Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Masih mencintainya


__ADS_3

"Bagaimana keadaan papa?" Tanya Nadiya yang duduk disamping tuan Alex.


"Papa baik-baik saja. Papa justru menghawatirkan kamu, Nadiya."


"Nadiya baik-baik saja pa." Kata Nadiya yang merasa dirinya sehat dan tidak ada satupun masalah dalam dirinya saat ini.


"Tidak. Papa tahu apa yang sedang putri papa lakukan, adalah mencoba lari dari dirimu sendiri."


"Maksud papa?" Tanya Nadiya bingung. "Nadiya tidak mengerti."


"Itulah, kamu tidak akan memahaminya sampai kamu menerima dirimu sendiri."


Nadiya benar-benar bingung dengan maksud papanya yang bicaranya tidak terus terang.


"Kata-kata papa bikin Nadiya tambah bingung."


"Apakah kamu tidak ingin berumah tangga lagi? Kamu masih sangat muda. Kamu membutuhkan pendamping untuk selalu menjagamu."


"Hahaha papa ini ada-ada saja. Pendamping Nadiya kan banyak papa. Kemana-mana ada pengawal dan sopir yang selalu menjaga Nadiya."


"Hemmmm....Kamu masih tidak memahaminya. Mereka berbeda dengan pendamping. Mereka hanya penjaga dan menjagamu karena digaji. Tapi pendamping hidup adalah tempatmu berbagi suka dan duka."


Hhhhhh....Nadiya menarik nafas panjang. Dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Kemudian tersenyum simpul pada papanya.


"Apakah kamu masih mencintai Ardy?" Nadiya tersentak saat papanya menyebut nama yang sudah dia kubur dalam sanubarinya.


Nadiya diam saja.


Kemudian papanya melanjutkan perbincangan ya. "Jika kamu masih mencintainya kenapa kamu lari dari dirinya dan dari dirimu sendiri?"


Nadiya menggelengkan kepalanya. Masih sakit terasa dalam hatinya saat mengingat kenangan pahit itu.


"Kalau kamu sudah tidak mencintainya maka bukalah hatimu untuk orang lain. Papa hanya ingin kamu bahagia. Melihatmu sendirian mengurus usaha papa yang begitu besar papa merasa kasihan padamu. Jika ada yang membantumu tentu papa tidak akan merasa khawatir lagi."


Nadiya diam dan mendengarkan apa yang baru saja dikatakan ayahnya.


"Pikirkan tentang Regan. Dia masih kecil jika kamu terus bekerja dikantor kasihan dia. Dia membutuhkan kehadiran dan kasih sayangmu."


Nadiya tersentuh begitu nama putranya disebut oleh ayahnya.


Papa punya nama yang cocok untuk mendampingimu dan bisa dipercaya dalam mengurus perusahaan papa.

__ADS_1


"Baiklah terserah papa saja jika papa berfikir laki-laki itu cocok untuk Nadiya."


"Papa senang kamu berpikiran luas dan tidak berfikir sempit."


"Bagi Nadiya saat ini hanya Regan dan papa yang terpenting bagi hidup Nadiya. Jika papa ingin agar Nadiya menikah lagi maka akan Nadiya lakukan. Dan Nadiya tidak tahu apakah Nadiya bisa mencintai lagi atau tidak. Selama pilihan papa bisa menerima keadaan Nadiya yang seperti ini maka.....Nadiya bersedia."


Maksud Nadiya adalah menikah tanpa menuntut cinta dari dirinya. Karena Nadiya tidak tahu apakah dia masih punya sisa cinta didalam hidupnya saat ini.


"Dia adalah laki-laki yang baik. Papa yakin dia akan menjadi ayah dan suami yang baik untuk kamu."


"Baiklah pa....." Nadiya kemudian mengambil obat disamping ayahnya dan memberikanya obat.


"Papa minum obat dulu ya. Sudah waktunya papa minum obat dan beristirahat."


Nadiya kemudia meninggalkan papanya yang tertidur pulas dan langsung pulang menemui putra semata wayangnya.


Airmata Nadiya jatuh saat dia mengingat bahwa telah meninggalkan putranya selama ini dan lari dari kenyataan.


"Kemana Bu?"


"Kerumah tuan muda." Kata Nadiya dan langsung menyandarkan kepalanya dan tidak lama kemudian Nadiya tertidur.


Wanita yang aneh. Kadang begitu kejam dan sadis. Tapi kadang begitu polos dan lugu saat tertidur. Seperti wanita bertopeng yang punya dua sisi kehidupan yang bertolak belakang.


Kemudian setelah sampai dirumah Tuan muda, Nadiya masih tertidur. Dan Wisnu tidak berani membangunkanya. Tapi kemudian Tuan muda keluar dan berteriak memanggil nama Ibunya.


"Mami........" Nadiya langsung terbangun dan kaget saat sadar Regan sudah ada dipangkuan ya. Kemudian Nadiya mencium dan mencubit pipinya dengan gemas.


"Mami lama ngga datang-datang.....Regan kangen...."


"Iya ....anak mami tersayang. Mami juga kangen....."


"Kapan papi datang? Kok mami sendirian? Regan kangen papi......" Katanya dengan suara yang polos. Jantung Nadiya menjadi tak beraturan saat anaknya mengatakan kangen dengan papinya.


"Ya. Nanti kita akan bertemu papi ya?"


