
"Aaakkkh.." Pekik Nadiya tertahan saat tiba-tiba Prasetyo berlari menangkapnya dan tanpa disadarinya handuknya terlepas dari tubuhnya alias merosot. "Ooopps!!!" Saat Prasetyo menyadari jika dia hanya mengenakan celana kolor.
Nadiya langsung menutup matanya saat melihat handuk itu terlepas karena menolongnya.
Kemudian "buuukkkk." Nadiya jatuh kelantai karena Prasetyo mengambil handuknya dengan cepat dan melepaskan tangannya dari punggung Nadiya. Nadiya terjatuh namun tidak sakit karena Prasetyo sempat menangkapnya.
"Aduhhh!"
Teriak Nadiya yang kesakitan dan terbaring dilantai.
"Maaf! Aku harus menyelamatkan kehormatan ku....." Kata Prasetyo sambil tertawa melihat Nadiya masih tiduran dilantai.
"Iya. Itu lebih baik. Bagus kamu cepat menyadarinya." Gerutu Nadiya karena meskipun dalam keadaan apes karena jatuh, Prasetyo masih saja mengganggunya.
"Sini biar aku bantu." Kata Prasetyo mengulurkan tanganya dan memakai handuk dengan lebih kencang.
"Tidak usah! Kehormatan mu lebih penting. Aku tidak mau handuknya terlepas persis di hadapanku...atau disini ada CCTV yang akan merekam tubuhmu tanpa busana." Nadiya balas menggodanya dan kemudian bangun sendiri.
"Apakah kamu senang jika handuk ini terlepas?"
"Apa? Coba katakan lagi! Dan aku tidak akan memberimu baju ganti. Pakai handuk saja hingga kamu pulang." Ancam Nadiya.
"Iya, iya. Maaf. Mana bajunya aku sudah kedinginan. Aku hanya bercanda. Wajahmu sangat cantik kalau kamu sedang marah." Kata Prasetyo sambil menerima baju yang Nadiya berikan untuknya.
"Aku mau mandi. Kamu tunggu dibawah saja. Bahaya jika kamu tetap disini." Kata Nadiya sambil berjalan kekamar mandi.
"Sebenarnya bukan aku....tapi kamu yang lebih berbahaya....."
"Apaaa?" Nadiya menoleh saat sudah sampai didepan pintu kamar mandi. Dan melihat Nadiya kesal maka Prasetyo mengerlingkan satu matanya dan tersenyum manis.
Dibawah Tuan Alex sudah menunggu Prasetyo untuk berbincang-bincang padanya. Karena mereka tidak hanya terikat dalam persaudaraan tapi juga terikat oleh hubungan bisnis sesama pengusaha. Apalagi sebentar lagi dia akan menjadi menantunya dan memimpin dua perusahaan yang besar.
Prasetyo turun dari lantai dua dan langsung duduk disamping Tuan Alex.
"Bi...tolong ambilkan minum untuk Tuan Pras." Kata Tuan Alex membahasakan ucapanya pada bibinya.
"Baik Tuan."
Kemudian Tuan Alex dan Prasetyo berbincang-bincang masalah bisnis hingga dilihatnya Nadiya turun dari lantai dua dengan rambut yang masih basah...membuat Prasetyo tidak bisa berhenti mengaguminya. Nadiya terlihat fresh dan wajahnya cerah seperti rembulan.
"Kamu ngobrol dulu ya sama papi...aku akan masak untuk makan malam."
"Aku akan membantumu...." Kata Prasetyo yang pandai memasak juga.
__ADS_1
"Tidak usah." Cegah Nadiya, karena bukanya membantu malah masakanya nanti ngga kelar-kelar kalau Prasetyo terus bercanda dan menggodanya. "Bibi yang akan membantuku."
"Oke. Kalau begitu...."Kata Prasetyo sambil melihat hingga Nadiya menghilang di dapur.
Dua jam kemudian Nadiya sudah selesai memasak dan memasukan masakanya kedalam kotak stainless untuk menempatkan nasi, sayur dan lauk pauk.
"Kok dimasukan kedalam kotak?" Tanya Prasetyo yang entah dari mana tiba-tiba sudah berdiri disampingnya. Nadiya sampai terperanjat kaget.
"Iya kita akan makan diapartemen kamu. Kita akan makan malam bersama Tante."
"Ohhhhh begitu? Oke. Yuk kita langsung keapartemen. Aku sudah sangat lapar."
"Tunggu ya. Nadiya pamit sama papi dulu."
Kemudian tidak berapa lama Nadiya sudah muncul kembali dan mengambil kotak makanan itu untuk dibawa keapartemen Prasetyo.
