Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Hargai aku


__ADS_3

Esok harinya Nadiya bangun lebih awal dan langsung teringat pada amplop besar yang berisi surat dari dokter.


Didalam surat itu dokter mengatakan jika rahim Nadiya tidak memungkinkan untuk terjadinya pembuahan. Dan keterangan yang lainya Nadiya tidak mengerti maksudnya, sehingga Nadiya memutuskan untuk menemui dokter siang ini.


Prasetyo terbangun dan matanya tertuju pada kertas yang sedang dipegang Nadiya. Saat ini Nadiya sedang duduk dipinggir ranjang.


"Apakah yang kamu pegang itu surat dari dokter?" Kata Prasetyo. Bangun dari pembaringannya dan duduk disamping Nadiya.


"Boleh aku melihatnya? Apa kata dokter?" Tangannya mengambil kertas dari tangan Nadiya.


Nadiya tersentak dan kaget karena Prasetyo sudah duduk disampingnya. Kertas itu sudah berpindah ke tangan suaminya. Prasetyo sedang membaca isinya.


"Maksud dokter???" Prasetyo menatap Nadiya. Nadiya tertunduk kelantai. Kemudian mendongakkan kepalanya dan menatap Prasetyo dengan sedih.


"Kandunganku bermasalah. Mungkin aku tidak bisa hamil lagi." Nadiya tertunduk.


Prasetyo tertegun dan tertunduk kelantai. Hening sesaat. Kemudian Prasetyo merangkul Nadiya dan memeluknya.


"Jika kau tidak bisa hamil lagi, ya sudah tidak apa. Bukankah kita sudah punya Regan?" Kata Prasetyo berbesar hati meskipun dia sangat ingin mendapatkan keturunan dari Nadiya.


Nadiya menatap Prasetyo dengan mata berkaca-kaca.


"Tapi bagaimana dengan mami? Kau putra satu-satunya. Jika kau tidak bisa mendapatkan keturunan maka mami akan sangat sedih." Kata Nadiya.


"Aku akan menjelaskanya. Jika kehamilan sangat beresiko dan bisa membahayakan dirimu, maka aku tidak ingin kau hamil. Aku tidak ingin kehilanganmu dan membahayakan kesehatanmu."


Prasetyo menatap Nadiya sangat dalam. Nadiya tertunduk dan dengan berat mengatakan kebenaran yang belum sempat dia katakan kepada Prasetyo.


"Aku pernah menderita kanker stadium awal sebelum Regan lahir. Maafkan aku jika aku terlambat mengatakannya."


"Aku tahu." Kata Prasetyo menatap Nadiya lekat. Mereka bertatapan. Nadiya terpana dan bingung.


"Bagaimana kau tahu? Aku belum memberitahukanya padamu." Nadiya bingung.


"Aku menemukan surat dari dokter tentang kesehatanmu dan itupun tidak sengaja."


"Dan kau diam saja. Kau tidak bertanya padaku?"


"Untuk apa? Semua itu sudah berlalu. Kita tidak perlu mengungkit sesuatu yang sudah lewat. Sudahlah, lupakan surat dokter itu."


"Tapi aku akan berusaha agar kau tetap mendapatkan putra."


"Tidak usah Nadiya. Aku tahu bahwa itu tidak mungkin. Jika dokter sudah mengatakan itu sangat berbahaya bagi kesehatanmu, untuk apa kita membahayakan jiwamu."


"Bukankah sekarang sudah modern. Ilmu kedokteran sekarang sudah sangat canggih. Aku pasti akan berusaha memberikan cucu kepada kedua orang tuamu. Aku tidak sanggup melihat kekecewaan diwajah mereka. Dan lagi ...."


Harga diriku dimata mereka akan langsung tidak berharga saat mereka tahu bahwa aku tidak bisa memberikan penerus bagi keluarga Hans, ayah mertuaku.


"Kenapa Nadiya?"


"Kita akan kedokter siang ini." Kata Nadiya kemudian mandi dan berganti baju.


Mereka saat ini sedang berada di ruangan Dokter Spesialis Kandungan.


"Apakah kami bisa mendapatkan keturunan dokter? Meskipun rahim saya bermasalah?" Tanya Nadiya kepada Dokter yang kemarin memeriksanya.


Dokter kemudian diam sejenak.


Kemudian dokter menjelaskan beberapa yang bisa dilakukan oleh Nadiya jika tetap ingin mendapatkan keturunan.

