
Nadiya dan Prasetyo saling berpandangan
Dan saat itu juga Ardy masuk den melihat adegan mata mereka yang saling menatap satu dengan yang lainya.
Ardy mengepalkan tangannya dan memasukan di dalam saku celananya. Ditinggal sebentar saja si bodyguard mesum sudah mulai dekat-dekat lagi. Dan Nadiya sepertinya juga memberikan ruang dan perhatian lebih pada pengawal yang satu ini. Aku harus hati-hati sama laki-laki yang terus mendekati istriku.
Kami hanya sedang marah dan berpisah sementara, bukan selamanya. Bahkan kami belum bercerai secara resmi. Jadi aku masih berhak mendapatkan istriku kembali. Aku pasti akan mengubahnya menjadi Nadiya yang dulu. Dan bukan Nadiya yang sekarang glamor dan egois.
Aku akan melakukan segala cara untuk memisahkan bodyguard itu dari sisi Nadiya. Untuk apa dirumah putranya sendiri harus ada yang mengawasi. Apakah aku dan putranya seperti penjahat sehingga harus ada pengawal diantara kami? Mengganggu saja!
Dia memang seperti nyamuk yang terus mengiang ditelinga. Jika belum di tepok maka sayapnya terus saja berputar-putar mengganggu ketenangan orang lain.
Lain kali aku akan mengunci pintu dan membuatnya menunggu diluar. Dia selalu saja mencari kesempatan dengan taktik memasak lah, inilah, itulah, Huh! Padahal aku tahu tujuanya hanyalah mencari perhatian Nadiya. Tak kan kubiarkan kamu menjadi nyamuk diantara kami. Lihat saja nanti! Ardy mengomel tidak karuan pada dirinya sendiri.
"Sepertinya ada yang sedang kesal!" Kata Prasetyo. Baiklah aku akan cari udara segar diluar dulu.
"Karena Regan tidur aku juga akan keluar sebentar." Kata Nadiya.
Ardy kesal dan makin gemas saja sama tingkah Bodyguard yang seperti menantang dirinya.
"Pergilah! Ngapain kamu disini terus! Sudah ada aku dan Nadiya yang menjaganya lebih baik kamu tunggu diluar!" Jawab Ardy ketus.
"Baiklah. Aku akan keluar." Kata Prasetyo tenang dan tidak terpancing emosi.
Nadiya juga berdiri dan baru saja akan melangkah keluar, tapi kemudian tangan satunya dipegang oleh Ardy.
"Ngapain kamu ikut pergi? Kamu kan ibunya Regan. Biarkan saja bodyguard itu yang pergi. Lagian kita tidak membutuhkannya disini. Disini tidak ada penjahat."
"Aku mau cari udara segar." Jawab Nadiya.
"Aku akan membuka jendelanya." Ardy mencoba menahan Nadiya didalam agar tidak pergi bersama bodyguard itu.
"Tapi aku...." Nadiya ingin mengatakan sesuatu tapi Ardi memotongnya ucapanya.
"Lagian kaki kamu masih sakit! Lihat kakinya? Jalan saja masih seperti itu. Duduk disini! Aku mau kerja. Kamu jaga Regan."
Akhirnya Nadiya memberi isyarat pada Prasetyo untuk membiarkan dirinya disana.
Dengan sedikit kecewa Prasetyo pergi meninggalkan mereka berdua bersama putranya.
"Aku akan duduk disini. Pekerjaanku sekarang aku bawa pulang. Jadi kuharap pengertianmu." Kata Ardy lembut pada Nadiya.
"Oke." Jawabnya pendek dan singkat.
Ardy bekerja sambil sesekali melirik pada Nadiya yang menelfon dan entah berbicara pada siapa.
__ADS_1
Ardy bekerja sambil menguping apa yang mereka bicarakan soalnya kadang Nadiya tertawa cekikikan. Ardy kesal dan tidak suka melihat pemandangan itu. Apalagi saat Nadiya memanggil orang didalam teleponnya dengan nama Pras. Ardy jadi meradang.
"Jangan berisik. Anaknya lagi tidur dan aku lagi bekerja."
"Pras..... sudah dulu ya." Nadiya menutup teleponnya dan bingung mau ngapain. Karena bosan tidak ada yang dikerjakannya maka akhirnya dia tertidur disana disamping Regan.
Saat Nadiya tertidur roknya yang pendek membuat pahanya terlihat sedikit terbuka. Dan hal itu sangat mengganggu konsentrasi Ardy. Lagi-lagi Ardy terus mengamati tubuh istrinya yang tertidur disana. Ardy mendekat dan melihat dari ujung kepala hingga ujung kaki. Sangat lama dan mengabaikan pekerjaanya. Tiba-tiba ceklek! Prasetyo masuk dan memergoki apa yang sedang dilakukan Ardy.
Apalagi memandangi tubuh calon istrinya sedemikian rupa, membuat Prasetyo mengepalkan tangannya. Kemudian dengan cepat Prasetyo mendekat dan menyelimuti badan Nadiya. Ardy menjadi sangat kesal dengan apa yang dilakukan bodyguard gila itu.
Bahkan sampai urusan selimut saja dia harus melakukannya. Bukankah ada aku yang masih suaminya? Lancang sekali dia! Gerutu Ardy.
"Aku harus selalu menjaga ibu Nadiya dalam keadaan terjaga ataupun tertidur. Jadi jangan macam-macam atau mencoba melakukan tindakan kriminal!" Kata bodyguard itu memperingatkan Ardy.