Regan mengangguk dan terus menggandeng tangan maminya dan membawanya keruang bermainnya. Disana Regan bercerita tentang beberapa permainan yang dia suka. Dan Nadiya hanya mendengarkan sambil menyimak imajinasi malaikat kecilnya.


"Bi tolong bikinin susu untuk Regan....."


"Iya Non....."

__ADS_1


Kemudian Nadiya memberikan susu kepada Regan dan putranya malah tertidur dipangkuannya. Nadiya membiarkan Regan tertidur pulas dan mulai mengamati wajah polos Regan yang dia tinggalkan demi mengurus perusahaan ayahnya. Akhirnya setelah berpikir panjang dan kasihan melihat putranya yang kesepian Nadiya memutuskan untuk menerima nasehat ayahnya dan menikah lagi.


Esok harinya Nadiya pergi menemui ayahnya dan melihat kondisinya, sebelum pergi kekantor.


Nadiya teringat pada seseorang dan menelpon anak buahnya.


"Kamu periksa keadaan CEO yang kemarin diapartemen. Dan kamu cari tahu apakah dia baik-baik saja?" Perintah Nadiya pada salah satu anak buahnya. Bagaimanapun setelah melihat Regan, Nadiya jadi teringat apa yang sudah dia lakukan kemarin pada Papinya.


Anak buah yang diperintah Nadiyapun kebingungan. Tidak biasanya ibu mengkhawatirkan orang yang dia sendiri suruh memukulinya. Tapi setelah dihajar habis-habisan dia malah menghawatirkannya.


"Sudahlah ayo cepetan kita cek. Bos ingin informasinya segera." Kata salah seorang temanya.


Diperjalanan Nadiya melihat Dara dan temanya sedang makan dipinggir jalan. Hal itu mengingatkan Nadiya pada badai yang menimpa rumah tangganya akibat perbuatan Dara yang tidak bisa menyimpan rahasia.


Bermula dari rasa bersalah Sarah pada Leo tentang siapa ayah dari Sasha putrinya. Kemudian Sarah curhat pada Dara dan tanpa sepengetahuan mereka Joan yang kebetulan lewat merekam pembicaraan mereka. Kemudian rekaman itu dia gunakan sebagai aksi balas dendam pada Leo juga Ardy yang dia kirimkan ke handphone mereka saat itu juga.


Tapi rupanya Nadiya salah paham pada Dara dan mengira dialah yang membongkar rahasia itu. Padahal Joan yang kebetulan lewat sangat tertarik pada pembicaraan mereka dan menyuruh seorang waiters untuk merekam pembicaraan mereka di restoran tersebut.


Leo dan Ardy mempercayai semua itu setelah mereka mengenali suara Sarah dalam rekaman tersebut. Dimana Sarah juga menyebutkan bahwa Nadiya yang telah mengatur pernikahannya dengan Leo. Dan juga pesan yang dia kirimkan pada Ardy yang tak berbalas tentang kehamilanya waktu itu.


Menyimpan rahasia sendirian membuat hatinya sangat terbebani. Dan Sarah ingin membaginya dengan sahabatnya Dara yang setidaknya akan mengurangi beban hatinya.


Namun siapa sangka justru dari curhatnya pada Dara bukannya mengurangi bebannya malah menjadi badai dalam rumah tangganya. Sarah bahkan menyesali perbuatannya dan seandainya dia bisa menyimpan rahasia itu untuk dirinya sendiri maka semua ini tidak akan terjadi.


Sejak saat itu Sarah, Dara dan Nadiya tidak berkomunikasi satu dengan yang lainya. Persahabatan mereka juga telah retak karena kejadian yang telah menhancurkan rumah tangga mereka. Dan mulai saat itu Nadiya tidak mempercayai siapapun selain dirinya sendiri.


Lamunannya tersentak saat anak buahnya menelpon dan mengatakan kalau CEO itu baik-baik saja. Nadiya menghela nafas lega setelah mengetahui mantan suaminya baik-baik saja.


Sementara dikantor anak buah Nadiya sedang berbisik-bisik tentang berita yang kemarin mereka baca dikoran lama.


"Ternyata mantan suaminya adalah CEO dari perusahaan Adam Karya kalau tidak salah namanya Ardy." Celetuk salah seorang temanya.


"Aku tahu karena temanku belum lama ini menjadi sekretarisnya. Tapi aku tidak yakin jika dia berselingkuh pada sahabat penyihir itu. Karena kata temanku bahkan dia ditegur karena pakaiannya yang terlalu seksi. Dan beberapa peraturan dikantor yang tidak boleh ada skandal sesama pegawainya. Dia bahkan tidak tertarik pada wanita. Jadi mana mungkin dia melakukan itu." Ujar pegawai yang lain.


"Mungkin saja sekarang CEO Ardy sudah berubah."


"Tapi kata temanku dia bahkan tidak punya kekasih sampai saat ini.....Tapi aku jadi penasaran tentang kehidupan penyihir itu dan mantan suaminya. Nanti aku akan menemuinya dan mencari tahu tentang kebenaran berita ini."


"Sudahlah nek. Kalian pada bergosip apaan sih? Nanti kalau ketahuan ibu....Kalian akan whusss....." Kata Danar yang sumpek dengan gosip teman-temannya.


"Kamu ini tidak tahu apa-apa dan tidak usah ikut campur urusan kami. Huh!?" Teman perempuannya yang tomboi dan suka bergosip menghardiknya.

__ADS_1


__ADS_2