
"Gimana? Apakah kakinya masih terasa sakit?" Tanya Prasetyo sambil menurunkan Nadiya dari gendonganya.
Nadiya menggeleng. Kemudian turun dan rebahan di ranjang.
"Tidak." Kata Nadiya. Kemudian Prasetyo mendekat disampingnya dan berbisik ketelinganya.
"Apakah kita bisa melakukanya sekarang?" Kata nya menggoda Nadiya.
Nadiya diam saja dan pura-pura tidak mendengarnya. Kemudian menarik selimut hingga menutupi dadanya.
Prasetyo kemudian membelai rambut Nadiya dan menatap wajahnya dan menikmati setiap kedipan matanya yang indah dalam pandanganya.
Nadiya diam lalu memejamkan matanya dan menunggu kalau-kalau Prasetyo menggunakan jurus dadakan seperti biasanya.
Namun ternyata Prasetyo sudah tertidur pulas disampingnya.
Memainkan rambut Nadiya seperti anak kecil ternyata seperti kegiatan pengantar tidur baginya.
Nadiya memandangi wajah Prasetyo dengan seksama. Dan mulai membawa anganya jauh entah kemana.
*Tak kusangka jika takdir melemparkan tubuhku hingga sejauh ini.
Aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya.
Aku juga tidak pernah membayangkan semua ini sebelumnya, bahwa dimasa depan aku akan menghabiskan sisa umurku bersamamu*.
*Aku bahkan tidak tahu apakah aku mencintaimu atau aku menggunakanmu untuk pelarianmu.
Aku tidak bisa memahami dan selalu gagal untuk menghilangkan jejaknya.
Banyak sekali kisah yang aku impikan bersama Ardy namun ternyata bersama orang lain aku mewujudkannya*.
*Dulu aku selalu ingin menikmati bulan madu yang indah bersamanya, namun karena kesibukanya mengejar karir dan mengurus perusahaan membuatnya lupa.
Sekarang semua ini terwujud, impianku menjadi kenyataan, tapi ternyata takdir memilih orang lain untuk mewujudkan semua impianku itu.
Aku merajut mimpi bersama Ardy dan aku melewatinya bersama orang lain yang bahkan tidak pernah hadir dalam kehidupanku sebelumnya*.
Nadia menarik nafas panjang dan kemudian mendekatkan wajahnya pada Prasetyo.
__ADS_1
Nadiya menatapnya lekat dan mendekatkan wajahnya. Sedikit lagi apakah dia punya nyali untuk menciumnya? Namun ternyata dia tidak punya keberanian untuk menciumnya.
Akhirnya dia hanya mengusap pipi Prasetyo dan saat itulah Prasetyo membuka matanya, hingga membuat Nadiya kaget setengah mati.
Tanpa peduli dengan reaksi Nadiya yang kaget melihat aksinya ketahuan oleh Prasetyo, dengan kedua lengannya yang kuat dia langsung merengkuh Nadiya dalam pelukannya dan memagut bibirnya dengan lembut.
Nadiya menjadi malu dan tidak pernah menyangka jika Prasetyo akan terbangun dan memergoki dia yang asyik menatap wajahnya yang tampan meskipun sedang tidur.
Siapa yang akan menduga jika Prasetyo terbangun secepat itu dan sekarang lihatlah kelakuannya? Dia menguasai Nadiya dan membuatnya tidak bisa bergerak apalagi mengelak dari serangannya yang tiba-tiba.
Nadiya kemudian menarik diri sekuat tenaga saat dia tahu Prasetyo mulai terbawa suasana dan hampir saja tidak bisa mengontrol dirinya.
Akhirnya setelah berhasil lepas dari pelukan Prasetyo Nadiya membalikan badannya dan tidur memunggunginya dengan selimut yang menutupi seluruh badanya hingga kepalanya.
Sedangkan Prasetyo tersenyum dan menatap istrinya yang menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
Kena kau! Aku pura-pura tidur dan aku tidak menyangka jika aku akan memergokimu menatapku dengan tatapan yang aneh.
Prasetyo kemudian memeluk Nadiya dan membalikan badannya hingga mereka saling berhadapan. Dengan lembut dia mencium kening Nadiya dan mengusap matanya agar dia tertidur.
"Tidurlah, selamat malam....mimpilah yang indah." Kata Prasetyo kemudian tertidur lagi.
