Arya kemudian keluar dari tempat persembunyiannya saat Nadiya sudah masuk kedalam mobil.

__ADS_1


Sudah lama aku tidak mengetahui kabar terkini. Aku akan mencari tahu apa yang sedang membuatnya begitu sibuk.


Berulang kali aku melihatnya keluar dari rumah sakit. Apa yang sedang dilakukanya?


__ADS_2