__ADS_1


"Metode bayi tabung ini dalam bahasa medisnya sering disebut dengan metode in vitro fertilization (IVF)."


"IVF yaitu kehamilan yang terjadi diawali dengan sel telur dibuahi oleh ****** di luar tubuh yaitu di dalam sebuah tabung. Kemudian, sel telur yang sudah dibuahi dan sudah dalam fase siap akan dipindahkan ke dalam rahim Mama yang memiliki sel telur tersebut."


"Metode bayi tabung ini akan membutuhkan perjuangan dan kesabaran. Pada awalnya Mama akan distimulasi dengan cara disuntikkan obat kesuburan. Biasanya akan diminta untuk menyuntikkan 1-4 obat setiap hari selama seminggu sampai sepuluh hari."


"Stimulasi ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah telur yang diproduksi oleh ovarium Mama. Sehingga, semakin banyak telur yang bisa diambil dan dibuahi selama proses bayi tabung ini, serta semakin besar pula kesempatan Mama untuk hamil."


"Tak hanya Mama yang perlu persiapan, Papa juga dibutuhkan kerjasamanya."


"****** akan dipilih yang terbaik, sekitar 10.000 ****** kemudian akan ditempatkan dengan telur pada wadah khusus. Wadah ini kemudian akan diinkubasi di laboratorium. Dalam waktu 12-24 jam diharapkan sudah terjadi pembuahan antara ****** dengan telur."


"Setelah telur dibuahi, telur akan disimpan selama 3-5 hari di tempat khusus sebelum dipindahkan ke rahim wanita. Pemindahan telur yang sudah dibuahi (embrio) biasanya dilakukan pada hari kelima setelah pembuahan."


"Tapi sepertinya metode bayi tabung tidak bisa dilakukan mengingat rahim Ibu Nadiya yang tidak memungkinkan." Kata Dokter kepada Prasetyo.


"Sementara jika menggunakan cara yang kedua yaitu metode inseminasi harus dilakukan pada masa paling subur dari seorang wanita, yakni sekitar 24-48 jam sebelum ovulasi terjadi. Sebelum dilakukan metode ini, dokter akan melakukan pemeriksaan organ reproduksi dan kesuburan dari masing-masing pasangan."


"Lalu ****** suami akan melalui proses wash atau disaring terlebih dahulu untuk memilih ****** dengan kualitas terbaik. Begitu juga Mama, sel telur akan diperiksa untuk memastikan sel telur sudah matang dan siap untuk dibuahi."


"Setelah semunya siap, ****** dimasukan ke dalam alat. Alat ini lalu dimasukkan melalui leher rahim agar langsung menuju rahim. Jadi proses pertemuan antara ****** dan sel telur pada inseminasi buatan tetap terjadi di dalam rahim."


"Metode ini sepertinya juga tidak bisa dilakukan. Dan yang terakhir mungkin ini lebih cocok mengingat rahim ibu Nadiya yang bermasalah."


"Surrogate Mother secara umum disamakan dengan istilah “ibu pengganti” atau “ibu wali” atau juga ”sewa rahim”."


"Maksudnya yaitu seorang wanita yang bersedia mengandung janin hingga lahir yang benihnya (****** dan ovum) berasal dari orang lain (suami-istri). Kamudian setelah si kecil lahir akan diserahkan kepada pasangan suami istri pemilik benih."


"Pada dasarnya sama dengan pembuahan bayi tabung, yaitu dilakukan di luar rahim ibu. Kemudian embrio tersebut akan dititipkan atau ditanam kedalam rahim wanita lain."


Setelah mendengar dari penjelasan dokter maka Nadiya memutuskan untuk melakukan Surrogate Mother atau ibu pengganti.


"Nadiya?!" Prasetyo kaget dan menatap Nadiya.


"Pikirkan dulu, sebelum memutuskannya." Kata Prasetyo.


"Aku mohon Pras....tolonglah...."


"Tapi biayanya paling mahal diantara metode yang lainya."


"Berapapun akan saya bayar dokter, berapa kira-kira biayanya?"


"Kurang lebih satu milyar." Kata Dokter.


"Ya. Saya akan membayarnya dokter. Saya ingin melakukan metode ibu pengganti." Kata Nadiya ngeyel.


"Nadiya......" Prasetyo bingung bagaimana mencegah keinginan istrinya yang tidak masuk akal. Dan memutuskan keputusan tanpa bertanya dulu atau bermusyawarah padanya.


"Aku mohon....."


