
Pagi itu Vano juga terbangun dan langsung mencari handphone nya yang dia taruh dilaci. Perlahan dia membuka laci kecil disamping tempat tidurnya. Tangganya meraba seluruh isi laci itu. Dari yang kelihatan sampai ke ujung laci, namun barang yang dicarinya tidak juga ditemukan.
Akhirnya diapun mencari sekali lagi dan mengeluarkan seluruh isi laci itu. Namun hasilnya tetap sama. Handphone itu sudah tidak ada. Bahkan saat Vano memeriksa seluruh lemari pakaiannya, dia melihat beberapa lipatan baju nampak berantakan.
"Kemana handphone itu menghilang?" Tanya Vano pada dirinya sendiri.
"Gua yakin pasti ada yang ngacak-ngacak kamar gua."
"Wah ngga salah lagi, ini pasti ulah Jack. hanya dia yang sering keluar masuk kekamar gua, pasti dia pelakunya. Gua harus samperin dia dan tanya maunya apa? Dan kenapa ngacak-ngacak barang gua?"
Vano pun langsung mencari Jack dikamarnya. Namun Jack sudah keluar dari tadi pagi dan saat ini tidak ada dikamarnya.
"Sial! Kemana dia sepagi ini?" Gumam Vano saat tidak menemukan Jack dikamarnya.
Vanopun lalu mencari dilemari dan juga laci milik Jack. Siapa tahu setelah mengambil handphone Vano, Jack menyimpanya dikamarnya.
Vanopun mengacak-acak seluruh laci dan juga lemari baju milik Jack. Namun dia juga tidak menemukan handphone itu.
"Dimana dia menyimpannya?" Gumam Vano saat tidak menemukannya dimanapun, diseluruh ruangan Jack.
***
Sementara penjaga asrama sedang berjalan disekitar taman dan berhenti disebuah pohon besar.
Dia kemudian mengangkat sebuah batu besar. Dan setelah itu memindahkan batu itu ketempat lain.
Matanya tertuju pada sebuah gundukan tanah. Nampaknya didalamnya ada sesuatu yang tersimpan atau sengaja disimpan seseorang. Penjaga itu lalu mulai menunduk setelah menoleh kelana dan kekiri.
Setelah tidak ada yang melihatnya, penjaga itu lalu mengambil sebuah alat untuk menggali tanah itu.
Rupanya galian itu tidak terlalu dalam, kemudian setelah menemukan yang dicarinya, penjaga itu mengeluarkan kantong plastik warna hitam yang berisi handphone.
Setelah memastikan aman, maka penjaga itu lalu memasukkan kembali bungkusan plastik tersebut dan menutupnya dengan tanah kembali. Setelah tanah itu rata kembali lalu penjaga asrama itu mengangkat batu besar dan menutup galian tanah itu dengan sebuah batu.
Lalu penjaga asrama itu berdiri dan mundur beberapa langkah. Dia melihat tempat tadi dari kejauhan. Dan setelah tidak ada yang mencurigakan dengan batu itu maka diapun meninggalkan tempat tersebut.
***
"Mana masih pagi lagi!" Gumam Jack sambil meninggalkan taman dan berjalan kekantin.
Jack lalu mesan kopi panas. Matanya masih terasa berat. Diapun berpikir dengan minum kopi maka kantuknya akan hilang.
__ADS_1
Dari kejauhan Jack melihat Vano berjalan kearahnya.
Sesampainya didepan Jack, Vano langsung memegang kerah Jack dan menariknya dengan kasar.
"Lo kan yang sudah ngacak-ngacak kamar gua?" Tanya Vano langsung menuduh tanpa menanyakanya baik-baik.
"Lo dateng-dateng marah-marah? Maksud lo apa? Main tuduh aja?" Kata Jack sambil mengibaskan tangan Vano dari kerah bajunya.
"Siapa lagi yang suka keluar masuk kamar gua selain lo? Cuma lo, yang suka masuk kamar gua saat gua ngga ada. Sekarang mana handphone nya?"
"Iya gua akui. Emang gua suka keluar masuk kamar lo, tapi bukan berarti gua pencuri dan apa tadi lo bilang? Handphone? handphone apaan? Gua ngga ngambil!" Kata Jack.
"Mana mungkin maling ngaku? Gua malas berdebat sama lo. Sekarang balikin aja handphone tan gua itu yang pernah lo lihat dikamar gua." Kata Vano.
"Ohh jadi handphone itu hilang?" Tanya Jack.
"Ahk! Lo ngga usah berlaga bego begitu! Lagian untuk apa sih handphone itu lo ambil? Mana handphone nya sini. Didalamnya ada memori penting!" Kata Vano.
