
"Kamu selidiki siapa CEO itu! Apakah dia ada sangkut pautnya sama Joan atau tidak! Jangan sampai kita telat bertindak! Kali ini saya mau semuanya sempurna! Jangan sampai ada kesalahan sekecil apapun!"
"Baik Bos!"
Nadiya menyuruh anak buahnya untuk menyelidiki CEO yang telah menghajar anak buahnya. Nadiya penasaran apa hubungan Joan dengan CEO itu. Apakah mereka bekerja sama untuk menjatuhkannya atau mereka punya misi yang lain.
Kemudian anak buah Nadiya menyusup keapartemen milik CEO itu dengan menyamar sebagai pembawa makanan. Mereka menyekap orang yang sedang menenteng makanan untuk pesanan CEO itu kemudian berganti baju dan lolos masuk kedalam.
CEO sedang keluar dari kamar mandi dan hanya memakai kaos dalam dan celana pendek saat membukakan pintu untuk pesananya. Kemudian salah satu orang suruhan Nadiya masuk dan langsung menarik temanya untuk masuk kedalam dan mengunci pintu dari dalam. Mereka berdua langsung merobohkan CEO itu dengan mudah. Karena saat penyerangan CEO itu juga dalam keadaan tidak siap apalagi baru keluar dari kamar mandi dan tak menyangka akan diserang dengan tiba-tiba.
CEO itu diikat dan kepalanya ditutup pakai kantong plastik warna hitam. Ternyata orang suruhan Nadiya lupa membawa penutup kepala warna hitam. Dan saat itu yang mereka temukan hanya plastik kresek. Terpaksa mereka menutup kepala CEO itu dengan plastik yang pengap dan berbau tak sedap.
"Siapa kalian! Aku tidak mengenal kalian dan tidak punya urusan dengan kalian! Cepat lepaskan ikatan ini! Kita akan bertarung satu lawan satu!"
"Diam! Sudah diikat masih sombong!"
"Chieh!" CEO itu membuang muka dengan mata terikat sehingga tidak bisa mengenali siapa mereka. "Kalian beraninya keroyokan! Buka ikatan ini, maka akan aku lumpuhkan kalian dalam waktu tidak sampai lima menit!"
"Diam! Jangan banyak bicara atau kami akan melemparkanmu dari atas gedung ini!" Hardik salah seorang diantara mereka.
"Ayo kita telepon Bos! Orangnya sudah kita ikat, selanjutnya apa yang harus kita lakukan!?"
"Oke. Aku yang akan menelpon! Kamu jaga dia, jangan sampai lepas!" Ujar salah satu diantara mereka.
Nadiya mengangkat telepon dari anak buahnya dan segera meluncur ke lokasi bersama Wisnu sopir kepercayaanya.
Kemudian Nadiya memberitahukan anak buahnya kalau dia ada didepan pintu apartemen CEO itu. Anak buahnya membukakan pintu untuknya dan terdengar derap langkahnya mendekati CEO yang kepalanya ditutup pakai kantong kresek hitam.
"Kalian tunggu diluar, tinggalkan kami berdua!"
"Baik Bos!"
Kemudian Nadiya berjalan mengelilingi CEO itu sambil mengamati tubuhnya yang hanya memakai kaos dalam dan celana pendek. Ini pasti CEO mesum! Gumamnya dan terdengar oleh CEO tersebut.
__ADS_1
"Apa bedanya denganmu?"
"Siapa kamu! Berani menghinaku! Kamu tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa?"
"Aku tahu siapa kamu? Kamu adalah pengecut yang menggunakan uang dan kekuasaan untuk menindas orang lain!"
"Kurang ajar! Kamu pasti CEO Mesum yang terikat hanya dengan memakai pakaian dalam!"
"Apa bedanya denganmu! Seorang wanita yang kemana-mana didampingi banyak pria. Huh! Itu lebih Mesum dan ....."
"Dan apa!?"
"Aku tidak akan mengatakanya! Kamu pikirkan saja sendiri! Itupun kalau otakmu masih waras!"
"Maksudmu aku gila!?"
"Aku tidak mengatakanya tapi kamu yang mengakuinya. Sekarang katakan apa maumu! Aku tidak mau berdebat dengan wanita sepertimu! Paling kau hanya ingin uang dan kekayaan dariku! Katakan berapa maumu dan lepaskan ikatanku!" Kata CEO itu dengan senyuman mengejek.
"Huh! Aku tidak yakin kau akan melakukanya."
