
Setelah puas mempengaruhi Sasha dan mencuci otaknya maka Joan kemudian menutup teleponnya. Dia kemudian tersenyum menyeringai. Joan berjalan disepanjang koridor dan menemui Tuan Alex.
Tuan Alex menatap Joan dan disamping Tuan Alex sudah duduk Karina dan juga ibu Sofia. Saat ini perusahaan yang Nadiya selamatkan sedang dalam masalah besar. Perusahaan perhotelan itu mengalami kerugian besar akibat isu sebuah penyakit yang mematikan.
Dan isu mengenai penyakit itu sudah sampai di ibukota. Baru satu dua orang yang terdeteksi virus cvd tersebut. Namun karena dinegara lain sudah melakukan lock down dan penutupan tempat-tempat usaha yang menjadi tempat berpindahnya virus dari manusia satu kemanusia yang lain maka perusahaan Alexander pun terkena dampaknya.
Para tamu yang menginap dihotelpun semakin berkurang. Dan semakin lama isu itu menyebar hingga berdampak keseluruh Hotel Alexander dari ibukota hingga ke kota-kota lainya. Dan pada akhirnya perintah menutup semua hotel dan pusat perbelanjaan saat terdeteksi ribuan orang terinfeksi virus cvd.
"Ternyata itu bukan hanya isu." Kata Joan. "Virus itu benar-benar ada dan mengancam kehidupan."
"Kau benar Joan. Bukan hanya kehidupan. Virus itu telah membuat perusahaan kita tidak bisa melakukan operasional seperti biasanya." Kata Karina.
"Ya. Dan Nadiya sibuk saja dengan kedua anaknya itu sebagai alasanya. Kita sudah mengatakan agar dia datang tapi ada saja alasanya untuk tidak bisa datang." Kata Joan menimpali.
"Sudah tidak masalah kalau Nadiya tidak bisa datang tidak apa-apa. Dia sudah sering menelpon papi kalau kedua cucuku itu sudah membuatnya sibuk sepanjang hari." Kata Tuan Alek membela Nadiya.
"Tapi ini rapat penting Papi." Kata Karina.
"Iya benar yang Karina katakan. Kita harus segera mengambil tindakan akibat efek dari ditutupnya hampir semua Hotel yang kita miliki. Apa yang harus kita lakukan sekarang? Jumlah karyawan yang ribuan orang, belum lagi Hotel jika satu bulan saja ditutup maka kita akan rugi banyak jika harus membayar semua pegawai kita." Kata Ibu Sofia.
"Sebaiknya kita pecat mereka semua. Dan kita jual semua aset yang kita miliki." Kata Joan yang tidak sabar untuk mendapatkan bagian dari penjualan aset perusahaan."
"Aku punya jalan keluarnya." Tiba-tiba Nadiya datang dan bergabung dengan mereka meskipun terlambat.
"Nadiya? Akhirnya kau datang juga. Papi pikir kau tidak bisa datang."
__ADS_1
"Iya Pi. Maaf ya saya terlambat. Seperti biasa sikembar membuat Nadiya lupa jika hari ini kita ada ketemuan."
"Apakah mereka sehat dan baik-baik saja Nadiya?" Tanya Tuan Alex.
"Iya, mereka sehat Pi. Lain kali saya akan mengajak keduanya untuk berkunjung kerumah Papi jika keadaan memungkinkan." Kata Nadiya.
"Iya Nadiya. Bagaimana menurutmu Nadiya. Apakah isu itu akan cepat berlalu atau justru akan bertahan hingga beberapa bulan kedepan?" Tanya Tuan Alex.
"Sepertinya jika dilihat dari negara lain yang sudah lebih dulu terserang wabah itu. Isu itu akan bertahan berbulan-bulan dan bahkan satu tahun ke depan." Kata Nadiya.
"Artinya perusahaan kita tidak bisa beroperasi selama satu tahun kedepan?" Kata Tuan Alex sambil terus melihat berita tentang wabah itu dan beberapa kebijakan pemerintah yang diperbarui setiap hari.
"Benar papi. Dan Nadiya mungkin harus merumahkan beberapa pegawai dan memperkerjakan sedikit dari mereka."
