
Vano langsung merebahkan dirinya diatas kasur karena merasa sangat lelah. Tidak berapa lama diapun sudah tidur.
Sementara Jack masih terjaga dan melemparkan pandanganya ke sekeliling kamar Vano.
Matanya menatap meja dan barang-barang yang berserakan di atas meja milik Vano, matanya berhenti pada sebuah benda yang diletakkan di atas buku-buku.
Benda itu mirip seperti sebuah handphone. Jika itu handphonenya, kenapa ditaruh begitu saja di atas meja.
Biasanya pasti akan dibawa atau ditaruh di dekat tempat tidurnya. Dan matanya terpukau pada warna casing handphone itu, kenapa warnanya pink?
Dia kan laki-laki berarti handphone itu bukan milik Vano, tidak mungkin kan dia menggunakan casing mirip cewek? Handphone siapakah itu yang ditaruh di atas tumpukan buku?
Jack lalu berjalan mendekati meja itu, kemudian perlahan-lahan dia mengambil handphone tersebut. Namun sayang handphone itu seperti sengaja dimatikan dan tidak terlihat profil pemilik handphone itu. Jack kaget saat tiba-tiba vanno pun terbangun.
Dengan cepat Jack lalu menaruh handphone itu kembali ke tempatnya.
Vano menatap disamping kirinya. Dia lihat Jack tidak ada ditempat tidur.
"Jack! Lo dimana?" Tanya Vano saat dia menyadari Jack tidak tidur disampingnya.
Vano lalu menyalakan lampu.
Dilihatnya Jack sedang berdiri didekat mejanya. Vanopun lalu teringat jika dia menaruh handphone milik Shakira disana.
Jack dengan cepat menaruh handphone itu kembali ke tempatnya, saat dilihatnya Vano duduk dan seperti mencari sesuatu.
Kemudian Vano bangun, lalu matanya menatap ke sekeliling ruangan itu dia seperti mencari sesuatu yang berharga.
Vano lalu duduk di atas kursi dan dia mengingat-ingat sesuatu.
Setelah dia ingat lalu dia berjalan ke mejanya dan di sana dia mengambil handphone itu lalu dia taruh di bawah bantal nya.
Jack lalu berjalan kekasurnya. Jack melihat dari tempat dia tidur dan melihat keanehan Vano, Jack pun menjadi penasaran tentang sesuatu, lalu menanyakan kepada Vano.
"Handphone siapa itu? Kok casingnya warna pink?" Tanya Jack.
"Oh itu handphone teman gue, ketinggalan dan gue lupa kembaliin."
"Punya Sasha?" Tebak Jack. Karena setahunya saat ini dia sedang mengincar Sasha.
Sebenarnya dia kesal karena Vano terus berusaha mendekati Sasha. Namun malam ini dia benar-benar tidak bisa kembali kekamarnya. Jadi terpaksa dia berbaikan dengan Vano. Meskipun dalam hati dia jengkel dan marah.
"Bukan! Ahk lu mau tahu aja!" Kata Vano lalu menutup handphone itu dengan bantal dan dia menindihnya dengan kepalanya.
"Sudahlah! Yuk tidur lagi! Ini masih malam, sebentar lagi pagi, kita kan ada mata kuliah hari ini." Kata Vano.
Akhirnya setelah menaruh handphone dibawah bantalnya dan merasa bahwa handphone itu aman disana, Vano pun tertidur kembali.
__ADS_1
Sebenarnya Jack curiga dengan apa yang dilakukan Vano terhadap handphone itu, namun dia tidak punya bukti untuk menuduhnya, sehingga dia menyimpan kecurigaannya di dalam hati.
Matahari menembus gorden dikamar Vano. Mereka masih lelap tertidur. Karena merasa silau, akhirnya merekapun terbangun dan bergegas untuk mandi.
"Gua duluan! Ini kamar gua. Sana lo! Mandi dikamar lo aja." Kata Vano.
Saat mereka sadar jika mereka bangun kesiangan, merekapun berebutan untuk mandi.
Braaaaakkkkk!
Vano menutup pintu kamar mandi dengan keras dan tidak mempedulikan Jack yang berdiri seperti patung.
Jackpun penasaran dengan handphone dibawah bantal milik seorang wanita yang disimpan oleh Vano.
Jack lalu dengan cepat mengambil Handphone disakunya dan tanpa sepengetahuan Vano, Jack memotret handphone itu.
"Gua memang tidak tahu siapa pemilik handphone ini, tapi siapa tahu suatu saat gambar handphone ini berguna." Bisik Jack dalam hati.
Tiba-tiba Vano keluar lagi dari kamar mandi.
