Haruskah Kumaafkan

Haruskah Kumaafkan
Saat wabah terjadi


__ADS_3

Karena wabah tidak kunjung usai akhirnya Perusahaan Nadiya banyak yang tidak beroperasi. Hotel-hotel atas nama Alexander tutup total. Sebagian karyawan dipecat dan hanya sepuluh persen yang dipekerjakan. Mereka adalah beberapa staf yang bertugas untuk membersihkan Hotel dan juga beberapa manager dengan pemberian gaji 50% dari gaji tetap mereka.


Meskipun Hotel tidak beroperasi namun tetap harus dibersihkan karena jika tidak akan menjadi sarang tikus dan juga kecoak. Ada juga sebagian Hotel yang digunakan oleh pemerintah untuk menampung beberapa pasien dan beberapa lagi digunakan untuk para dokter dan perawat.


Saat ini Nadiya lebih banyak tinggal dirumah dan jarang kemana-mana. Karena kondisi yang masih dalam pembatasan mobilisasi dan juga supaya tidak terpapar virus cvd tersebut.


Sementara saat ini Arya beralih profesi dan bergabung dengan Mafia. Dan jarang terlihat lagi disekitar Nadiya.


Prasetyo juga lebih banyak menghabiskan waktu dirumah bersama keluarganya karena perusahaannya dibeberapa Negara juga mengalami kerugian besar.


Sementara Regan tetap memilih untuk tinggal di Amerika dan menyelesaikan kuliahnya.


Justru dengan tinggal dirumah maka Nadiya dan Prasetyo merasa sangat bahagia karena tidak disibukkan dengan beberapa rutinitas kantor seperti biasanya. Dan mereka hanya bertemu saat malam hari dalam keadaan yang sudah sangat lelah.


Saat ini dengan menggunakan beberapa simpanan uangnya yang memang tidak akan habis tujuh turunan meskipun dilanda wabah mereka tetap bisa menikmati kehidupan yang membahagiakan.


Mereka hanya punya satu masalah yaitu kenakalan Edsel dan juga Eiden. Sasha yang saat ini tidak bisa mempengaruhi sikembar lebih memilih untuk tinggal di asrama dan kuliah bersama Regan. Karena saat ini Nadiya dan juga Prasetyo berada didalam rumah selama 24 jam tanpa pergi kemanapun.


Mereka membeli semua keperluan mereka secara online dan tanpa bersusah payah harus pergi ke toko yang menjualnya.


Prasetyo memilih untuk melakukan hobinya yaitu memasak sedangkan Nadiya tetap menjaga kedua anaknya. Ibu Monic membantu bersih-bersih rumah karena beberapa asisten rumah tangga memilih untuk pulang kampung. Dan terpaksa beberapa pekerjaan rumah dikerjakan dengan mesin dan juga sebagian dikerjakan sendiri oleh Nadiya.


"Pras! Bantu mami sebentar!" Seru ibu Monic dari gudang.


"Sebentar mami. Prasetyo lagi masak dan dan jika ditinggal maka nanti bisa gosong." Kata Prasetyo dari dapur.


"Nadiya bantu mami sebentar!" Seru Ibu Monic pada menantunya Nadiya.


"Tunggu Mami...Nadiya lagi mandiin anak-anak!" Seru Nadiya dari kamar mandi.


"Ahk Kalian ini....selalu saja sibuk." Akhirnya ibu Monic memilih untuk mengangkat vacum cleaner sendirian.


Prasetyo keluar dari dapur dan melihat maminya sedang menyeret kardus berisi vacum cleaner.


"Sudahlah mami....nanti saja tunggu Nadiya dan Prasetyo ada waktu, pasti juga dibersihkan."


"Dari kemarin kamu ngomongnya begitu melulu. Tapi ngga dibersihkan!" Kata Maminya sambil mengeluarkan vacum cleaner yang baru.


"Yang lama kemana mami?" Tanya Prasetyo sambil mempersiapkan piring untuk sarapan.


"Yang lama sudah rusak. Ini mami terpaksa buka yang baru." Kata Ibu Monic sambil melihat petunjuk pemakaian.


"Bagaimana kabar Regan dan Sasha di Amerika Pras?"


"Mereka aman disana Mami."

__ADS_1


"Tapi bukankah diberita banyak juga yang terinfeksi virus itu? Apakah tidak sebaiknya kita suruh mereka kembali ketanah air saja Pras."


"Mereka di asrama dan tidak kemana-mana mami. Mereka juga mengikuti prokes disana dan tidak sembarang orang bisa keluar masuk asrama."


"Mami sangat khawatir."


"Jangan terlalu cemas mami. Nanti malah daya tahan tubuh menjadi lemah jika cemas berlebihan. Mereka sudah dewasa dan Prasetyo yakin mereka bisa menjaga diri mereka d dengan baik. Jika disana mereka kan tetap bisa belajar meskipun dalam kondisi yang terbatas."