Dokter kemudian melihat jika pasangan suami istri ini belum menemukan kesepakatan. Itu terlihat jelas jika Prasetyo keberatan. Sedangkan Nadiya langsung membuat keputusan.


"Baiklah sebaiknya Bapak dan Nyonya Prasetyo bicarakan dulu, besok silahkan temui saya jika kalian sudah sama-sama sepakat." Kata Dokter itu.


"Baiklah dokter, kami permisi dulu. Terimakasih...." Kata Prasetyo langsung berdiri meninggalkan Nadiya karena kesal dengan sikap Nadiya.


Nadiya yang ditinggalkan begitu saja kemudia mengangguk kepada dokter itu danengejar Prasetyo.


"Pras....tunggu...." Prasetyo tidak menoleh dan langsung masuk kedalam mobilnya yang terparkir tidak jauh dari ruangan dokter itu.

__ADS_1


Kemudian Nadiya masuk dan tanpa berbicara Prasetyo langsung menyalakan mesin mobilnya.


Sepanjang perjalanan Prasetyo diam saja tanpa berbicara sepatah katapun.


Sepertinya dia benar-benar marah.


"Pras....kau marah ya...." Kata Nadiya menatap wajah Prasetyo dengan rasa cemas.


"Siapa aku bagimu?" Tanya Prasetyo dengan wajah datar dan tanpa menoleh kepada Nadiya.


"Kau adalah suamiku." Nadiya menjawab sambil menatap mata Prasetyo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bagus jika kau sadar itu. Lalu kenapa kau membuat keputusan tanpa bertanya dulu pendapatku?" Berkata tanpa ekspresi. Dan bagi Nadiya itu sangat menakutkan.


"Aku ...."


"Apakah kau selalu seperti ini? Kau sangat egois."


Prasetyo sangat marah. Belum pernah dia semarang ini.


"Jika karena biayanya mahal maka aku yang akan membayarnya Pras." Nadiya berpikir jika Prasetyo marah karena biayanya yang mahal. Apalagi kemarin malam Prasetyo baru saja kehilangan uang satu milyar dan itu akibat kebodohan Nadiya.


Yang selalu egois dan hanya memikirkan dirinya sendiri.


"Bagus Nadiya. Akhirnya......kau menunjukan kekuatanmu dan kekuasaanmu. Dan kau pikir semua bisa diselesaikan selama ada uang. Aku tahu kau kaya, kau punya banyak uang. Uang bagimu bukan masalah. Tapi bisakah sedikit saja kau hargai aku?"


Nadiya mulai menangis saat Prasetyo berbicara dengan nada tinggi.


"Aku adalah suamimu. Jangan selalu menuruti keinginan hatimu. Tanyakan padaku, apakah aku tidak berarti bagimu. Heh, aku mulai merasa bahwa aku hanya bayangan dari ceritamu yang telah berlalu."


Cih. Apakah cintaku dan yang selama ini kulakukan tidak berarti baginya?


Kau selalu saja melakukan hal yang menurutmu benar. Tanpa bertanya padaku dan kau mengabaikan perasaanku juga harga diriku sebagai suamimu.


Nadiya kemudian turun dari mobil setelah mereka sampai dirumah tanpa mengatakan apapun.


Dia kemudian mengunci pintu dikamar dan menangis sendirian didalam kamar.


Seperti anak kecil saja


"Kenapa dengan Nadiya Pras?" Ibu Monik baru saja keluar dari dapur dan selesai memasak untuk makan siang.


"Biasa mi. Kami bertengkar."


"Kalian ini sudah umur juga masih saja bertengkar seperti anak muda saja. Kalian sudah sama-sama dewasa jadi untuk apa bertengkar?"


"Biasalah mi, kadang kami juga berbeda pendapat." Prasetyo langsung kedapur dan mengambil segelas air mineral.


"Ya sudah nanti jika emosimu sudah reda, kamu bujuk Nadiya. Mami jadi tidak enak jika melihat kalian bertengkar seperti ini."


"Ya, mi. Sekarang Prasetyo mau tidur dulu. Capek sekali rasanya."


"Ya sudah sana."


----------------------------------


Hai, Kak! 😀😀😀


Regan dewasa ada dinovel terbaru yang baru saja Author buat judulnya "Dipinang CEO"

__ADS_1


Author penasaran dengan kisah Nadiya setelah Regan menjadi dewasa, dan Nadiya menjadi tua, hehehe....


__ADS_2