🌹🌹🌹
Sementara dari tadi ibu Sofia berjalan bolak-balik sambil memikirkan bagaimana caranya memisahkan Karina dan siJoan itu. Dia benar-benar tidak ingin Karina menghabiskan sisa umurnya bersama lelaki yang tidak berguna.
"Pi, kenapa Papi kasih pekerjaan pada menantu papi yang tidak berguna itu?" Kata ibu Sofia.
"Maksud mami? Papi tidak mengerti." Kata Suaminya sambil melihat kewajah istrinya yang terlihat cemas.
"Ya, kan yang sudah-sudah dia tidak bisa bekerja dengan benar. Apa menurut papi dia bisa dipercaya?"
"Ya apa salahnya kita memberinya kesempatan kedua mami. Lagian dia kan suami Karina, biar bagaimanapun kita juga ingin agar putri kita bahagia bukan?" Kata Tuan Alex dengan bijaksana,walaupun dia juga tidak menyukai Joan.
Tapi apalah dayanya jika putrinya tidak bahagia maka dia juga tidak bahagia. Bagaimanapun marahnya dia pada Karina tapi kasih sayangnya terlalu besar untuk kedua putrinya.
"Ya, tapi kita tetap harus hati-hati sama dia pi. Karina itu keras kepala dan mudah terperdaya."
"Yah...kita doakan saja mi, semoga kedepannya Joan dan Karina lebih dewasa dan bijaksana sehingga punya masa depan yang lebih baik." Kata Tuan Alex.
__ADS_1
Tapi ternyata yang diajak bicara malah sudah keluar dari kamar. Ibu Sofia rupanya teringat jika ponselnya tertinggal dimeja makan.
Jadi saat Tuan Alex menoleh, istrinya sedang mengambil ponselnya. Dan tidak lama kemudian dia sudah kembali.
"Mama ini dari mana sih?" Kata Tuan Alex yang heran tiba-tiba istrinya menghilang.
"Ponsel mami ketinggalan, pantesan dari tadi mami cariin kok tidak ada."
🌹🌹🌹
"Mami........." Kata Sasha saat dia lihat maminya baru saja pulang dari kantor sementara Sasha lagi disuapin makan sama Omanya.
"Halo sayang. Kok makannya minta disuapin sama Oma? Biasanya juga makan sendiri." Kata Sarah sambil berjalan kearah putrinya.
"Iya mami, Sasha kangen pengen disuapin Oma." Kata Sasha.
"Oma kan cape, kok malah minta disuapin." Kata Sarah tidak suka jika Sasha merepotkan ibu Monic. Dia merasa tidak enak hati karena ibu Monic sudah sangat baik padanya.
"Tidak papa Sarah. Tante kok yang mau nyuapin Sasha. Tante pengen banget punya cucu yang cantik dan pintarnya kaya Sasha." Kata ibu Monic.
"Iya Tante. Semoga Prasetyo cepat dikasih momongan." Kata Sarah yang tidak tahu jika putra ibu Monic menikah dengan Nadiya, sahabatnya.
"Kalau Om Pras punya baby, nanti Sasha jadi punya adik ya Oma?" Kata Sasha polos.
"Iya dong. Nanti anaknya Om Pras jadi adiknya Sasha. Jadi Sasha punya teman bermain." Kata Ibu Monic sambil menyentuh hidung Sasha yang mancung.
"Sasha sudah kenyang Oma. Makannya sudahan aja ya." Kata Sasha sambil mengambil beberapa buku yang berserakan diatas meja. Omanya mengangguk dan membawa piring kotor kebelakang.
"Kok bukunya berserakan, ayo diberesin." Kata Sarah sambil membantu Sasha beresin beberapa buku cerita.
"Iya tadi Sasha minta diceritain beberapa dongeng. Tapi ceritanya belum selesai sudah minta ganti cerita yang baru." Kata ibu Monic.
"Iya soalnya Sasha bosen mami. Jadi Bukunya berserakan dimana-mana." Kata Sasha sambil memasukan beberapa buku kedalam lemari khusus buku.
"Kalau sudah selesai nanti Sasha ngerjain PR ya?" Kata Sarah mengingatkan Sasha agar tidak kelupaan.
"Iya mami."
"Oya mami tapi Sasha kangen sama papi. Papi Sasha kerja dimana sih, kok lama pulangnya?"
__ADS_1
Kata Sasha karena tadi disekolah banyak teman-temannya yang dijemput sama papinya, dalam hati Sasha jadi penasaran kenapa dia tidak pernah bertemu lagi dengan papinya setelah mereka pindah ke Amerika.