"Benar juga sih. Mereka jadi tetap punya kesibukan jadi tidak terlalu stress memikirkan wabah yang sedang terjadi." Kata Ibu Monic.


"Mi...sarapan dulu saja. Nanti Prasetyo bantu buat bersih-bersih." Kata Prasetyo.


"Ya sudah kalau begitu."


"Jangan lupa untuk cuci tangan dengan sabun mi. Mami harus menjaga kesehatan. Karena kami ingin mami selalu sehat dan terhindar dari virus itu."


"Ya, mami akan cuci tangan. Nadiya mana?"


"Sebentar Prasetyo panggil Nadiya."


Prasetyo kemudian berjalan kelantai tiga dan memanggil Nadiya.


Nadiya saat itu sedang memakaikan baju untuk kedua anak kembarnya.


Prasetyo kemudian mendekap Nadiya dari belakang dan saat Nadiya menoleh, Prasetyo langsung mengecup pipi Nadiya dari samping.


"Biarin." Kata Prasetyo sambil membantu Nadiya memakaikan baju untuk salah satu anaknya.


"Edsel keburu kedinginan nungguin mami pakai in baju untuk Eiden." Kata Prasetyo.


"Iya Papi, Eiden pakai bajunya lama. Edsel sampai kedinginan." Kata Edsel kepada Prasetyo.


"Kan mami sudah bilang, mandinya satu-satu. Kalian apa-apa maunya barengan, sedangkan tangan mami kan cuma dua jadi ya harus gantian."


"Tapi selalu Eiden melulu yang duluan. Harusnya kan sekali-kali Edsel yang lebih dulu."


"Sudah kalian jangan bertengkar. Lihat baju mami kalian sampai basah kuyup. Dan mami kalian terlihat lelah."


Nadiya kemudian melihat Prasetyo sambil tersenyum.


"Sekarang gantian mami dan papi mau mandi. Edsel dan Eiden turun kebawah dan makan bareng Oma." Kata Prasetyo.


"Iya Papi...." Merekapun berlari menuruni tangga dan langsung duduk disamping Omanya."


"Mana mami dan papi?"

__ADS_1


"Mereka lagi mau mandi barengan. Katanya biar sama kayak Edsel juga Eiden. Papi sama mami aneh ya Oma....kayak anak kecil saja. Mandipun harus sama-sama." Celetuk Edsel sambil tertawa karena merasa lucu.


"Ya sudah. Kalian makan sama Oma ya?" Kata Ibu Monic sambil mengambil nasi dan juga lauk untuk Edsel dan juga Eiden.


Nadiya kemudian membereskan baju Edsel dan Eiden yang berserakan dilantai.


"Sudah Nadiya, itu nanti saja. Ayo buruan kita mandi sama-sama. Mumpung mereka lagi makan sama Oma."


"Apaan sih kamu Pras! Nanti mereka nyariin kalau kita mandinya berduaan."


"Sudah lama kita ngga mandi berdua Nadiya. Ayolah sekali-kali." Kata Prasetyo sambil menggendong Nadiya dan mengangkatnya masuk kekamar mandi.


"Lepaskan Pras, disini licin nanti jatuh..." Kata Nadiya.


"Ngga...aku pelan-pelan kok jalanya."


"Aku berat loh sekarang." Kata Nadiya.


"Ngga papa, aku masih kuat kok gendong kamu."


Merekapun saling berpandangan dan tersenyum dengan mesra.


Baru saja Prasetyo akan melakukan misi rahasia namun tiba-tiba Edsel dan juga Eiden memanggil keduanya.


"Mami....Papi...kok mandinya lama sih!"


"Udahan dong mandinya...." Kata Edsel dan juga Eiden.


"Ya sebentar...." Sahut Nadiya dari dalam kamar mandi.


"Lepaskan Pras. Mereka menungguku."


"Sebentar lagi Nadiya..."


"Lain kali saja." Nadiya akhirnya keluar dari kamar mandi dan diikuti oleh Prasetyo.


"Papi sama mami kok lama sih?"


"Iya...tadi mami sekalian bersih-bersih kamar mandi. Kalian sudah sarapan?" Jawab Nadiya asal saja.


"Sudah mi...."


"Praasss! Cepetan turun! Katanya mau bantu Mami bersih-bersih!" Teriak Ibu Monic dari bawah.


"Iya mi....tunggu sebentar...." Kata Prasetyo sambil memakai kaos dan celana pendek.

__ADS_1


Seperti inilah kegiatan mereka setiap hari selama wabah belum berakhir dan membuat mereka mencari kesibukan didalam rumah


bersambung....


__ADS_2