
Vano lalu menatap Sasha dengan kesedihan yang teramat sangat.
Saat ini Sasha sedang ada diantara hidup dan mati. Dia sedang berjuang untuk bangun dari koma.
Polisi melakukan pengejaran terhadap penabrak Nadiya. Melalui cctv akhirnya dalam waktu tiga jam pelaku berhasil ditangkap.
Dan pelaku itu akhirnya mengaku jika dia disuruh oleh orang lain dan sudah dibayar dengan uang satu koper. Karena dia terus diinterogasi dan polisi berhasil membuatnya buka mulut.
"Siapa yang menyuruhmu!" Tanya polisi itu diruangan yang khusus.
"Saya tidak mengenalinya. Wajahnya ditutup dengan masker, tapi saya mengenali jika dia mempunyai tahi lalat diantara kedua matanya."
Polisi akhirnya menggambar sketsa wajah orang yang dimaksud.
"Ya, wajahnya seperti itu."
Polisi lalu mengambil beberapa foto dan dia tunjukan kepadanya.
"Ini." Dia menunjuk salah satu foto yang disodorkan.
Dengan cepat polisi lalu menyuruh jajarannya untuk mencari pelaku itu. Mereka mencari kesegala penjuru dan kota dan hingga keesokan harinya tetap tidak ditemukan.
Dan siang harinya baru ditemukan dipinggir kota sedang bersembunyi disebuah hotel kecil. Tanpa membutuhkan waktu lama dia langsung di ringkus dan digelandang lalu dimasukkan kedalam sel.
Ternyata dia adalah Joan. Ardy juga mendengar jika Nadiya dan Sasha adalah korban dari kecelakaan itu dari beberapa pembicaraan para polisi dan juga pengunjung napi yang lain.
Begitu tahu jika itu adalah ulah Joan, maka dia langsung memukul muka Joan dan memukul perutnya berulangkali, hingga terjadi keributan didalam penjara.
"Kau bedebah!"
Duuukkkk!
Plaaakkkkk!
Dukkkkk!
__ADS_1
Plaaakkkk!
"Kurang ajar! Kau biad*b!"
Nafasnya sampai terengah-engah karena memukul Joan hingga dia tidak mampu berdiri dan melawannya.
Melihat keributan, sipir lalu memisahkan mereka berdua dan membawa Ardy ke ruangan lain.
Ardy diinterogasi dan mendapatkan sanksi karena melawan hukum dan menyebabkan keributan. Namun Ardy tidak peduli lagi, karena dia sangat marah dan kesal dengan Joan.
Dia sudah memperingatkanya agar tidak menyentuh Nadiya, namun dia bahkan nekat akan menabraknya dan yang terkena bukan hanya Nadiya, tapi juga putrinya.
***
Satu Minggu kemudian Nadiya sudah boleh pulang, sementara Sasha masih harus dirawat.
Nadiya lalu berjalan dengan tongkat sementara, karena kakinya juga cedera, meskipun tidak retak, karena terbentur trotoar dengan kencang.
Dia berdiri didekat Sasha dan memegang tangannya. Sasha hanya menatapnya tanpa bisa berbicara karena dia masih tidak diperbolehkan berbicara.
"Terimakasih, kau sudah menyelamatkan nyawaku."
Sasha mengedipkan matanya. Sementara Prasetyo menatapnya dari pintu, karena dia baru saja dari ruangan dokter untuk menyelesaikan administrasi Nadiya yang sudah diperbolehkan rawat jalan hari ini.
Prasetyo menatap Nadiya yang mulai bisa membuka hatinya untuk Sasha. Dan ini adalah hikmah dari kejadian kecelakaan yang baru saja terjadi.
Meskipun begitu, sangat disesalkan karena semua ini harus melewati proses yang sangat menyakitkan dan memilukan.
Nadiya lalu berpamitan pada Sasha dan Vano karena dia sudah boleh pulang hari ini.
"Aku pulang dulu, kau tetap disini bukan?" Tanya Nadiya pada Vano yang dengan sabar menunggu Sasha.
"Iya Tante, aku akan menunggunya, tapi Aaron...."
"Aaron akan tinggal bersama kami, kata Prasetyo dari pintu dan mengambil Aaron dari gendongan Oma.
__ADS_1
Nadiya lalu mengangguk, tanda dia menyetujui jika anaknya Sasha akan tinggal bersama Edsel dan juga Eiden dirumah.
"Oma ikut pulang dengan kami?" Tanya Prasetyo sambil menggendong Aaron.
"Tidak, Oma akan menemani mereka."
"Baiklah, jika begitu, kami pulang dulu." Oma mengangguk dan Sasha mengedipkan matanya.
Dalam hati, Sasha sangat senang karena bisa diterima oleh tantenya. Bahkan tantenya yang tadinya dia anggap sebagai ibunya sendiri, saat ini begitu ramah dan hangat padanya.
Meskipun demi semua itu, Sasha harus memberikan pengorbanan yang sangat besar. Dia akan berjalan dengan kursi roda dan bahkan tanganya juga cedera.
Mungkin itu adalah karma ibunya, meskipun sebenarnya Sasha tidaklah bersalah karena dia tidak pernah meminta untuk dilahirkan dari hubungan perselingkuhan.
Namun dia sadar, ibunya melakukan kesalahan, dan sekarang dia berjanji untuk menjadi wanita yang lebih baik lagi, yang tidak akan merusak hubungan orang lain.
Karena dia sadar bahwa apapun yang dilakukan akan ada balasannya terhadap pelaku dan bisa juga sebagian karmanya ditanggung oleh keturunannya.
Dengan diterimanya dia oleh Nadiya, maka dia merasa lega dan dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti yang sudah-sudah.
***
Dirumah Nadiya, sudah ada beberapa wartawan dan juga keluarganya yang menunggu kedatanganya.
Dua orang wartawan diijinkan masuk untuk mewawancarainya. Dan yang lainya hanya boleh menunggu diluar saja.
Nadiya berjanji untuk mengklarifikasi semuanya dan awal mulanya dia melakukan ibu pengganti untuk Edsel dan juga Eiden. Dia akan meluruskan semua berita simpang siur yang membuat gaduh dan merambat kemana-mana.
Dia juga akan memberi tahu siapakah ibu pengganti itu. Meskipun awalnya Prasetyo dan Oma keberatan, namun setelah Nadiya jelaskan, akhirnya mereka menyetujuinya.
Semua itu dilakukan Nadiya agar tidak terulang kejadian seperti ini dimasa depan. Nyawanya terancam, dan berita itu dimanfaatkan banyak orang untuk kepentingannya masing-masing.
Semakin berita itu dirahasiakan, berita yang dipublikasikan justru semakin tidak karuan dan jauh dari kebenaran yang sesungguhnya.
Dia akan melakukan jumpa pers sore nanti, setelah berkumpul dengan semua keluarganya.
__ADS_1