"Oke! Aku akan mempercepat kematianmu! Tapi sebelum itu lakukan kebaikan sebelum ajal menjemputmu! Apakah kau bekerja sama dengan Joan?"
"Siapa Joan aku tidak mengenalnya!? Kau hanya mencari alasan saja untuk berdekatan denganku dan melakukan kebiasaan mesummu itu!"
"Jangan menguji kesabaranku! Aku tanya sekali lagi! Apakah anda tuan CEO mengenal Joan Sanjaya!?"
"Siapa Joan dan siapa kamu. Aku tidak mengenal dan tidak ingin berurusan dengan kalian berdua. Orang-orang yang haus kekuasaan dan menggunakan cara licik untuk ambisi uang!"
"Aku tidak seperti itu! Jadi tutup mulutmu!"
Kemudian Nadiya memanggil pengawalnya untuk masuk kedalam.
"Geledah tempat ini! Percuma berbicara padanya. Temukan berkas yang ada nama Joan."
__ADS_1
"Huh! Dasar Wanita mesum! Masuk keapartemen, mengikat orang, menuduh tanpa bukti dan sekarang mengobrak-abrik kamar orang lain. Aku tak percaya hari ini bertemu dengan dia wanita mesum yang tidak punya akal sehat. Pertama sekretaris baru dan kedua lebih parah lagi yaitu kamu!" CEO itu terus mengoceh karena kesal dan terlebih sudah tidak tahan dengan bau kantong kresek.
Nadiya tidak menghiraukan ocehannya.
"Tidak ada Bos!"
"Ok. Berarti bukan dia orang yang kita cari!"
"Huh! Salah sasaran! Dasar! Lain kali pakai akal kalian! Jangan sembarangan bikin hidup orang susah dan kalian pikir jiwa orang bisa kalian hilangkan sesuka hati dan kalian beli pakai uang! Terlebih kamu! Wanita mesum!"
Nadiya lagi-lagi tidak menghiraukan ucapanya apalagi setelah mengetahui kalau dia salah sasaran. Dan menyangka kalau CEO ini terlibat dengan Joan. Tiba-tiba ponsel Nadiya berbunyi dan CEO yang dia cari sudah ditahan polisi karena salah satu anak buahnya berhasil menangkapnya dan membawa barang bukti kekantor polisi.
Nadiya menarik nafas panjang. Aksi salah sasaranya tidak ingin terlihat didepan anak buahnya. Kemudian Nadiya berdiri memunggungi CEO itu dan menyuruh anak buahnya untuk membuka ikatanya dan meninggalkan mereka berdua.
CEO itu masih menutup matanya dan memegang kepalanya karena pusing. Kemudian terdengar suara Nadiya berbicara sambil memunggunginya.
Nadiya menarik nafas panjang.......
"Maafkan saya, dan......saya akan ganti rugi semua kerugian anda yang diakibatkan kesalahan....anak buah saya. Saya minta maaf. Tulis nomor rekeningnya dan akan saya transfer langsung sekarang juga." Kata Nadiya dengan nada datar tanpa ekspresi.
CEO itu terkejut saat dengan jelas mendengar suara yang sangat dikenalnya. Tadi suaranya seperti bergema akibat kantong plastik. Tapi sekarang suaranya sangat jelas dan mengingatkanya pada seseorang. Tapi itu tidak mungkin, gumamnya. Bagaikan bumi dan langit. Wanita ini sedikitpun tidak bisa disamakan dengan pemilik suara itu. Jelas mereka sangat berbeda dari segi bicara, dan terutama tingkah lakunya. Pemilik suara itu adalah wanita terbaik di dunia menurutnya tapi wanita ini? Tidak lebih dari wanita penggila uang dan kekuasaan apalagi mesumnya.
Pasti aku sangat merindukanya sehingga mengira wanita ini adalah kekasih hatinya. Hanya karena suara mereka sangat mirip.
CEO itu perlahan membuka matanya setelah terikat dengan kencang. Dia melihat samar-samar pakaian seksi dengan rok pendek dan dandanan yang seperti seorang model dengan desain terbaik. Namun wajahnya tidak kelihatan karena dia berdiri memunggunginya.
Hanya pakaian yang dia kenakan sangat modis dan terlihat serasi.
Dan saat Nadiya membalikan badannya jantungnya langsung terhenti saat itu juga. Matanya bertemu dengan mata CEO itu. Mereka sama-sama shock dan tak menduganya sama sekali........
Bersambung...........
__ADS_1