"Apa?! Apa maksudmu Kriminal?!" Kata Ardy dengan nada tinggi.
"Ya karena cara kamu melihat dan tidak bisa mengendalikan matamu itu menurutku adalah salah satu tindakan kriminal."
"Kau tahu siapa aku?" Tanya Ardy geram.
"Mantan suami ibu Nadiya."
"Bagus jika kau tahu."
"Hhhhhh Dasar orang aneh!" Gumam Prasetyo.
Prasetyo geleng-geleng kepala.
"Lain kali aku pastikan kamu akan dipecat dan kehilangan pekerjaanmu itu!" Ardy marah dan kesal pada sikap bodyguard yang satu ini.
Prasetyo tidak mau meladeninya. Dan duduk disofa sambil membaca surat kabar. Dan tidak mempedulikan Ardy yang kesal karena kehadirannya.
"Kurang ajar! Nyamuk ada dimana-mana!" Ardy masih saja ngedumel sendirian.
Prasetyo melirik saat mendengar Ardy bergumam tentang dirinya.
"Kerjaannya hanya mengganggu saja! Dasar nyamuk tidak tahu diri!" Ardy masih saja kesal karena merasa terganggu oleh adanya Prasetyo.
Lagi-lagi Prasetyo hanya melihat dari tempat duduknya dan tidak membalas perkataannya.
Tidak lama kemudian Nadiya terbangun dan kaget saat mengetahui dirinya tertidur. Kemudian melangkah keruang tamu dan diikuti oleh Prasetyo dibelakangnya.
Ardy mengamati mereka dengan sudut matanya yang terlihat sinis.
Lima belas menit kemudian, karena Nadiya tidak masuk lagi kekamar Regan maka Ardy keluar dan mengintip apa yang sedang mereka lakukan. Nadiya dan Prasetyo menoleh bersamaan karena suara Ardy yang mengaduk kopi dengan kencang. Tek!Tek!Tek! Bunyi sendok yang beradu dengan dinding gelas.
__ADS_1
Ardy sengaja melakukanya karena kesal mereka yang terus saja berduaan seperti orang pacaran saja!
Kemudian Ardy membawa masuk kopi yang masih panas. Dan lima belas menit kemudian Ardy keluar lagi sambil melirik apa yang mereka lakukan. Dia pura-pura mencari cemilan, padahal dia hanya ingin tahu apa yang dilakukan bodyguard itu yang terus saja dekat-dekat dengan Nadiya.
"Kamu didalam saja Nadiya. Nanti Regan bangun pasti nyariin kamu. Aku sedang sibuk. Jadi tolong jaga Regan."
Ardy sengaja mencari alasan untuk memisahkan Nadiya dan bodyguardnya.
Akhirnya Nadiya masuk kedalam dan diikuti oleh Prasetyo. Tapi Ardy mencegah Prasetyo masuk dan menyuruhnya duduk diruang tamu.
"Kamu disini saja. Didalam tidak ada penjahat. "
Prasetyo mengangkat bahunya. dan duduk karena permintaan tuan rumah.
"Bagus. Tidak usah masuk kedalam jika tidak dipanggil!"
Huh dasar! penguntit! Umpat Ardy.
Ardy masuk kedalam dan duduk dimeja kerjanya.
Dia lebih tenang karena tidak ada yang menggnggunya dan Nadiya.
Tapi tiba-tiba ada kecoak dimejanya yang membuatnya berteriak. Nadiya yang kakinya masih sakit terpaksa tidak bisa mengusir kecoak itu. Sedangkan Nadiya tahu kecoak adalah binatang yang menakutkan bagi Ardy. Karena dia paling takut sama kecoak sejak dulu. Akhirnya terpaksa Nadiya memanggil Prasetyo untuk mengusir kecoak itu.
"Ada apa?" Prasetyo berlari kedalam kamar.
"Tolong usir kecoak dimeja Ardy, Pras!" Seru Nadiya.
"Sama kecoak saja takut!" Sindir Prasetyo.
"Apa kamu bilang?! Pergi kalau tidak bisa melakukan pekerjaanmu dengan benar!" Umpat Ardy.
"Tugasku mengusir penjahat bukan kecoak. Tapi rupanya disini ada penjahat kecil." Kata Prasetyo sambil mengambil kecoak itu menggunakan kantong plastik. Dan hampir melemparkanya pada Ardy. Ardy dengan cepat menghindar dan tanganya mengepal pada Prasetyo.
"Kurang ajar! Buang keluar!" Hardik Ardy. Nadiya yang melihat drama itu tertawa geli dari tempat duduknya.
Setelah berhasil mengusir kecoak keluar, Prasetyo kemudian duduk bersama Nadiya didalam kamar. Pemandangan itu membuat jengah Ardy yang gagal memisahkan kedekatan mereka. Dasar kecoak dan nyamuk Pengganggu! umpatnya.
Lain kali pengganggu harus dimusnahkan dari hadapanku dengan racun serangga! Gerutunya kesal
"Udara disini sangat panas! Regan akan tidak nyaman jika terdengar berisik! Lebih baik pengawalmu tunggu diluar saja. AC nya juga jadi panas jika kebanyakan orang."
Ardy sengaja mencari cara untuk mengusir bodyguard yang seperti perangko itu.
Tapi tiba-tiba..........
__ADS_1
Bersambung......