Dirumah memang hanya ada Nadiya, Tuan Alex dan Bibinya, karena Regan lebih memilih tinggal di asrama bersama teman-temannya dan satu Minggu sekali baru pulang. Kebetulan banyak temanya yang tinggal di asrama sekaligus belajar ekstrakurikuler sesuai hobi mereka diluar pelajaran dari sekolah.
"Aku deg-degan..." Kata Nadiya pada Prasetyo.
"Kenapa?"
Nadiya mengangkat bahunya. "Tidak papa."
Bagaimana tidak berdebar-debar karena sekarang Nadiya akan menemui calon ibu mertuanya, dan setidaknya untuk pertama kalinya Nadiya harus memberikan kesan yang menyenangkan, karena mereka belum pernah bertemu.
"Mi....ada Nadiya...mau ketemu mami" Kata Prasetyo diluar kamar maminya.
"Iya. Tunggu sebentar...." Sahut maminya dari dalam kamarnya.
"Apa kabar Tante." Kata Nadiya sambil berdiri dan menyalami Nadiya.
"Haaaiii. Senang bertemu denganmu. Tante baik. Bagaimana kabarmu?"
"Baik Tante."
"Ternyata apa yang Prasetyo bilang tentang kamu memang tidak meleset. Kamu cantik dan anggun."
"Terimakasih Tante. Oya, Tante.... ini tadi Nadiya masak buat makan malam...."
"Ooooo Ternyata selain cantik, kamu juga pandai memasak." Kata Ibu Monic memuji Nadiya.
"Ya sudah, ayo kita makan malam dulu. Sepertinya ada yang sudah sangat lapar dan tidak sabar untuk makan masakan calon istrinya." Kata ibu Monic tersenyum kearah Prasetyo.
__ADS_1
"Mari Tante...." Kemudian mereka makan sambil berbincang-bincang tentang kegiatan Nadiya.
"Tante dengar kamu sekarang memimpin PT Alexander ya?"
"Iya Tante. Perusahaan papi mengalami beberapa masalah dan papi sakit. Jadi Nadiya yang menggantikan papi sekarang."
"Wah!wah! Kamu memang seperti wonder woman ya. Cantik, masakanya enak dan kamu piawai memimpin perusahaan. Tante bangga sama Prasetyo karena ternyata pandai memilih pendamping hidup."
"Terimakasih Tante. Tante terlalu memuji Nadiya, Saya jadi malu...." Kata Nadiya yang senang karena ternyata ibu Monic adalah orang yang humble seperti Prasetyo.
"Oya gimana kabar papi kamu? Sudah lama Lo kita tidak berjumpa?"
"Papi sekarang sehat Tante. Belum lama papi dirawat tapi sekarang sudah pulih. Karena sudah ada Nadiya papi jadi jarang kekantor."
"Iya, karena sudah ada kamu lebih baik istirahat saja dirumah." Kata ibu Monic. "Oya, kalian apa sudah mempersiapkan semua keperluan untuk acaranya?"
"Sudah Tante. Semua persiapan sudah 90% tinggal menunggu hari H saja."
"Baiklah kalau begitu. Jadi nanti tidak akan ada masalah selama acara berlangsung."
🌹🌹🌹
Ditempat lain Ardy sedang merencanakan sesuatu untuk menculik Prasetyo dan menggagalkan acara pernikahan Nadiya.
"Kita lakukan dengan hati-hati. Jangan sampai siapapun mencurigai jika aku ada dibalik penculikan ini."
"Baik Tuan. Kami pasti melakukan semuanya dengan sempurna."
"Jangan culik sekarang! Jadi kalian culik beberapa jam sebelum acara dimulai. Dan jangan melukainya. Kalian hanya perlu menahanya hingga acara pernikahan itu gagal."
"Baik Tuan."
"Ingat! Jangan meninggalkan jejak apapun!" Kata Ardy sambil matanya melihat keatas dan tertawa penuh kemenangan.
"Kalian boleh pergi sekarang!" Kata Ardy pada lima orang suruhannya.
Setelah mereka pergi teleponnya berdering, kemudian Ardy mengangkatnya.
"Ada masalah apa?"
"Ada beberapa berkas yang hilang Tuan."
"Baik saya akan segera kesana. Dan coba cari dimana berkas itu disimpan terakhir kali? Masa bisa hilang? Tanya semua pegawai yang memegang berkas itu terakhir kali."
__ADS_1
"Baik Tuan. Kami sedang mencari hingga kesemua meja pegawai dan gudang yang ada dikantor."
"Ya. Cari sampai ketemu!" Kata Ardy kesal dan langsung menutup teleponnya.