"Kita pecat saja mereka semua. Atau kita akan kehabisan uang hanya untuk membayar gaji mereka sedang mereka tidak bekerja. Aku takut kepedulianmu kepada mereka membuat kita menjadi miskin dadakan."
"Sekarang kita sendiri tidak tahu kapan hotel itu bisa beroperasi dan menghasilkan uang. Tapi Nadiya ingin membayar semua gaji mereka yang jumlahnya ribuan. Dari mana dia akan mendapatkan uang sebanyak itu jika tidak ada pemasukan?"
"Tapi mereka juga manusia. Mereka sudah bekerja dengan kita sekian lama. Dan sekarang tiba-tiba kita memutuskan untuk memecat mereka tanpa memberikan uang. Mereka pasti akan mengalami kesulitan, mereka juga punya keluarga. Dan selama ini keluarganya hidup dari gaji yang kita berikan. Kita tidak boleh tiba-tiba langsung memecat mereka, itu tidak manusiawi." Kata Nadiya kesal dengan pendapat Joan yang hanya memikirkan dirinya sendiri.
"Benar yang dikatakan Nadiya Joan. Kita tidak boleh langsung memecat mereka. Sebaiknya kita juga pikirkan posisi mereka."
"Terserah jika kalian ingin menolong mereka semua sementara jika uang kita habis maka itu adalah kesalahan Nadiya."
"Joan diamlah. Jangan main salah-salahan. Kita sedang berfikir apa yang sebaiknya kita lakukan saat ini?" Kata Karina yang tidak ingin memojokkan Nadiya.
__ADS_1
"Aku punya solusi dari masalah kita." Kata Nadiya sambil melihat mereka semua. Mereka terdiam dan menunggu apa yang akan dikatakan Nadiya selanjutnya.
"Apa? Cepat katakan?" Kata Joan.
"Kita akan membayar setengah dari gaji mereka selam tiga bulan dan setelah itu kita akan merumahkan mereka sampai wabah ini berlalu. Dan perusahaan bisa kembali normal. Sebagian tetap bekerja dan sebagian akan dipecat setelah tiga bulan. Setidaknya mereka memiliki waktu untuk beralih pekerjaan." Kata Nadiya.
"Yang kamu katakan benar Nadiya. Kita tidak boleh langsung memutuskan hubungan kerja secara sepihak. Kata akan memberi waktu kepada mereka untuk beralih profesi." Kata Tuan Alek.
"Kita akan menggunakan simpanan uang kita yang di Swiss jika terpaksa. Sementara kita gunakan kas setiap hotel untuk setiap karyawan hotel tersebut." Kata Nadiya.
"Beritahu orang kantor, besok kita akan mengadakan rapat tertutup dan mereka harus datang tanpa kecuali." Kata Nadiya kepada Joan dan juga Karina.
"Aku harus pulang sekarang. Prasetyo juga mengalami beberapa masalah dengan perusahaanya." Kata Nadiya berpamitan.
"Pergilah Nadiya. Kita akan mengurus sisanya." Kata Tuan Alek.
Nadiya kemudian pulang dengan cepat dan tidak mampir kemana-mana karena saat ini banyak Mall yang tutup dan jalanan sangat lengang sehingga hanya restoran dan tempat-tempat yang menjual makanan pokok saja yang masih tetap beroperasi.
"Karina dan Joan, kalian selesaikan sisanya. Dan kalian berikan data semua karyawan lengkap dengan tugas dan pekerjaannya kemeja kerja papi. Nanti papi akan menyeleksi diantara mereka yang akan dirumahkan dan akan tetap bekerja meskipun Hotel tidak beroperasi." Kata Tuan Alex.
"Iya Pi. Kami kekantor dulu dan akan mengambil berkas dan juga data dikantor pusat." Kata Joan. "Karina ayo ikut denganku." Kata Joan.
Kemudian Joan pergi bersama Karina. Disepanjang jalan Joan terus saja berbicara tidak jelas dan membuat Karina emosi.
"Siapa Sasha? Pacar kamu? Kamu terus berbicara tentang dia, aku tidak mengerti maksud kamu!"
__ADS_1
"Nanti aku jelaskan. Dia adalah pion untuk membuat Nadiya tetap dirumah dan tidak terlalu ikut campur dengan perusahaan kita."