"Gua lupa ngga bawa handuk!" Kata Vano sambil menyambar handuk didekat Jack berdiri.
"Lo masih disini? Mandi sana!" Kata Vano yang melihat Jack masih berdiri didalam kamarnya.
"Dah siang, Lo bukannya mandi." Kata Vano lalu masuk lagi kekamar mandi.
Untung aja, gua cepet ambil gambar handphone itu. Jika telat sedikit saja, pasti ketahuan oleh Vano.
Gua ngerasa dia seperti menyembunyikan sesuatu. Dan gua yakin pasti ada rahasia besar dibalik handphone itu. Jika tidak, ngapain coba dia sampai ketakutan gitu pas gua pegang. Dia juga menyimpanya dibawah bantal. Sampai segitunya menyimpan Handphone.
Gua yakin, pasti ada sesuatu didalam handphone itu.
Pagi harinya polisi pun datang ke asrama itu. setelah menemui penjaga asrama, beberapa polisi itupun berjalan ke kamar Shakira.
Jack yang lagi berjalan bersama Fano untuk sarapan pagi pun berpapasan dengan beberapa anggota polisi tersebut.
"Sepertinya polisi itu mau ke kamar Shakira Van." Kata Jack.
"Udahlah biarin aja, ayo kita cabut aja." Kata Vano.
"Tapi gue penasaran." Kata Jack dan matanya terus mengamati polisi itu. Jack pun menoleh sekali lagi.
Sebenarnya dia ingin pergi juga kesana, namun dia enggan menjawab pertanyaan polisi yang kadang justru menyudutkannya.
"Ngapain lu penasaran? Nanti juga ketahuan, kenapa dia meninggal!" Kata Vano.
"Ya udahlah! Kita cari sarapan aja." Kata Jack.
__ADS_1
Di kantin mereka bertemu dengan Sasha, Madina dan juga Rossa, mereka sedang makan di sana.
"Makan apaan kalian?" Tanya Jack.
"Makan bubur ayam. Lo mau?" Tanya Rossa.
"Nggak ah! Gue mau makan yang lain aja, gue mau makan roti aja hari ini." Kata Jack.
"Lo lagi diet?" Tanya Sasha.
"Nggak juga sih! Cuma gua lagi malas. gue lagi enggak selera." Kata Jack.
Fano pun kemudian memesan sarapan untuk dirinya sendiri dan dia duduk di samping Jack.
"Gue tadi lihat beberapa polisi masuk ke kamar Shakira." Kata Jack kepada mereka bertiga.
"Mungkin mereka mau mencari bukti yang bisa menunjukkan penyebab kematian Shakira."
"Iya aku juga berpikir begitu, soalnya kematiannya itu misterius banget. Dia meninggal dalam keadaan hamil. Dan yang bertanggung jawab dari kematiannya adalah orang yang telah menghamilinya. Menurut kalian siapa yang menghamilinya pasti ada kan dari mahasiswa teman-teman kita yang dekat dengannya beberapa bulan terakhir ini?" Kata Rossa.
uhuk! uhuk!
Vano pun mendadak tersedak saat mendengar percakapan mereka tentang kekasih yang menyebabkan Shakira mengandung dan akhirnya bunuh diri.
"Kenapa lo batuk?" tanya Jack.
"ya nih ada yang nyangkut." Jawab Vano.
"Lo tahu nggak siapa pacar terakhir Shakira?" tanya Jack kepada Vano.
"Mana gue tahu gue kan nggak deket sama dia." Kata Vano.
"Ya kali aja lu tahu." Kata Jack.
Sebenarnya Jack mencurigai Vano ada kaitannya dengan kematian Shakira. Namun dia juga bingung bagaimana membuktikanya.
Pertama yang membuatnya curiga adalah dia pernah melihat Vano dekat dengan Shakira beberapa bulan yang lalu sebelum mendekati Sasha.
Kedua suara laki-laki yang saat itu menyelinap pas dia dan teman-temannya sembunyi mirip suara Vano.
Ketiga masalah handphone yang dia sembunyikan itu, jangan-jangan handphone milik Shakira yang sudah dia ambil lebih dahulu untuk menghilangkan barang bukti.
Keempat, dia tidak begitu tertarik dengan penyebab kematian Shakira. Bahkan dia selalu menghindar saat membicarakan tentang penyebab kematian Shakira.
Kelima Jack tahu seberapa brengseknya Vano. Dengan kekuasaan ayahnya dan uang yang dia punya, dia bisa melakukan apapun untuk mempermudah aksinya.
Namun sayangnya dia juga tidak berani mengatakan kepada Sasha dan juga Rossa tanpa bisa membuktikan keterlibatan Vano.
__ADS_1
Dia harus mencari buktinya sendiri.