"Udah gua bilang berapa kali. Gua ngga ngambil! Mana buktinya kalau gua ngambil? Lagian buat apaan gua ngambil handphone milik orang lain! Sumpah! Gua ngga ngambil!" Kata Jack mengangkat salah satu tanganya.
Tapi Vano main tonjok aja dan dengan cepat Jack langsung menangkisnya.
Merekapun bergulat dan saling baku hantam karena kesalahpahaman itu.
"Sudah gua bilang, kalau gua ngga ambil! Orang lain yang sudah mengambilnya." Teriak Jack sambil terus menangkis serangan Vano yang terus menyerangnya.
Vano sepertinya tidak peduli dengan perkataan Jack. Dia yakin hanya Jack yang mengambilnya. dan tidak ada orang lain yang dia curigai.
Sampai akhirnya Sasha dan Rossa datang lalu memisahkan Jack dan Vano yang sedang bertengkar.
"Kalian kenapa sih? Pakai berantem segala?!" Kata Rossa pada Jack.
"Dia tuh! Main tonjok-tonjok aja!" Kata Jack sambil melotot kearah Vano.
"Lagian kamu Vano, ngapain harus main kekerasan seperti itu. Bisa dibicarakan baik-baik kan kalau ada masalah?" Kata Sasha sambil mengelap darah disudut bibir Vano.
"Sama yang lain bisa. Sama dia ngga bisa dengan cara halus!" Kata Vano sambil menatap sinis kewajah Jack.
"Sudah gua bilang gua ngga ambil itu handphonenya. Lo sih ngga percaya?" Kata Jack kesal.
"Ya kalau bukan Lo,lalu siapa lagi yang ngambil itu handphone?"
__ADS_1
"Ya mana gua tahu!" Kata Jack.
"Handphone siapa yang hilang?" Tanya Rossa.
"Handphone temannya dia. Masa nuduhnya ke gua? Gila kali!" Kata Jack.
"Lo beneran handphone nya hilang? Bagaimana kalau kita cari sekali lagi. Siapa tahu nyelip dimana gitu." Kata Sasha.
"Sudah gua cari kesemua tempat. Bahkan gua juga udah nyari dikamar lo. Tapi ngga ketemu."
"Apa!? Lo nyari kekamar gua? Awas jika Lo berantakan barang gua!" Teriak Jack.
"Kita impas!" Kata Vano
***
Malam harinya Jack masih penasaran dengan apa yang dilihatnya kemarin.
Akhirnya Jack mengintip dibalik pohon besar didekat kamar penjaga itu.
Penjaga itupun keluar kamar jam 10 malam dan menuju lorong bawah tanah. Dia terus berjalan dan masuk kedalam perpustakaan.
Didalam perpustakaan itu ada sebuah ruangan yang berfungsi seperti gudang. Jarang ada masuk kesana. Biasanya orang yang masuk kesana hanya untuk bersih-bersih dan mengambil barang lama uang tersimpan didalam gudang.
Jackpun akhirnya masuk dan bersembunyi didekat rak buku yang agak besar tanpa sepengetahuan penjaga.
Namun sayangnya Jack hanya bisa mengikuti sampai didalam perpustakaan saja, dan tidak bisa masuk kedalam gudang tersebut.
Terdengar suara seorang perempuan dari dala gudang itu.
Suaranya parau dan terdengar lirih nyaris tidak terdengar saat siang hari dan juga berisik. Namun untunglah saat ini hari hampir mendekati tengah malam, jadi sangat sunyi sekali. Jack yakin jika didalam sana ada orang yang entah kenapa malam-malam begini ada didalam sana.
Jackpun pelan-pelan keluar dan berjalan dengan cepat kekamar Vano.
Nafasnya ngos-ngosan dan langsung menyentuh bahu Vano.
"Ngapain Lo kesini?" Tanya Vano yang masih kesal dengan Jack.
"Ada yang tidak beres. Didalam gudang dilorong bawah tanah." Kata Jack masih dengan nafas terengah-engah.
"Ahk ngaco! Paling cerita hantu itu lagi. Malas ahk, gua kesana. Lo aja. Biar ditelan hidup-hidup sama tuh hantu." Kata Vano masih didepan laptopnya dan malas menanggapi ocehan Jack.
__ADS_1
"Gua serius. Gua curiga sama penjaga asrama mungkin ada kaitannya dengan kematian Shakira."
Baru setelah mendengar kalimat terakhir itu, Vano berbalik dan menatap mata Jack. Seakan mencari kebenaran dari ceritanya.